
Hari ini Yasmin sudah berencana untuk menjalankan kerjasamanya dengan Dina, menjalankan usaha onlinenya, mereka tak ada kuliah maka dari itu Dina akan kerumah Yasmin.
Yasmim sedang menunggu Dina di depan rumahnya "Assalamualaikum.." Dina turun dari motornya.
"Waalaikumsalam.. ayo masuk" ajak Yasmin. "Maaf ya rumahnya agak berantakan" Yasmin melihat mainan Raja berserakan di karpet bulu.
"Lo punya adik yang masih kecil ya Yas?" belum sempat Yasmin menjawab ibu dan Raja muncul dari luar.
"Assalamualaikum.."
"Assam ikum.. Bundta"
"Waalaikum salam" jawab Yasmin dan Dina.
Raja berjalan kearah Yasmin dan naik ke atas pangkuan Yasmin.
"Eh ada tamu" kata ibu "Temen Yasmin ya?"
"Iya tante," Dina menyalami ibu Yasmin.
"Yang mau bantu jualan online ya?"
"Hehe iya tante maaf ya bikin repot di rumah tante"
"Gak papa, tante seneng Yasmin ada temennya,ya udah tante masuk dulu ya"
"Ayo Raja mau main lagi sama Nenek"
Raja pun meronta dari pangkuan Yasmin dan menuju neneknya.
Setelah Ibu dan Raja pergi kedalam, Dina ingin bertanya pada Yasmin tapi tak enak hati "Kamu penasaran,ya tanya aja!!" kata Yasmin.
"Beneran??" Yasmin mengangguk.
"Itu.. beneran anak lo?" tanya Dina.
"Huum" Yasmin mengangguk mantap.
"Lo udah nikah?"
"Hum.. soal itu nanti aku ceritain tapi gak sekarang"
Dina mengangguk "Oke gue faham kok santai aja"
"Makasih... oh iya mau mulai sekarang aku sebenarnya tadi lagi bungkus orderan, abis itu baru di kirim ke pengiriman"
"Ayo" Yasmin dan Dina pun menuju gudang penyimpanan barang untuk membungkus semua pesanan.
"Lumayan banyak ya" kata Dina.
"Alhamdulillah.." Mereka baru saja menyelesaikan bungkusan terakhir.
"Bundta mo mimi.." Raja mengusak matanya mengantuk.
"Oh sayangnya bunda ngantuk ya"
Ibu datang membawakan susu dalam botol untuk Raja "Ini Yas.. susunya Raja"
"Makasih bu, ibu istirahat ya pasti cape ngurusin Raja" Yasmin menggendong Raja dan memberi susunya.
__ADS_1
"Iya ibu rebahan bentar ya,kalo mau kepengiriman biar Raja tidurin di kamar ibu,kalo tiba tiba bangun kan ada ibu" sejak tadi ibu menemani Raja bermain,merasa kelelahan.
"Ya bu"
"Nak Dina tante tinggal ya"
"Iya tante"
Dina memperhatikan Raja yang meminum susu formulanya "Kok gak pake asi Yas?"
Yasmin hanya tersenyum sambil menggeleng, setelah beberapa saat Raja benar benar tertidur. "Aku nidurin Raja dulu ya Din"
Setelah menidurkan Raja, Yasmin bersiap untuk mengantar barang ke pengiriman, "Aku kepengiriman dulu ya Din,nanti kalo ada pesenan kamu catet trus periksa barangnya sebelum di pisah"
"Oke" Dina tengah membalas beberapa pesan dari costumer yang memesan.
"Bisa kan?"
"Iya lah ini gampang"
"Ya udah aku pergi dulu ya, Assalamualaikum.."
"Waalaikumsalam" Yasmin mengangkat kardus berisi pesanan dan berjalan keluar rumah,melajukan motornya menuju pengiriman.
Setelah mengantar pesanan Yasmin, berniat membeli makanan agar ibunya tak perlu memasak makan siang, di perjalanan tiba tiba motornya di salip mobil.
Jantung Yasmin berdegup kencang karna terkejut "Astagfirullah.." belum hilang keterkejutannya sosok yang paling tak ingin di temui Yasmin turun dari mobil tersebut. "Sandi" gumam Yasmin
"Yasmin.. ayo kita bicara"
"Gak ada yang perlu di bicarakan" kata Yasmin "Minggir kamu"
Yasmin terkekeh "Anakmu?? sejak kapan Raja menjadi anakmu"
"Dia memang anakku Yas" raut pria itu terlihat frustasi.
"Kamu lupa kamu yang mencampakan Raja sejak dalam kandungan demi wanita lain.... sejak itu kamu bukan ayahnya Raja" Yasmin berusaha keras menahan tangisnya.
"Aku mohon tolong aku Yas, istriku sedang sakit rahimnya baru saja diangkat dan dia depresi karna kehilangan anak kami"
"Jadi kamu mau membawa Raja demi istri kamu karna istri kamu tidak mungkin mempunyai anak seumur hidupnya lalu menjadikan Raja bayang bayang anak mu yang sudah meninggal, setelah itu apa?? setelah istri kamu sembuh,kamu akan kembali membuang Raja"
"Apa kamu tidak berfikir itu adalah karma mu,mencampakan anakmu,dan kini kamu tak bisa memiliki anak" Yasmin tersenyum "Allah maha adil kan"
"Baiklah itu memang salahku,sekarang ayo biarkan aku bertemu Raja" Sandi menarik tangan Yasmin untuk memasuki mobilnya.
"Gak mau, aku gak akan kasih Raja ke kamu.. lepas.." Yasmin meronta mencoba melepaskan genggaman Sandi,namun genggamannya begitu kuat "Sakit Sandi lepas.."
"Ayolah Yasmin sekali ini saja tolong aku" Sandi memohon namun juga memaksa Yasmin.
Saat Sandi akan mendorong Yasmin masuk kedalam mobilnya tiba tiba Sandi terjengkang.
Bugh..
Satu pukulan mengenai rahang Sandi.
"Akhh" pekik Yasmin.
"Brengsek jangan bersikap kasar pada wanita" Bugh.. sekali lagi Azka melayangkan pukulannya. "Kurang ajar!!!" bugh..
__ADS_1
"Siapa lo,berani ikut campur" Sandi membalas pukulan Azka.
Terjadilah baku hantam antara Azka dan Sandi.
Saat Azka akan memukul lagi Yasmin menahannya "Udah... udah..mas berhenti"
Rahang Azka mengeras matanya melotot tajam kearah pria yang tadi menarik kasar Yasmin.
Azka baru selesai perkuliahannya yang memang hanya satu mata kuliah, entah mengapa saat ia sadar ia berada di jalanan kearah rumah Yasmin. Azka menghela nafasnya apa karna ia terlalu memikirkan Yasmin,saat ia akan memutar arah ia melihat pria dan wanita yang tengah berdebat dijalanan mata Azka menelisik salah satu orang nya adalah Yasmin,Azka turun dari mobilnya ketika pria itu menarik tangan Yasmin,beruntung Azka masih sempat menolong Yasmin sebelum masuk kedalam mobil pria tersebut.
"Pergi kamu!!" teriak Yasmin pada Sandi.
"Yas..." Sandi menatap dengan tatapan memohon.
Azka mengepalkan tangannya hatinya terasa panas melihat tatapan Sandi pada Yasmin. cemburu..? tentu saja Azka mengakui itu.
Sandi pergi meninggalkan Yasmin dan Azka.
Yasmin menatap tajam Azka "Apa?" kata Azka ia meringis wajahnya lebam karna pukulan dari Sandi.
"Ngapain sih mesti berantem?"
"Trus aku harus biarin dia kasar gitu sama kamu" ketus Azka.
Yasmin menghela nafasnya "Kamu punya kotak obat?"
"Ada di mobil" Yasmin menuju mobil Azka dan mengambil kotak P3K.
"Sini.." Yasmin mulai membersihkan luka Azka, dan mengobatinya mereka duduk di trotoar,beruntung itu jalanan sepi hingga pertengkaran mereka tak memicu keributan atau menghalang kendaraan lain
"Au... pelan pelan kenapa sih,sakit tau"
"Cengeng" Yasmin menekan luka Azka gemas "sok sok an berantem, ya jelas kena, Sandi itu pemegang sabuk hitam" kata Yasmin.
"Ish.. sengaja ya, jangan di teken gitu sakit" Azka berjengit saat Yasmin menekan ujung bibirnya yang berdarah "Malah ngomongin dia lagi"
"Cerewet" Azka makin meringis saat Yasmin membubuhkan salep, namun sakitnya hilang saat melihat wajah Yasmin dari dekat, Azka terpukau 'Ya ampun jantung gue,, cantik banget sih andai aja Yasmin masih single..' batin Azka.
"Nanti sampe rumah obatin lagi yang bener,tapi kompres dulu pake ...." kata kata Yasmin terhenti,Yasmin mengangkat pandangannya dan bertatapan dengan Azka yang sedang melihat kearahnya,mata mereka bertemu jarak mereka sangat dekat bahkan Yasmin tak menyadari kenapa bisa sedekat ini dengan Azka.
Azka memang tampan bahkan sangat tampan Yasmin mengakui itu, Yasmin memalingkan wajahnya lalu mengigit bibir dalamnya untuk meredakan debaran nya,ada apa dengan hatinya kenapa ia merasakan desiran aneh saat bertatapan dengan Azka.
Mereka terdiam beberapa saat "Dia siapa?" Azka sungguh penasaran, "Maaf aku cuma pengen tau kenapa dia bersikap kaya gitu"
Yasmin menggeleng "Dia Ayahnya Raja" tatapan Yasmin jauh kedepan.
"Dia suami kamu..???" Azka sungguh menunjukan raut terkejut, inikah akhirnya ia benar benar tak bisa memiliki Yasmin, tapi jika dia suami Yasmin mengapa pria itu bersikap kasar pada Yasmin.
Yasmin kembali menggeleng "Bukan"
____________
Lah gimana tuh Ayahnya Raja tapi bukan suami Yasmin..🤔
Apakah Yasmin benar benar Bundanya Raja??
A: Benar
B: Bukan
__ADS_1
C: Benar dan BukanðŸ¤ðŸ¤