Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Ancaman Adam


__ADS_3

"Kalian sudah putuskan,kapan kalian menikah?" tanya Arya,saat ini mereka baru saja selesai makan malam,Alyla tidak diijinkan pulang sebelum makan malam.


Alyla duduk dengan cangung di hadapan keluarga Adam terutama Arya Papa dari Adam itu sejak tadi menatapnya tajam.


"Secepatnya pah" jawab Adam.


Alyla mengeryit dahi kapan dia bilang akan menikah dengan Adam, "Maaf pak Arya tapi kami tidak akan menikah" Alyla tentu saja tak ingin menikah dengan orang yang sama sekali tak mencintainya,sedangkan Alyla tau betapa Adam sangat mencintai Aluna,dan Alyla tak ingin Adam hanya menjadikannya bayang bayang Aluna selama hidupnya.


"Jadi maksud kamu kalian akan tetap seperti ini,begitu?"tanya Arya.


"Sebentar.." Karina menghentikan obrolan para orang dewasa itu di hadapan Azka "Azka mau ikut Eyang sebentar gak? kita kasih makan ikan di kolam depan"


"Ayo Eyang" Karina pun membawa Azka pergi dari meja makan.


"Kami akan segera menikah Pah"Adam berbicara setelah Azka dan Karina tak terlihat lagi.


"Kapan saya menyetujui menikah bahkan kita tak pernah membicarakan ini"

__ADS_1


"Mengapa harus membicarakan nya,cepat atau lambat kita harus menikah!"Adam berbicara dengan tajam dan nada yang tinggi.


Brak..


"Kalian jangan seperti anak kecil bicarakan baik baik,ingat saya tidak mau cucu saya tumbuh dalam keluarga yang tidak lengkap" Arya pergi meninggalkan Alyla dan Adam.


Hening..


"Kita harus menikah"


"Saya tidak mau"


Alyla menelan ludahnya kasar "Saya tak mencintai kamu".. 'lebih tepatnya kamu yang tidak mencintaiku' kata Alyla dalam hati.


"Bukan saatnya untuk mengatakan siapa yang mencintai siapa,yang saya mau kita menikah dan memberikan keluarga yang lengkap untuk Azka"


"Kita masih bisa seperti ini kamu bebas menemui Azka kapanpun kamu mau,tanpa ada ikatan di antara kita."

__ADS_1


Adam terkekeh sinis "Egois sekali kamu,memikirkan perasaan kamu tanpa memikirkan perasaan Azka,kamu pikir aku juga mau menikahi kamu aku hanya memikirkan Azka,Azka yang selalu bermimpi mempunyai keluarga seperti anak lain,apa kamu tau Azka selalu mendengar kamu menangis diam diam dan Azka menganggap kalau dirinya beban untuk kamu karna harus membesarkannya sendiri,dan apa kamu tau bahwa Azka selalu di ejek oleh teman sebayanya karna tak memiliki Ayah,saya tidak perduli kamu cinta saya atau tidak,setidaknya pikirkan Azka"


Adam memejam sesaat meredakan emosi nya,Adam menatap Alyla yang menatap kosong kearah depan.


Sebenarnya Adamlah yang egois masa remaja Alyla terenggut olehnya dan sekarang disaat harusnya Alyla mendapatkan seseorang yang mencintai dan dicintai Adam memaksanya menikah dengan dirinya yang jelas jelas sudah merusaknya.


Adam tidak perduli Adam tak akan rela Azka mempunyai Ayah lain selain dirinya,membayangkan Azka memanggil orang lain sebagai Daddy membuat Adam geram sendiri.


"Jika kamu memang tidak mau, baiklah..kita urus di pengadilan dan saya tidak akan membiarkan hak asuh Azka jatuh pada kamu" tidak ada cara lain selain ancaman sekarang,Alyla sangat keras kepala.


Alyla melototkan matanya lalu menggeleng keras"Tidak.. tidak.. jangan lakukan itu,baiklah kita akan menikah,aku akan lakukan demi Azka"


"Bagus.. kita akan lakukan secepatnya,dan kalian akan ikut aku ke jakarta,dan selanjutnya kita akan tinggal disana"Alyla mengangguk pasrah.


"Biarkan Azka menginap disini besok malam akan ada pesta ulang tahun pernikahan mama dan papa,kami akan memperkenalkan Azka pada seluruh keluarga" Adam berlalu begitu saja.


'Kenapa harus seperti ini,tidak bisakah aku hidup tenang,Astagfirullah ya Allah' Air mata Alyla membasahi pipi dan Alyla segera menepisnya menengadahkan wajahnya ke atas berharap air matanya tak mengalir kebawah.

__ADS_1


Dari jauh Adam memperhatikan Alyla yang menangis "Maaf.. maaf.. hanya ini yang bisa aku lakukan" bisik Adam yang hanya bisa di dengar olehnya sendiri.


__ADS_2