
Pesta masih berlanjut Adam yang masih terus mengenggam Alyla seolah takut hilang bahkan sesekali meraih pinggang ramping Alyla.
Tamu masih terus berdatangan,tepuk tangan menggema ketika MC memulai acara serangkaian acara pun dilaksanakan potong kue,dan sambutan dari sang papa juga perkenalan Adam kepada seluruh rekan bisnis yang hadir sebagai penerus sekaligus pewaris satu satunya,dan akan memulai memegang kuasa di salah satu perusahan milik keluarga Sadewo.
"Luna kamu mau minum, sebentar aku ambilin mau?" tanya Adam.
"Eh gak usah aku bisa ambil sendiri nanti,aku mau cari kursi aku mau duduk boleh" kata Alyla
"Kamu bisa duduk di kursi depan sama keluarga aku,yuk" raih adam pinggang Alyla,namun ditepis dengan lembut oleh Alyla merasa risi.
"Gak, aku mau di sana boleh" tunjuk Alyla pada kursi di pojokan.
"Sayang kamu kenapa sih hari ini aneh banget biasanya juga kalo ada acara selalu bareng keluargaku"
"E.. aku cuma gugup aja kok,trus aku agak kurang sehat jadi kurang pede." Adam mendengus.
"Kamu sakit..? maaf sayang aku gak peka,Ya udah ayo aku antar duduk disana,perlu aku panggil dokter buat periksa"
"Hmm..' ya ampun Adam bener bener posesif banget sama kak Luna'
"Gak usah ini bukan apa apa cuma perlu istirahat aja bentar,sebenernya kaki aku pegel" cicit Alyla.Karna tak terbiasa memakai sepatu hak tinggi di tambah sedari tadi ikut Adam mondar mandir menyalami tamu jadilah kaki Alyla terasa sakit.
Tingkah Aluna dimata Adam sedikit aneh tak seperti biasa yang selalu percaya diri dan anggun dalam setiap hal,kali ini Aluna sedikit pemalu dan terlihat seperti gadis lugu namun Adam tak menggubris keanehan tersebut dan terkesan menggemaskan dimata Adam.Aluna nya bahkan terlihat lebih cantik hari ini entah mengapa seperti ada dorongan untuk terus berdekatan dan tak rela melepaskan bahkan hanya genggaman tangan saja tak ingin Adam lepas.
__ADS_1
"Dam ayo papa kenalin dulu kamu sama rekan bisnis kita yang ini bener penting jadi kamu harus ikut" Papa Adam tiba tiba mendekat.
"Oh oke pah "jawab Adam.
Adam lalu melepaskan genggaman nya pada Alyla"Sayang aku kesana dulu ya, kamu boleh duduk disana nanti kalo aku udah selesai aku temuin kamu di sana"
Alyla mengangguk,tanpa disangka Adam mengecup pucuk kepala Alyla sebelum pergi.
Alyla terpaku di tempat perlakuan Adam sungguh manis,ditambah Alyla yang tak pernah diperlakukan seperti itu oleh laki laki jadi semakin berdebar,Alyla menepuk pipinya pasti sekarang pipinya sudah memerah 'Sadar lyla ini semua untuk kak Luna bukan untukmu' yakinkan Alyla agar tak terbawa perasaan terhadap perlakuan Adam.
Alyla duduk di pojokan sambil memijit kakinya yang pegal,sembari mengedarkan pandangan ke seluruh aula pesta,pertama kalinya Alyla mengahadiri pesta semewah ini,beruntungnya Aluna yang bisa berkesempatan hidup di kalangan berada seperti keluarga Adam.
"Tapi aku bosen ni pesta kalem amat gak rame gak ada dangdutan kurang ser gitu,kaya hajatan di kampung ada dangdutan,tapi kalo orang kaya pasti artis asli kan yang nyanyi,ck pasti asik tuh,wah kalo yang di undang Ayu ting ting,fitri karlina ck aku pasti gak bosen tuh" Alyla bergumam sendiri sebenarnya lebih ke menghilangkan rasa bosan akibat tak ada teman untuk mengobrol.
Adam menghampiri Alyla yang masih terpesona akan ketampanan Adam,"Sayang maaf lama,tadi tamu papa beneran gak ngasih aku kesempatan buat pergi"
"Ah gak apa apa kok,santai aja" ups Alyla menepuk mulutnya bahasa aslinya keluar.
"Maksud ku gak apa apa kamu bisa manfaatkan waktu kamu dengan tenang"
Adam mengeryit, Aluna makin aneh tingkahnya.
Tiba tiba lampu dimatikan jadi temaram musik berganti jadi lebih santai MC bersuara "Sesi dansa dimulai kepada mas Adam selaku raja kita malam ini untuk membawa kekasih hatinya untuk berdansa di lantai dansa yang telah disiapkan" riuh para tamu bertepuk menantikan Adam membawa kekasihnya disambut rasa penasaran para tamu siapa wanita yang beruntung tersebut.
__ADS_1
"Sayang ayo kita di panggil buat kedepan" Adam mengulurkan tangan nya pada Alyla.
"ngg,, Alyla bingung dia tak pernah berdansa,Aluna tak bilang kalau di acara ini ada sesi dansa.Dengan ragu Alyla menyambut tangan Adam.
Lampu menyorot ke arah Adam yang menggandeng seorang gadis cantik,di ikuti riuh tepuk tangan para tamu,Alyla hanya bisa menundukan pandangannya sungguh ia tak terbiasa dengan semua ini.
Lagu Love story milik Taylor swift yang di cover menjadi akustik mengalun indah mengiringi dansa Adam dan Alyla,Alyla terlihat kaku dan beberapa kali menginjak kaki Adam,Adam benar benar heran dengan Aluna malam ini.
"Sayang ada apa denganmu hari ini kamu banyak kesalahan auh.. kamu menginjak kaki ku lagi"
"Maaf.." Alyla makin menunduk,sedekat ini dengan Adam menbuatnya makin gugup dan berdebar.
Melihat raut Aluna nya yang terlihat sedih membuat Adam tak tega."Its oke sayang kalo gitu lepas sepatu kamu dan ayo injak kaki ku" bisik Adam lagi.
Alyla mengeryit namun tak urung juga menurut,Alyla menginjak kaki Adam membuat nya semakin merapat ketubuh Adam,di kalungkan tangan nya keleher Adam,dan Adam yang mendekap pinggang Alyla dan mengalirlah dansa mereka.
"Sayang kamu ganti parfum mu" bisik Adam biasanya Aluna memakai parfum dengan wangi rose namun kali ini wangi vanila yang dominan.
Alyla menegang mendapat bisikan dari Adam nafas adam yang ada di tengkuknya terasa panas.
"Ng.. iya " Alyla lupa tentang parfum,Alyla kira Adam tak memperhatikan sedetil ini.
"Gak apa apa aku suka wangi ini terasa nyaman dihirup dan dipelukanku" Adam mengendus tengkuk Alyla lalu mengecup nya, Alyla makin meremang tak karuan jangan sampai Alyla terjebak dengan rasa ini Adam sungguh manis dan membuat hati Alyla meleleh di tambah posisi sedekat ini tubuh Alyla benar benar rapat dengan tubuh Adam membuat Alyla makin ketar ketir.
__ADS_1