
Keduanya masih bergelut dengan kaku, dan hanya mengandalkan insting masing masing,namun rasanya semakin membuncah Azka menggeram saat Yasmin mulai melingkarkan tangannya di leher Azka dan meremas rambutnya.
Ciuman Azka turun kerahang dan dagu lalu ke leher jenjang Yasmin,Yasmin menggigit bibir nya mencoba menahan erangan keluar dari bibirnya.
Yasmin semakin kalap kala Azka memberikan gigitan kecil dilehernya hingga menyisakan bekas merah..
"Mas.." Yasmin tak bisa merasakan lagi kata yang keluar dari mulutnya yang terdengar seperti desa han di telinga Azka.
Ciuman Azka semakin turun hingga ke dada, kemeja Yasmin sudah terbuka beberapa kancing dan menyajikan br*a yang digunakan Yasmin.
Ciuman Azka kembali naik ke bibir Yasmin hingga kini terdengar erangan dari mulut Yasmin saat tangan Azka aktif meremas dua gunungan Yasmin bergantian,bahkan atasan Yasmin sudah terjatuh di lantai.
Azka benar benar tenggelam hingga melupakan sesuatu..
Rasa yang baru mereka rasakan begitu membakar,,, hampir saja Azka lupa akan kenyataan bahwa Yasmin..
"Mas.." Yasmin ingin membiarkan Azka melakukan apapun yang Azka ingin kan terhadap dirinya, namun ia ditampar kenyataan bahwa dirinya dalam keadaan tak baik baik saja.
Azka tersadar lalu mengangkat kepalanya dari ceruk Yasmin, nafasnya masih memburu saat matanya memandang mata sayu Yasmin "Maaf.." lirihnya lalu menjatuhkan kepalanya kembali ke ceruk Yasmin, hanya diam sambil menormalkan kembali detak jantungnya, dada bidangnya bahkan menempel dengan dada Yasmin yang juga terbuka.
Yasmin mengepalkan tangannya mengapa Azka yang minta maaf, bahkan yang bersalah disini adalah dirinya "Aku yang harus minta maaf.. maaf belum bisa memberikan diriku seutuhnya" Yasmin bicara sedikit bergetar, Yasmin merasakan dirinya tak berguna, bahkan ia belum bisa menyenangkan Azka dengan melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.
"Hey.." Azka menangkup wajah Yasmin mata Yasmin sudah berkaca kaca "Kenapa menangis?"
"Aku gak berguna ya, bahkan aku gak bisa melakukan kewajibanku"
"Ssstt tidak masalah sayang, seharusnya aku yang bisa menahannya, maaf" Azka mengecup kening Yasmin.
__ADS_1
Yasmin menggeleng "Aku yang harusnya minta maaf, kamu gak salah,aku yang salah.." Azka menutup mulut Yasmin.
"Jangan menyalahkan diri kamu sayang, sudah jangan bersedih, kita akan lalui ini, bukan masalah, bahkan aku sudah menunggu selama empat tahun tak masalah jika harus menunggu sebentar lagi" Dokter menyarankan untuk tidak dulu melakukan se*x karna kondisi Yasmin masih dalam pemulihan akibat Kecelakaan yang di alaminya yang cukup parah,apalagi otot otot Yasmin belum normal sepenuhnya.
Tiba tiba Azka menyeringai lalu mengedipkan matanya,Yasmin berkedip beberapa kali melihat reaksi Azka yang merubah rautnya dalam sekejap, apa Azka sedang menyembunyikan kekecewaannya agar ia tak bersedih "Tapi kita harus lebih sering melakukan ini untuk latihan" Azka kembali melu mat bibir Yasmin terus turun hingga kini leher lalu merambat ke dua gunungan dan mengu*lumnya lembut,beberapa menit Azka bermain lidah disana ,ah Azka harus segera menghentikan ini sebelum ia meledak dan berakhir tak bisa mengendalikan dirinya, apalagi mendengar Yasmin mengeram menahan desa*han,. "Tapi sepertinya ini berbahaya.." lirihnya, lalu tatapan mereka beradu.. lama hingga mereka terkekeh bersama "Ah apa mungkin ini memang karna pengalaman pertama, jadi kehilangan kendali"
Yasmin memicingkan matanya "Yang benar saja idola kampus tak pernah melakukan itu? sepertinya aku gak percaya"
Azka menggeleng "Ciuman juga..?"
"Ya.. aku belum pernah pacaran meskipun banyak yang mengejarku, kamu tau kan aku tampan"
"Ya ampun narsis nya"
"Itu kenyataan"
"Kamu meledek ku?... atau kamu sudah pernah melakukannya dengan orang lain?"
"Melakukan apa?"
"Ciuman... mungkin?"
Yasmin tersipu "Kalau pernah bagaimana?"
"Ah.. padahal itu yang pertama untukku" Azka menjatuhkan kembali wajahnya di ceruk Yasmin "Lesu aku"
Yasmin mengulum senyumnya "Jadi kamu menyesal karna tidak menjadi yang pertama untuk ku"
__ADS_1
Azka mengeleng lemah "Gak masalah itu hanya masa lalu, yang terpenting sekarang kamu milik ku" meski masih terdengar lirih sepertinya ia sedikit kecewa.
Lalu badan Yasmin bergetar, Azka kira Yasmin kembali menangis dengan segera Azka mengangkat wajahnya namun Yasmin justru bergetar menahan tawa, Azka mengerutkan keningnya lalu tawa Yasmin pun pecah, Azka yang masih bingung pun hanya menatapnya heran "Apa sih?" tanya nya.
Yasmin menggeleng lalu menangkup wajah Azka lalu berkata,"Sepertinya itu yang membuat mereka bosan sama aku,dan berselingkuh karna aku gak pernah mau mereka cium" Azka masih loading...
"Ah kamu ngerjain aku"
"Maaf, tapi lucu ngeliat kamu lesu begitu"
"Oh Yasmin ku.. yang nakal" Azka memeluk Yasmin lalu bangkit posisi Azka masih mengungkung Yasmin, Azka memberikan kecupan di seluruh wajah Yasmin hingga Yasmin terkekeh geli "Terimakasih sudah menjaganya untukku"
"Udah mas geli.."
"Tadi waktu aku ne*te kamu gak ngomong geli.. atau aku ne*te lagi ya..? enak kan..? pasti mau lagi..?" Azka memandangnya mesum, ah Yasmin harus terbiasa mulai sekarang dengan tatapan Azka yang satu ini.
"Mas ih.. mesumnya..."
_________
Jadi moon maap Hotnya kita pending..๐คช
Like..
komen..
vote..
__ADS_1
๐น๐น๐นโโโ