
Pagi pagi sekali Azka merengek ingin ke vila,karna semalam Azka tidur bersama Alyla dirumahnya,Adam berjanji akan berolahraga pagi bersama Azka,maka dari itu Azka sudah bangun sejak subuh.
Alyla menyerah dan disinilah dia memencet bel Vila Adam,setelah beberapa saat akhirnya pintu terbuka,Alis Alyla berkerut melihat penampakan di depannya,perempuan cantik yang terlihat baru bangun tidur perempuan tersebut mengenakan tanktop putih dengan celana jeans setengah paha yang menampakan paha putih mulus miliknya."Cari siapa?"
Adam menuruni tangga dengan hanya mengunakan kimono handuk "Siapa San?" Sania hanya mengedikan bahunya.
Sedangkan Alyla masih terpaku di depan pintu melihat ke arah Adam dan perempuan di depannya bergantian,Adam tidur dengan perempuan lain? Alyla menggeleng membayangkan hal buruk yang terjadi antara Adam dan perempuan dihadapannya.
Adam mendekat ke arah pintu "Kenapa gak langsung masuk aja? ayok sini jagoan Daddy" Hap.. Adam memangku Azka dengan sebelah tangannya. "Ayo masuk La" kata Adam lalu Adam berlalu masuk kedalam.
Perempuan sexy yang sejak tadi berdiri di depan pintu berdehem "Mau masuk gak sih?"
"Eh.. iya Mba" Alyla pun masuk.
'Oh yang tadi anaknya Adam,jadi ini calon istri Adam' Batin Sania.
"Kamu gak mau tanya saya siapa?" kata Sania. " Kenalin Sania teman nya sekaligus kerabat Adam sekaligus perempuan yang naksir sama Adam"
"Alyla"
"Saya gak nyangka Adam bisa nolak saya,ternyata cuma karna perempuan seperti kamu?"
"Memang saya seperti apa?"
"Biasa aja" Kata Sania ketus lalu pergi meninggalkan Alyla yang masih ada di depan pintu.Alyla menghela nafasnya lalu ikut masuk ke dalam.
Adam dan Azka sudah pergi lari keliling kebun teh sekitaran Villa,sedang Alyla membantu Bi Lastri untuk memasak sarapan mereka.
"Bi Lastri buat apa?" tanya Sania yang sudah mandi,pakaiannya sudah modis dan cantik dengan makeup yang dipolesnya.
__ADS_1
"Bukan saya yang masak Non,tapi Bu Risa" jawab Bi Lastri.
"Oh.. mau jadi istri idaman ya,rajin banget. tapi awas sekarang aja baik rajin masak eh nanti pas udah jadu istri jadi males ke'enakan karna ada pembantu"
Alyla masih diam dan mengacuhkan Sania yang masih berbicara,Bi Lastri melirik ke arah Alyla yang tak berexpresi.Bi Lastri sampai menelan ludahnya jangan sampai ada pertengkeran diantara dua perempuan yang memperebutkan majikannya,tapi sepertinya itu tidak akan terjadi karna raut Alyla masih bergeming.
"Mommy.." Azka berlari kearah Alyla.
"Hai sudah olahraganya?"
"Udah,cape banget Mom"
"Azka ayo mandi dulu sama Daddy baru habis itu kita sarapan" Ajak Adam. "Kamu masak apa?"Adam melihat ke arah Alyla.
"Roti panggang sama nasi goreng" pandangan Alyla masih kearah masakannya tanpa melihat Adam.
"Ya udah sih kalau mau mandi mandi aja,atau mau aku mandiin" Sania mengedip sebelah matanya.
Alyla menatap tajam ke arah Sania dan Adam "Jangan ngomong sembarangan depan Azka" kata Alyla dengan nada protes.
Adam pun melihat ke arah Alyla yang menatapnya tajam sedangkan alisnya terangkat,lalu melihat lagi kearah Sania lalu menggeleng dan bergegas membawa Azka untuk mandi.
Tiga puluh menit kemudian semua sudah berkumpul di meja makan Azka duduk di sebelah kiri Adam sedangkan Sania sudah merapat di sebelah kanan Adam,Sania bahkan mengambilkan nasi goreng untuk Adam dan Azka,namun Alyla masih menatap mereka datar.
"Lumayan ya Dam masakan calon kamu,yah emang sih masih jauh dari masakan restoran tapi masih mending lah dari pada gak ada." kata kata Sania menunjukan bahwa dirinya terpaksa memakan masakan Alyla tapi alis Alyla terangkat ketika melihat Sania sangat lahap,apa itu yang katanya lumayan.
Selesai makan mereka bersantai diruang Tv menemani Azka menonton kartun pagi, Sania masih bergelayut disisi Adam,dan Adam membiarkannya,Alyla meremas tangannya apa apaan mereka jika ingin bermasraan kenapa harus pamer di hadapannya ada sesuatu dihati Alyla yang seperti terbakar,apakah dirinya cemburu,Alyla menggeleng,dirinya memang cemburu namun ia harus menekan kan mulai sekarang dan seterusnya dirinya pasti dihadapkan situasi seperti ini menginggat Adam memang tak mencintainya.
Alyla mendesah lelah "Azka sayang mau ikut Mommy gak? Mommy mau kerumah tante Ane?"
__ADS_1
"Biarin aja Azka disini,saya nanti sore mau ke jakarta lagi" Kata Adam.
"Dan melihat kelakuan kalian,kalian gak malu seperti itu dihadapan Azka?"
"Ya udah sih kalo mau pergi ya pergi aja,biarin Azka disini orang sama bapaknya juga" kata Sania ketus.
Alyla meraup udara sebanyak banyaknya, "Permisi kamu gak malu berkelakuan seperti itu di hadapan calon istri pria yang sejak tadi kamu gelandoti?"
"Kenapa emang baru calon kan?, yang udah nikah aja bisa di tikung apalagi yang baru calon" Sania sudah berdiri siap berdebat.
"Sudah kenapa kalian jadi bertengkar gak malu sama anak kecil" padahal hati Adam sudah bersorak melihat raut Alyla yang nampak cemburu.
Alyla mengerut alisnya apanya yang gak malu harusnya Alyla yang mengatakan itu pada Adam apa dia tidak malu berkelakuan seperti itu. Namun detik berikutnya Alyla kehilangan kata kata karna ucapan Sania yang berhasil mengembalikan kesadarannya.
"Iya sih lagian kalian nikah cuma formalitas demi Azka kan" Sania melipat tangannya di depan dada.
Alyla tertohok,benar memang mereka melakukan itu hanya demi Azka tak ada cinta diantara mereka."Kamu benar,tapi jika kamu juga mengerti bukankah itu juga tak baik di tunjukan di depan Azka,karna pada dasarnya itu kita lakukan demi menjaga perasaan Azka,bukankah itu lebih baik jadi rahasia kalian saja?" Alyla menundukan kepalanya.
Tiba tiba suasana jadi hening tak ada kata dari Adam pun Sania,Azka yang sedang tadi acuh karna menonton kartun favoritnya mendongak "Mommy? kenapa?"
"Gak apa,Azka mau ikut Mommy ke rumah tante Ane,Aira lagi sakit kita tengok yuk"
"Oh Aira sakit ya Mom,Ayo deh Azka mau nengok Aira"
"Daddy Azka ke rumah Aira dulu ya"
Alyla pun membawa Azka pergi dari Vila menuju rumah Ane yang berada tepat sebelah rumahnya.
Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca
__ADS_1