
Dokter sudah tiba ditemani suster, hari ini mereka akan melepas alat bantu yang selama ini menopang Yasmin.
Azka masih merenung dengan pandangan kosong "Anda yakin tuan?" tanya dokter sekali lagi.
Adam dan Alyla juga berada di kamar Azka untuk menemani dan menguatkan Azka "Bang..?" Alyla mengusap bahu Azka dan membuyarkan lamunannya.
"Hmm?"
"Dokter bertanya apa kamu sudah yakin?"
tanya Alyla.
Azka menghela nafasnya dan menghampiri Yasmin "Maaf.. karna sudah memaksamu selama ini, aku sayang kamu, aku cinta kamu.. pergilah aku ikhlas.." Azka mengecup dahi Yasmin lama hingga setitik air matanya jatuh di pipi Yasmin.
"Lakukan lah dokter.." Azka pergi keluar kamar ia tak akan sanggup melihat Yasmin pergi.
Adam dan Alyla masih berada di kamar Azka tangan mereka saling menggenggam dan menguatkan "Mom minta maaf Yasmin,. semoga kamu mendapat tempat terindah di sisi Nya"
Adam mengelus punggung Alyla yang bergetar karna tangis, Adam mengangguk pada dokter menandakan mereka sudah siap.
Satu persatu alat alat yang menempel di tubuh Yasmin pun terlepas hingga satu alat terakhir yang menempel akan di lepas dan berbunyi..
Biiiiipppp..
.
__ADS_1
.
.
Azka memasuki ruang kerjanya ia duduk di pojokan dan menenggelamkan wajahnya dilutut punggungnya bergetar, tak pernah ia sangka begini Akhirnya.
Azka mengingat pertemuan pertamanya dengan Yasmin yang membuatnya langsung terpesona, Yasmin yang menutup pintu hatinya,menutup dirinya dan berusaha Azka buka perjuangannya untuk mendapatkan Yasmin hingga Yasmin menyerah, meski Azka tau Yasmin belum mencintainya,namun entah mengapa begitu sulit melepaskan Yasmin.
Kenapa seperti ini akhirnya, setelah perjuangannya selama ini, kenapa harus menyerah sekarang "Maaf.." lirihnya.
"Maafkan aku.." dadanya terasa sesak tangisnya tak berhenti, kenapa sesakit ini kenapa ia begitu mencintai Yasmin, bahkan mereka belum menciptakan kenangan indah bersama,tapi kenapa rasanya begitu tak rela kehilangan Yasmin.
Azka menikmati rasa sakit nya hingga tak menyadari pintu ruang kerja nya di ketuk beberapa kali lalu berubah jadi gedoran semakin keras Azka tak peduli masih menelungkupkan wajahnya "Tuan..!!" terdengar teriakan dari luar,Azka tau itu suara suster yang menjaga Yasmin, Azka tak mau mendengar mungkin ia akan mengabarkan bahwa Yasmin sudah tiada.
"Tuan cepatlah.." Suster tersebut menarik tangan Azka agar bangun "Cepatlah tuan..!!!" Astaga suster tersebut sempat tertegun karna berani membentak tuannya yang selama ini menggajinya besar,untuk menjaga istrinya "Ma... maafkan aku tuan, maksudku i... itu nona Yasmin.. dia. dia.." ish ia memukul mulutnya kenapa tak bisa bicara sekarang "Terserah tuan jika kau marah karna aku membentak mu tapi nona Yasmin dia..."
Azka berjalan cepat kenapa hatinya terasa makin berdebar saat langkahnya semakin dekat dengan kamarnya.
Azka memasuki kamarnya dan melihat Alyla tersenyum kearahnya "Abang ini benar benar kuasa Tuhan" Alyla memeluk Azka.
Azka tertegun melihat Keadaan di depannya,dadanya berdebar semakin menggila saat melihat Yasmin,mata itu.. mata Yasmin terbuka.. meski masih mengerjap pelan dan lemah,lalu dahinya mengeryit saat mata Yasmin melihat kearah Azka..
Azka tersenyum dan berjongkok disisi Yasmin "Hai.." Azka tak bisa berkata kata mulutnya terasa kelu, namun tak bisa dipungkiri ia bahagia, bahagia melihat Yasmin tersadar,Azka tersenyum "Hai.." Lagi hanya itu yang Azka ucapkan.
Yasmin tersenyum lalu mengucap "Hai.." Tanpa suara dan mulutnya yang terasa kaku, bahkan ia seperti mengeluarkan seluruh kekuatannya.
__ADS_1
"Tidak nona jangan berbicara dulu, anda masih lemah, sebaiknya istirahatkan diri anda" Kata dokter.
"Apa yang terjadi?" tanya Azka panik.
"Tidak masalah tuan, hal ini biasa untuk pasien yang koma bertahun tahun seperti nona Yasmin, itu karna organ tubuhnya kaku karna lama tak bergerak,setelah semuanya stabil kita bisa lakukan terapi untuk memulihkan kembali otot otot yang kaku"
Azka mengangguk "Baiklah tak masalah sayang yang terpenting kamu sudah bangun" Azka mengecup tangan Yasmin,sementara Yasmin kembali memejam "Dia memejamkan matanya lagi dok?" panik Azka, takut Yasmin tak sadar lagi.
"Tenang tuan Nona hanya tidur biasa,kita juga harus membawa nona kerumah sakit untuk memastikan kesehatannya lebih lanjut, dengan alat yang lebih lengkap" Dokter kembali memeriksa nadi Yasmin.
"Baiklah lakukan yang terbaik dokter.."
"Saya akan berusaha tuan"
_______
Seneng kan..? seneng dong..?Iya kan..? Iya dong..?๐๐๐
Like..
komen..
vote..
๐น๐น๐นโโโ
__ADS_1