
Alyla sedang mengobrol dengan sesama teman guru,membicarakan soal pekerjaan mereka sesekali mereka tertawa ketika diantara mereka ada yang melucu untuk mencairkan suasana.
"Oh ya katanya rumah Bu Risa di sekitaran sini juga?" salah satu dari mereka bertanya
"Iya rumah saya di sekitaran sini" Jawab Alyla.
"Saya tau rumah Bu Risa yang mana!" Pak Aldi menimpali.
"Ciee.. mentang mentang lagi PDKT Pak Aldi udah tau aja"
"Iya lah harus garcep nanti keduluan orang lain" jawab Pak Aldi pongah.
Alyla hanya tersenyum canggung,dengan candaan para rekannya.
"Iya makannya Pak Aldi cepetan disahin aja,biar gak keduluan" yang lainnya masih menggoda Alyla dan Aldi.
"Saya sih siap kapan aja,tapi Bu Risa nya gak percaya mulu sama saya" kata Pak Aldi yang berlaga murung.
"Itu karna Pak Aldi suka goda sana sini." kata Alyla dengan nada bercanda. dan mereka semua tertawa.
Saat mereka sedang mengobrol dan bercanda seorang anak kecil memanggil Alyla dan pemandangan di depan mereka membuat heran.
"Mommy.." Azka yang berada di pangkuan Adam melebarkan tangannya untuk memeluk Alyla,Alyla yang juga sudah rindu pada Azka segera merangkul Azka kedalam pelukannya.
"Mommy kenapa lama? aku sama Daddy udah lama nunggu" sontak ucapan Azka membuat mereka tersedak ludahnya masing masing,mereka terkaget terlebih yang di sebut Daddy oleh Azka adalah Adam yang notabenenya Anak dari pemilik yayasan sekolah yang menaungi mereka.
Seringaian Adam tercetak ketika melihat raut Alyla yang mulai pucat."Maaf sayang Mommy baru dateng,Azka gak nakalkan?"
__ADS_1
"Gak Mommy Akka gak nakal"
"Selamat malam Pak Adam?" Kepala sekolah mulai percakapan,semua guru sudah berdiri dari duduknya dan menganggukan kepala kepada Adam.
"Malam,maaf mengganggu..silahkan lanjutkan dan nikmati jamuannya,saya harus kembali acaranya sudah mau mulai"
"Oh iya pak Adam silahkan" kata mereka sedikit canggung.
Adam menarik tangan Alyla untuk ikut bersamanya,namun Alyla bergeming malah mengerut dahinya "Ayo" Adam mengeret Alyla untuk ikut mau tak mau Alyla ikut menyimbangi langkah Adam.
"Kemana?"
"Kedepan acaranya akan di mulai"
"Kenapa saya harus ikut" Adam tak menjawab malah mengeratkan pegangannya di tangan Alyla " Pak pelan pelan nanti Azka jatuh!".
Alyla memandang tangannya yang ada di genggaman Adam sambil terus melangkah menuju ke arah Arya dan Karina yang sudah menunggu untuk memulai acara.
Tangan Alyla sudah basah keringatan,dan dadanya sejak tadi berdebar debar karena gugup.
Para guru yang sejak tadi memperhatikan tingkah Adam dan Alyla mulai kembali memggoda Pak Aldi. "Wah.. pak Aldi kayanya udah keduluan nih"
"Iya kayanya,kasian pak Aldi,tapi tenang Pak Aldi,selama janur kuning belum melengkung masih bisa di tikung"
"Iya tapi saingannya berat pak Aldi"
Pak Aldi hanya mengaruk tengkuknya canggung dan malu,iya saingan dengan sekelas Adam pasti dirinya akan kalah.
__ADS_1
"Saya kira yang dari tadi di pangkuan pak Adam bukan Azka anaknya Bu Risa rada pangling soalnya" kepala sekolah yang dari tadi diam ikut bicara,mereka memang mengenal Azka karna Azka yang sering di ajak ke sekolah."Saya jadi ikut penasaran waktu itu juga Pak Adam pernah nanya soal Bu Risa sama saya"
"Yang bener Pak?,trus.. trus giamana?" tanya guru perempuan yang lain sepertinya memang para guru benar benar penasaran sekarang.
"Itu.. ah.. sudah kenapa saya jadi bergosip sama kalian,sudah.. sudah acara sudah di mulai" kata kepala sekolah yang mulai fokus ke depan pangung di sana sudah ada Arya,Karina,Adam,Azka dan Alyla yang berdiri dengan sedikit canggung.
Adam menghampiri Arya dan Karina yang sudah siap dengan pisau untuk memotong kue di hadapan mereka,tangannya masih tidak melepaskan genggamannya dari Alyla,Alyla mencoba menarik tangannya namun Adam malah semakin mengeratkan genggamannya.
"Pak saya mau menyapa Mama dulu" Bisik Alyla,barulah Adam melepaskan tangan Alyla.Raut Adam masih datar dan tak terbaca.
"Mama selamat ulang tahun pernikahan" Kata Alyla sambil memberi sebuah kotak kecil hadiah untuk Karina.Alyla sedikit canggung sebenarnya namun Karina memintanya untuk memanggil dengan sebutan Mama dan Papa kepada dirinya dan Arya.
"Terimakasih sayang,kenapa merepotkan,Mama sudah cukup senang kamu mau datang" Karina memeluk Alyla sayang, terasa tulus bagi Alyla yang sudah lama tidak lagi merasakan pelukan seorang Ibu.
"Sama sama Ma,Pah selamat" Alyla mengalihkan pandangannya pada Arya.
"Hm,, terimakasih." seperti biasa raut Arya selalu datar,Alyla pun mengangguk. setelah ucapan selamat di ucapkan Alyla Adam kembali menarik tangan Alyla ke dalam genggamannya,Alyla hanya bisa meringis memperhatikan Adam,ingin menolak namun raut Adam yang terlihat tak bersahabat sejak tadi membuat Alyla enggan,jika saja mereka sedang tidak di hadapan banyak orang mungkin Alyla sudah menampik tangan Adam.
Hati Alyla sudah ketar ketir sejak tadi para tamu undangan memandangnya dengan raut penasaran mungkin penasaran siapa dirinya dan Azka yang ada di pangkuan Adam sejak tadi.
Acara potong kue terdengar riuh oleh tepuk tangan dari para tamu,setelah potong kue Arya menyampaikan satu dua patah kata,dan ucapan terimakasih pada para tamu,tiba tiba Arya berkata bahwa Adam ingin menyampaikan sesuatu."Anak saya Adam ingin memberi kabar baik untuk kita semua, silahkan Nak!" Arya pun memberi mic nya yang sejak tadi di pegangnya.
"Saya ingin memperkenalkan Anak saya sekaligus yang akan menjadi penerus selanjutnya Sadewo Grop," Adam yang tidak suka basa basi langsung pada intinya. "Perkenalkan Azka Sadewo,dan di sebelah kiri saya adalah ibu dari Anak saya,sekaligus calon istri saya," Para tamu sudah saling berbisik dan kaget akan pernyataan Adam,kapan Adam mempunyai Anak? Apa Adam sudah menikah? lalu siapa perempuan itu? namun pernyataan Adam selanjutnya membuat mereka bungkam seketika. "Mungkin banyak pertanyaan dan pernyataan dalam benak kalian,namun biarlah itu menjadi privasi kami,yang harus kalian tau pernikahan kami akan segera kami selenggarakan,terimakasih." Perkataan Adam pun di akhiri dan kembali ke MC untuk acara selanjutnya.
Alyla sudah tak tahan apa apaan ini kenapa tidak memberi tau terlebih dulu padanya jika mau memberi pengumuman tentang pernikahan,dan sejak kapan Adam merubah nama Azka, "Pak bisa kita bicara"
Adam tau apa yang ingin Alyla bicarakan Adam melihat ke arah Karina dan Karina mengerti pun mengambil Azka dari Adam,Karina mulai memperkenalkan cucunya pada kerabat dan keluarga mereka.Sedangkan Adam dan Alyla menuju ke halaman belakang,mereka butuh suasana sepi untuk berbicara dengan kepala dingin.
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca