
Azka pulang sambil bersiul betapa bahagianya Azka bisa seharian bersama Yasmin, setelah mengantar Yasmin pulang hingga depan rumahnya Azka meminta no ponselnya agar bisa menghubungi nanti ketika motor Yasmin sudah diperbaiki, alasan yang bagus bukan.
Azka berhenti untuk menanyakan apakah motor Yasmin sudah di perbaiki kepada supir yang bekerja di rumahnya.
"Sudah Den, ban motornya sudah tidak kempis lagi" kata pak supir.
"Makasih ya pak" setelah itu Azka melanjutkan langkahnya lagi masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum.."
Tak ada yang menyaut, "Tumben sepi pada kemana?" Azka berjalan kearah belakang rumah "Bibi.. mommy pada kemana?"
"Oh ibu, sama bapak lagi di teras belakang den,katanya lagi barbequ an ada non Kanaya, non Aira,sama den fardhan juga"
"Oh ya udah aku mau mandi dulu abis itu baru nyusul" Azka memutar langkahnya kembali untuk menuju kamarnya.
"Asik banget nih udah mateng" Azka duduk di kursi yang dibuat melingkar mereka akan makan malam bersama dengan daging yang sudah di panggang oleh Alyla dan Aira tentu saja di bantu bibi.
"Kemana aja sih bang, bukannya bantuin malah kelayapan mulu" tanya Alyla yang menyerahkan piring pada Azka.
"Abang abis berjuang mom" Azka mengambil daging, "Tumben bikin acara barbeque?"
"Iya Fardhan pengen katanya udah lama gak kumpul makan diluar sambil barbeque an,apa lagi mumpung ada Aira"
"Oh iya kak besok bantu daddy di kantor ya, daddy harus keluar kota jadi kamu tolong handle yang ada di kantor juga bakalan ada tamu besok dan penting,sedangkan daddy gak bisa batalin ke luar kota" kata Adam.
"Hah.. besok,kok besok sih dad" padahal rencananya besok ia akan menemui Yasmin dengan alasan mengantarkan motornya.
"Kenapa emangnya, kamu kan udah biasa bantuin daddy di kantor" Azka memang sudah sering membantu Adam sekalian latihan karna nanti Azka lah yang akan meneruskan perusahaan.
Azka menghela nafasnya, "Aku bantuin deh Ka" kata Aira.
"Bantuin apanya yang ada bikin repot iya" keluh Azka.
"Lagian kenapa sih bang, daddy kan gak sering minta bantuan sesekali kamu bantuin gak rugi loh" bujuk Alyla.
"Iya mom" Azka pasrah,ah padahal ia sudah menyusun rencana untuk PDKT lagi pada Yasmin.
Acara makan di isi dengan keheningan ,apalagi Azka yang kehilangan nafsu makannya.
__ADS_1
Sekarang Adam dan Alyla sedang menikmati teh hangat sambil berbincang.
"Gimana bang,tadi lancar kan?" tanya Kanaya yang menghampiri Azka yang habis menerima telpon.
"Apanya?"
"Ck.. PDKT nya?" Kanaya menaik turunkan alisnya.
"Hei bocah mau tau aja urusan orang gede" Azka menyentil dahi Kanaya.
"Ye.. Abang itu juga berkat aku,kalau gak abang gak bakalan bisa nganterin kak Yasmin tadi"
"Jangan ngungkit, abang udah ngasih upah.. gede banget lagi" keluh Azka
"Itu kalo ketahuan resikonya gede loh bang makanya upahnya mesti gede" sambil menyeringai.
"Dasar kecil kecil otaknya duit melulu" cibir Azka.
"Lagi pada ngomongin apa sih?" tanya Aira yang tiba tiba muncul dari belakang mereka.
"Mau tau aja" Kanaya memilih pergi dari pada meladeni ratu drama itu.
"Gak cuma sama lo kali Kanaya emang dingin sama semua orang kecuali sama Daddy,mommy dan gue, sama Fardhan aja kadang begitu"
"Iya sih,tapi tadi sama Yasmin beda"
"Oh ya?" wah emang Yasmin tuh beda,dia bisa menarik semua perhatian orang sekitarnya, Azka tersenyum.
"Lah kok senyum senyum gitu, hayo mikirin apa?" Aira menyenggol bahu Azka.
"Apa sih, enggak"
"Ayo ngaku mikir jorok ya" goda Aira.
"Heh,jangan ngomong sembarangan" Azka mencubit pipi Aira.
"Auh.. sakit tau,trus mikirin apa dong?"
"Rahasia" Azka pergi begitu saja.
__ADS_1
"Apa sih? kasih tau dong?" Aira mengejar Azka.
"Gak"
"Penasaran loh" teriak Aira, Azka bahkan tertawa mendengar teriakan Aira, Azka terus berjalan sampai masuk ke dalam rumah.
Adam dan Alyla melihat kebersamaan Azka dan Aira mereka memang sering saling mengejek dan menggoda bahkan ketika kecil Azka sering membuat Aira menangis,namun Azka menyayangi Aira.
"Mas, aku kepikiran soal Azka dan Aira" kata Alyla.
"Apa?"
"Aku sama Ane udah lama loh juga kepikiran soal ini, tapi masih mau lihat kedekatan Azka dan Aira,kayaknya kalo sekarang bisa deh, mereka udah sama sama dewasa loh"
"Aku setuju aja kalau mereka juga setuju" kata Adam "Tapi harus dengan persetujuan keduanya loh,aku gak mau ada paksaan antara Azka dan Aira, dan juga aku gak mau Azka nikah buru buru, seenggaknya dia harus bisa belajar megang perusahaan dulu,sebelum nanti aku lepas"
"Ya, gak harus nikah sekarang, kan bisa tunangan dulu" Kata Alyla lagi.
"Iya terserah kamu sayang!" Adam mengecup pipi Alyla.
"Ih mas ada anak anak" Alyla memukul bahu Adam.
"Ya udah ke kamar yuk" bisik Adam.
Tanpa bicara lagi Adam membopong Alyla masuk kedalam rumah untuk menuju kamar mereka, sontak saja Alyla memekik "Mas... ih gak tau malu anak anak liat tuh" Alyla melihat ke arah Kanaya dan Fardhan yang masih duduk di pinggir kolam.
"Dad, aku gak mau punya adik lagi!!" teriak Kanaya.
"Aku juga!" timpal Fardhan.
"Tenang soon, daddy tahan kok" jawab Adam, Alyla memukul bahu Adam.
Kanaya dan Fardhan mendengus.
___________
Hayo loh Azka mau di jodohin sama Aira😱
Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca.
__ADS_1