
Azka termenung di ruang rawat Raja, pandangannya kosong bocah itu hanya mengalami luka kecil karna dilindungi Yasmin,namun belum juga sadar.
"Bagaimana keadaan supirnya?" tanya Azka pada Jeromy.
"Dia masih kritis tuan, polisi sudah memeriksa TKP dan mengatakan bahwa mobil tersebut mengalami rem blong" Azka mengeratkan rahangnya, tangannya mengepal erat.
"Beri tau aku jika dia sudah sadar,Cari apapun yang bisa menjadi petunjuk, jika terjadi kesengajaan cari siapa penyebabnya!"
"Baik tuan"
Pintu terbuka paksa menampakan Sandi dengan raut khawatirnya "Apa yang terjadi..?"
Azka menghadang Sandi dan mencengkram kerah bajunya "Seharusnya aku yang bertanya brengsek!!"
"Jika aku menemukan kejanggalan dalam kecelakaan ini aku pastikan kau akan membayarnya" Azka menghempaskan Sandi hingga tubuhnya membentur tembok.
"Kau fikir aku sengaja mencelakai anakku sendiri?"
"Kenapa tidak, kau bahkan sempat membuangnya.."
"Ya aku tau aku salah waktu itu.. tapi aku bersumpah tidak melakukan hal seburuk yang kau tuduhkan"
"Dia memakai mobil mu brengsek" umpat Azka,air matanya kembali menggenang mambayangkan kondisi Yasmin yang mengerikan.
__ADS_1
"Pergi kau dari sini!!"
"Tidak aku mau menemani anakku" tatapan khawatir Sandi mengarah kearah Raja.
Azka terkekeh "Tidak akan kubiarkan kau mendekati Raja, sebelum kau bisa membuktikan bahwa kau tak terlibat dengan kecelakaan ini"
"Aku harus memastikan Raja baik baik saja"
"Dia baik baik saja dia dilindungi Yasmin, kau tau saat itu Yasmin memeluk Raja erat bahkan dia tak perduli badannya terhantam apapun demi melindungi Raja" suara Azka makin memberat,Azka teringat kata kata Yasmin yang menyuruhnya pergi, demi keselamatannya.
Sandi tertunduk dan merasa bersalah "Maaf.. " hanya itu yang bisa Sandi katakan, tak ada jalan lain kali ini Sandi mengalah dan pergi dari ruangan Raja.
Adam dan Alyla memasuki ruang rawat Raja dan melihat Azka yang terduduk di lantai sambil menangis "Abang.." Alyla memeluk Azka yang terus menangis.
"Bersabarlah sayang" Alyla mengelus punggung Azka yang bergetar,bahkan Alyla ikut menangis.
Adam menepuk pundak Azka "Kamu pasti kuat son"
Azka menggeleng dia tak kuat.
Adam dan Alyla segera terbang ke Jogja begitu mendapat kabar dari Jeromy,beruntung jarak Bali dan Yogyakarta tak begitu jauh,Adam tengah melakukan perjalanan bisnis ke Bali di temani Alyla. Alyla dan Adam khawatir dengan keadaan Azka tanpa memikirkan perkerjaannya yang belum usai mereka segera menemui Azka,Azka benar benar mencintai Yasmin hingga Adam dan Alyla takut Azka menjadi frustasi karna kejadian ini,benar saja anaknya rapuh jika berhubungan dengan Yasmin.
"Bundta" Raja bergumam, sontak saja semua mata kini tertuju pada Raja, Azka segera menghampiri Raja dan menggenggam tangan Raja "Bundta.."
__ADS_1
Apa yang harus Azka jelaskan pada Raja sekarang, oh Yasmin.. Azka ingin berteriak minta diputar kembali waktu, ia ingin mencegah Yasmin pergi andai ia tau maka tak akan Azka biarkan Yasmin pergi.
Katakan ia cengeng saat melihat mata Raja terbuka Azka ingin pergi dan menangis lagi.
"Haii sayang" sapa Alyla.
"Bundta.."
"Ada bunda kamu ada.."Alyla mencoba mengalihkan perhatian Raja "Oh ya kenalin ini nenek Raja" kata Alyla ia sudah tau siapa Raja, tentu saja ia bangga pada Yasmin yang menjadi ibu asuh untuk Raja.
"Bundta bilang nene Rada dah di syulga"
Alyla tersenyum "Iya.. tapi Raja punya nenek yang lain, oh ya Raja mau sesuatu Raja mau minum?" beruntung Alyla bisa mengalihkan perhatian Raja agar tak bertanya lebih jauh tentang Yasmin.
Sementara Azka keluar ruangan ditemani Adam, Azka meraup wajahnya kasar Adam duduk di sebelahnya dan mengusap bahu Azka,anaknya kini sedang bersedih dan terluka.
"Mau daddy bantu mencari tau semuanya?" Adam tau Azka tengah mencari tau penyebab kecelakaan Yasmin.
"Jero sedang mencari tau,nanti jika kami tak bisa temukan aku beritahu daddy" Adam pun mengangguk.
Jero keluar dari kamar di depan Ruangan Raja "Tuan dia sudah sadar.."
Azka segera menegakkan badannya dan segera bangkit semoga ini menjadi awal yang baik.
__ADS_1