Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Maksud terselubung Arya


__ADS_3

"Saya ingin bertanya sesuatu"


"Tentu Pak Adam anda bisa bertanya apa saja pada saya,mengenai..


"Tidak ini tidak ada hubungannya dengan pekerjaan,ini lebih ke masalah pribadi." Adam menyela Kepala sekolah yang tengah bicara,mereka sudah menyelesaikan rapat 5 menit lalu, kemudian Kepala sekolah menawarkan untuk minum kopi bersama di ruangannya,sebenarna Adam enggan namun karna rasa penasarannya akan sesuatu jadilah,dia mengikuti Kepala sekolah ke ruangannya.


"Oh tentu jika saya bisa membantu,saya akan menjawab pertanyaan anda"Kepala sekolah terlihat begitu segan pada sosok Adam yang terlihat berwibawa seperti Arya Papanya.


"Saya bisa melihat data data guru yang ada disini"


Kepala sekolah membawakan file yang berisikan biodata semua guru yang ada."Silahkan Pak Adam"


Adam hanya melihat semua data sekilas,lalu matanya terpaku pada sebuah Nama Alyla Clarissa "Ini..??"


"Oh itu Wali kelas tiga Pak, Bu Risa yang tadi Guru Bahasa Indonesia. pilihan Pak Arya memang tak pernah salah.Bu Risa cukup kompeten dan bisa menjadi panutan para guru yang ada disini"


"Maksud anda Papa saya yang merekomendasikannya"


"Betul segera setelah Pak Arya membeli yayasan ini Pak Arya merekomendasikan Bu Risa sebagai salah satu guru yang mengajar disini,sampai sekarang Bu Risa sudah sekitar 4 tahun mengajar disini"


Adam membeku apa maksud semua ini?apa yang Papanya recanakan sebenarnya?


"Apa Bu Risa mengetahui semua itu?"

__ADS_1


"Tentu tidak,Pak Arya meminta untuk menyembunyikannya.Bahkan para guru yang lain tak pernah tau pemilik yayasan yang baru,hanya saya saja.Bahkan saya ikut penesaran mengapa Pak Arya baru sekarang mengutus Anda,mengapa tidak sejak dulu saja " Kepala sekolah sedikit terkekeh. "Bahkan Pak Arya meringankan peraturan agar Bu Risa bisa membawa Anaknya kesekolah"


"Baiklah terimakasih sudah membantu,saya permisi!"


"Baik terimakasih Pak Adam atas waktunya"


Pikiran Adam sudah kusut apa maksud Papanya melakukan ini semua?.Apakah yang dikatakan tentang seorang cucu yang di maksud Karina waktu di Rumah sakit itu benar Azka?


Adam meremas rambutnya ia harus bertanya secara langsung pada Papanya agar semuanya jelas.


"Ya Leo.." ponsel Adam berdering menampilkan nama Leo di layar.


"Anda dimana Bos" Begitulah panggilan yang Leo buat selalu berubah ubah,Tuan Muda,Pak,dan Bos,yang pasti Adam tak mau ambil pusing soal panggilan Leo yang kadang nyeleneh.


"APA!! kau sekolah?"


"Ck.. Aku baru selesai rapat di sekolah,sudahlah tidak penting. Ada apa?"


"Apa masih lama aku ada di vila membawa kabar besar"


"Baiklah aku akan sampai dalam 30 menit!!"


Adam melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,ketika jalanan nya memasuki kawasan perkebunan teh matanya memicing memastikan sesuatu,benar dia tak salah lihat.

__ADS_1


___________________


Alyla segera keluar dari ruang rapat setelah rapat selesai,bahkan nyaris seperti orang yang di kejar setan.


"Saya pamit duluan ya Pak Aldi,Azka sudah menunggu sejak tadi"


Seseorang yang di sebut Pak Aldi mengangguk"Ya silahkan" lalu sosok Alyla sudah menjauh. "Cepat sekali"


Alyla bergegas menaiki motor bersama Azka yang di taruh di depan duduk di kursi yang khusus untuk dudukan anak di motor matiknya,Alyla ingin bergegas bahkan bila perlu setelah sampai dirinya ingin mengurung diri bersama Azka di dalam rumah,entah kenapa perasaannya tidak enak hari ini.


Ditengah perjalanan Alyla menghentikan motornya di pinggir jalan. "Kok berhenti kenapa Mommy?"


"Kayaknya motornya mogok deh Ka.!" Alyla mencoba menyalakan stater motornya namun hanya menderu sebentar lalu mati "Padahal baru minggu kemarin Mama servis motornya,kok mogok sih"


"Jadi gimana nih Mom,panas banget"


"Kamu neduh dulu di sana ya!,mama mau cari bantuan dulu" Azka pun mengangguk lalu turun dari motor,lalu berteduh dibawah pohon.


Alyla sedang menelpon Ane meminta bantuan,seingatnya rumah mertua Ane dekat dengan bengkel motor,sedangkan tempatnya sekarang jauh dari bengkel,semoga pihak bengkel bisa menghampiri mereka,Alyla segan untuk minta bantuan Ane, karna mungkin Ane sedang kerepotan mengurusi ibu mertuanya yang sedang sakit,tapi Alyla tak punya pilihan ingatkan dia untuk meminta no telpon seorang montir untuk jaga jaga seperti sekarang.


Ketika Alyla sedang sibuk dengan ponselnya,seseorang menghampiri.


"Kenapa motornya...?"

__ADS_1


Deg..


__ADS_2