
Azka menatap rumah mewah didepannya,matanya memancarkan kamarahan melihat sebuah keluarga yang terlihat bahagia, seorang anak laki laki yang berusia 9 tahun,wanita paru baya yang sedang menikmati teh dan seorang pria paru baya yang yang sedang bermain dengan sang anak.
Azka tau keluarga itu ia sudah mencari tau semua tentang keluarga kecil itu termasuk kelemahannya.
Jhoni iskandar, Ayah dari Yasmin yang sudah menorehkan luka pada keluarganya meninggalkan Yasmin, ibu dan kakaknya demi wanita lain, Azka begitu geram melihat kebahagian Jhoni sedangkan Yasmin dan ibu harus hidup sederhana berjuang keras untuk hidup mereka,sementara Jhoni hidup mewah, terlihat dari rumah besar mereka juga usaha garmen yang cukup besar yang dimiliki Ayah Yasmin.
Azka muak, jika bukan karna terpaksa ia tak akan mau datang ke sini, ini untuk Yasmin dan untuknya ia butuh Wali nikah untuk pernikahannya dan Yasmin.
Azka melanjutkan langkahnya diikuti Jeromy dibelakangnya
Keluarga Jhoni memandang heran siapa tamu yang datang kerumah mereka, dan Jhoni juga merasa tidak mengenal pemuda di depannya ini "Selamat siang tuan" Sapa Azka.
Jhoni menghampiri "Siang.. ada perlu dengan saya?"
Azka mengangguk "Ya.. saya Azka dan membutuhkan bantuan anda"
Istri dari Jhoni menghampiri "Tamu dari mana?" wanita ini terlihat masih muda mungkin karna perawatan yang di jalaninya.
"Saya Azka Tuan,nyonya, calon suami Yasmin"
Azka melihat raut tuan Jhoni yang menegang, dan raut istrinya yang terkejut.
"Saya kemari ingin meminta restu, ah tepatnya untuk meminta bantuan untuk menjadi wali nikah Yasmin" Jhoni masih diam sedangkan istrinya mencebik.
"Kenapa tidak dia yang datang kemari,malah meminta calon suaminya yang datang" Jhoni menatap tajam istrinya yang berbicara tak sopan.
"Seandainya bisa mungkin saya akan membawa Yasmin kemari,namun keadaannya tak memungkinkan" Azka masih tenang dan tak terpancing dengan perkataan istri Jhoni.
__ADS_1
"Ck.. bilang saja dia tidak sopan"
"Mira.." Jhoni memperingatkan istrinya.
Azka mengepalkan tangannya "Maaf nyonya, tapi Yasmin memang tak memungkinkan untuk datang"
"Dimana dia sekarang?" Jhoni mulai bertanya.
"Yasmin sedang terbaring dirumah sakit, dalam keadaan koma" Jhoni tercengang, sedangkan istrinya hanya melipat bibirnya ke dalam tanda mengiba atau mungkin menghina.
"Apa?"
"Jika berkenan saya mohon dengan sangat untuk datang dan menikahkan kami"
"Bukankah dia koma bagaimana bisa menikah?"istri Jhoni penasaran.
"Apa tidak merepotkan menikahi wanita yang sedang koma terlebih entah kapan tersadar,kamu masih muda juga tampan kenapa tidak cari yang lebih cantik,sehat,dan sempurna sebagai perempuan" Istri Jhoni bicara enteng seolah kata katanya benar.
"Mira.. jaga bicara kamu"
"Apa kamu yakin dengan keputusan kamu nak?" tanya Jhoni
"Tentu tuan, saya tulus mencintai Yasmin dan tentu saja cinta saya tak bisa di ukur dari kecantikan atau kesempurnaan orang lain, karna bagi saya Yasmin adalah yang paling sempurna"
Jhoni kagum dengan keteguhan Azka, bahkan ia tak punya keteguhan seperti itu,ia bahkan meninggalkan istri dan anaknya demi wanita lain, "Baiklah aku akan datang"
"Terimakasih tuan,ini kartu nama saya dan.. kami akan menikah lusa"
__ADS_1
Azka beranjak dari duduknya "Saya undur diri tuan, nyonya" Jhoni mengangguk lalu mengantar Azka hingga kedepan pintu.
"Tunggu boleh aku menjenguk Yasmin.." tanya Jhoni saat Azka akan melewati pintu.
"Tentu tuan anda bisa menghubungi saya jika anda akan datang"
"Terimakasih.."
Istri Jhoni melihat Azka bersama orang yang terus mengekori dari belakangnya namun tak bersuara "Apa dia orang kaya, lihat sayang mobilnya saja bagus, aku yakin orang yang berdiri di belakangnya adalah asistennya"
Jhoni masih diam pandangannya menerawang jauh "Sayang kenapa tidak meminta syarat saja untuk menikahkan mereka minta sesuatu yang menguntungkan pasti dia tidak akan menolak" Jhoni mengepalkan tangannya "Lihat dari kartu namanya saja dia seperti bukan orang biasa kita bisa..."
"MIRA.." teriak Jhoni, menghentikan ucapan sang istri yang langsung membeku, Jhoni meninggalkan istrinya dan pergi dengan wajah merah menahan marah.
________
Hay.. hay .. hay..
like..
coment..
vote..
๐น๐น๐นโโโ
๐๐๐
__ADS_1