
Adam mengetatkan rahangnya setelah membaca lembar demi lembar kertas dari Arya. Benar yang Papanya bilang dirinya memang bodoh, harusnya dirinya menuruni jejak Papanya dan tidak bertindak sembarangan.
Adam meremas kertas di tangannya sambil menyeringai sungguh mengerikan Leo yang masih memperhatikan pun mulai bergidik ngeri.
"Baiklah Leo kita punya pekerjaan yang harus kita selesaikan, dalam satu hari ini kita akan sibuk" Leo hanya mengangguk untuk menyanggupi.
Adam meletakan ponsel di telinganya setelah sebelumnya jarinya menekan layar "Hallo Aluna bagaimana keadaanmu bukankah hari ini jadwal operasinya.... baiklah aku akan kesana untuk menemanimu operasimu" lalu Adam menutup telponnya.
Disebrang sana Aluna yang sedang berada di apartemennya terlonjak senang segera dirinya bergegas untuk menuju rumah sakit untuk berperan sebagai wanita lemah dihadapan Adam.
Setelah menunggu Adam beberapa waktu diruang rawatnya Aluna melihat kearah pintu menampilkan Adam yang tengah tersenyum kearahnya sesaat Aluna terpana akan ketampanan Adam, hingga dirinya tak menyadari kehadiran beberapa orang di belakangnya. "Bagaimana keadaan mu,kau siap untuk operasi?" Adam melihat Aluna yang merona malah menaikan sebelah Alisnya.
"I-ya aku sudah siap"
"Baiklah.. oh iya kenalkan ini Dokter frans dia yang akan menangani operasimu"
Aluna baru menyadari bahwa ada beberapa dibelakang Adam "Apa?.. ta-tapi bukankah dokter Rido yang.."
__ADS_1
"Ah.. kamu tidak tau dokter Rido sedang diperiksa polisi karna melakukan kecurangan terhadap pasiennya" Wajah Aluna sudah pucat pasi,bagaimana mungkin dokternya diganti kalo sampai dia benar benar dioperasi bagaimana.
"Baiklah pak Adam ini adalah pasien dari dokter Rido yang terkena tumor otak, dan sudah dijadwalkan operasi hari ini, tapi sebelum itu saya ingin memastikan lagi kesehatannya agar jalannya operasi berjalan lancar" Adam mangut mangut.
"Baiklah lakukan yang terbaik" Adam melihat ke arah Aluna yang terlihat ketakutan "Tenanglah aku akan menemani semua prosesnya" Adam mengelus bahu Aluna lembut sedangkan Aluna hanya meringis dengan senyum pahit yang dilihat Adam.
Aluna di alihkan keruang pemeriksaan segala proses dilakukan mulai dari pengecekan darah dan serangkayan tes lainnya yang sengaja Adam lakukan, Aluna hanya bisa pasrah dan tak bisa mengelak jika ketahuan mungkin dia akan berlutut dan meminta pengampunan Adam, Adam adalah orang yang baik dengan sedikit air mata maka Adam akan memaafakannya,setidaknya itu yang dia tau.
Aluna tak tau saja bahwa didalam jiwa lembut Adam ada Amarah yang siap menghancurkannya.
"Tenanglah kita dengarkan apa kata dokter" kata Adam menenangkan.
Aluna hanya mengangguk dirinya tau bahwa tidak ada tumor di otaknya dan badannya sangat sehat, Aluna hanya mempersiapkan diri untuk berlutut di depan Adam dan meminta pengampunan.
"Bagimana hasilnya dokter apa operasinya bisa segera dijalankan?"
"Bagini pak Adam sepertinya ada yang aneh.." sebelum dokter selesai bicara Aluna sudah menyelanya.
__ADS_1
"Adam sebenarnya aku.."
"Tunggu Aluna dokter belum selesai bicara,kita dengarkan dulu, silahkan lanjutkan dokter"
"Sepertinya dokter Rido salah memvonis nona Aluna sama sekali tidak mempunyai tumor di otaknya" Aluna bangkit dari kursinya lalu meraih tangan Adam
"Adam sebenarnya ini tidak seperti yang kamu pikirkan aku memang tidak terkena tumor,ini.. ini semua aku lakukan karna aku mau kamu memperhatikanku dan kembali padaku.. Adam tolong maafkan aku aku melakukan ini karna aku masih mencintaimu" Adam menarik tangannya yang digenggam Aluna.
"Apa kau bilang, jadi kau berbohong padaku padahal karna semua ini Alyla menjadi salah faham padaku dan meninggalkanku" Adam sudah mulai meradang.
"Maaf Adam aku benar benar menyesal" Kata Aluna sambil menangis tersedu, ya dia hanya harus melakukan itu agar Adam memaafkannya.
Saat Adam dan Aluna tengah berdebat dokter kembali berbicara "Bigini Pak Adam,dan Nona Aluna bisa saya selesaikan dulu perkataan saya" kata dokter.
Adam dan Aluna melihat kearah dokter "Saya memang tidak menemukan tumor di otak nona Aluna tapi saya menemukan sel kangker di darahnya" Aluna membeliak terkejut dengan perkataan dokter tersebut " dan yang lebih memperhatinkan lagi ini sudah stadium 4".
Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca.
__ADS_1