Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Kesakitan Alyla


__ADS_3

Kini Alya tengah duduk berhadapan dengan Aluna,Alyla masih diam dan memperhatikan Aluna "Bagaimana rasanya ada diposisiku selama ini?"


Alyla mengeryit apa maksudnya.


"Kamu senang bukan diperlakukan baik oleh Adam, sekarang aku sudah kembali jadi kamu bisa kembali ketempatmu"


"Apa maksud kakak?"


"Jangan pura pura bodoh Alyla Adam masih mencintaiku sampai sekarang, maka dari itu lepaskan Adam biarkan dia kembali padaku"


"Kakak bercanda kami sudah menikah,dan pernikahan bukan permainan yang bisa ditukar seperti yang kakak lakukan dulu"


"Alyla aku memohon padamu tinggalkan Adam dan aku akan kembali ke posisiku disisi Adam"


Tangan Alyla mengepal dibawah meja "Aku tidak mengerti apa yang terjadi, kakak datang seolah tak mempunyai kesalahan setelah kabar kematian itu dan sekarang memintaku meninggalkan suamiku" Alyla terkekeh.

__ADS_1


"Suami..?Apa itu yang kamu mau hidup dalam bayanganku,tidakkah kamu pikir sikap Adam terhadapmu adalah karna Adam melihat wajahku yang ada dalam dirimu, kamu tau bukan sejak dulu Adam begitu mencintaiku"


Deg.. seketika itu pikiran Alyla berkelana tentang sikap Adam kini begitu memperlakukannya dengan baik,dan dulu ketika Adam memperlakukannya ketika menjadi Aluna. "Kalau begitu minta saja pada Adam untuk meninggalkanku" setelah meyakinkan diri kata itu yang keluar dari mulutnya.


"Tentu saja Adam tidak akan mau karna Adam merasa kasihan padamu, setelah apa yang kamu lalui apa kamu pikir Adam setega itu?"Kata Aluna sambil terkekeh.


"Jika Adam begitu mencintai kamu dia akan melakukan apa pun termasuk meninggalkanku" perkataan Alyla berhasil membuat Aluna terbakar namun Aluna masih bersikap tenang.


"Jadi selama satu minggu ini Adam menghabiskan waktunya denganku menurutmu itu untuk apa?"


Aluna membisikan sesuatu ketelinga Alyla sebelum beranjak, kata kata yang berhasil membuat setetes air mata jatuh begitu saja "Pikirkan baik baik kamu yakin selama ini Adam lembur atau dia menghabiskan waktunya bersamaku, putuskan apa kamu akan terus menjadi bayanganku atau pergi dan biarkan Adam bahagia denganku" Lalu Aluna pergi begitu saja sambil menyeringai.


Alyla meremas gamisnya hatinya sakit terasa tertusuk benarkah Adam melakukan itu padanya, benarkah selama ini Adam memperlakukannya hanya sebagai Aluna.sebuah pesan masuk keponsel Alyla dengan tangan gemetar Alyla membuka pesan tersebut memunculkan sebuah poto yang berhasil meruntuhkan pertahanannya. poto yang bertuliskan 'masih mau menyangkal bahwa Adam menghabiskan waktunya denganku' Alyla menangis tak perduli dirinya berada ditempat umum dia hanya ingin menangis melepaskan rasa sesak di dadanya.


Sudah hampir satu jam Alyla pergi ke toilet namun tak kunjung kembali Adam dilanda kekhawatiran bagaimana kalau sesuatu terjadi pada istrinya. "Azka sudah dulu ya mainnya kita cari Mommy dulu"

__ADS_1


"Mommy kemana Dad?"


"Tadi ketoilet tapi belum balik lagi"


"Ayo dad cari Mommy" Adam membawa Azka kedalam gendongnnya dan keluar dari area bermain, namun begitu Adam dan Azka keluar Alyla sudah menampakan dirinya melambai ke arah Azka dengan senyum ceria dan membawa dua kembang gula ditangannya.


"Mommy akka mau" sontak Azka meronta dari gendongan Adam dan berlari ke arah Alyla, Adam hanya menggelang melihat Azka yang begitu senang melihat kembang gula tersebut, hilang sudah kekhawatiran Adam begitu melihat Alyla baik baik saja.


"Pantesan lama beli kembang gula ya"


Alyla mengangguk tanpa melihat Adam "Iya tadi ngantri banget" Adam tak menaruh curiga akan sikap Alyla, Adam mengira bahwa Alyla tengah fokus pada Azka hingga tak melihat kearahnya.


Tanpa Adam sadari Alyla sedang menyembunyikan rasa sakitnya, Alyla tak ingin terlihat lemah di depan Adam, biarlah semua terlihat baik apalagi dihadapan Azka, alasan satu satunya Alyla masih bertahan hingga sekarang.


Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca.

__ADS_1


__ADS_2