
Yasmin dalam perjalanan untuk menemui supplier setelah pulang kampus,saat melewati jalan sepi Yasmin melihat perempuan yang sedang berteriak meneriaki copet.. lalu perempuan itu berjongkok lalu menangis.
"Mbak gak papa?" tanya Yasmin.
"Aku baru dicopet.. hiks.. hiks.."
"Kalo boleh tau mbaknya mau kemana?"
"Aku mau ke rumah.." perempuan itu mendongak "Kamu siapa?" tersadar dirinya berbicara dengan orang asing.
" Oh aku Yasmin,mbak sendiri?"
"Aku Aira, aku mau ke rumah tanteku tapi mobil yang ku tumpangi mogok, tadinya mau nyari taksi eh malah dicopet" Yasmin memperhatikan perempuan itu sepertinya mereka seumuran.
"Terus mbaknya mau lanjut cari taksi?"
"Ya gimana aku juga bingung aku gak terlalu hapal daerah ini tadi aku naik taksi daring eh dia nyasar terus muter muter sampe mogok aku kan jadi kesel ya udah aku turun trus malah kecopetan" Yasmin meringis kenapa jawabannya panjang sekali.
"Ya udah mbak mau kemana biar aku yang antar"
"Beneran" Aira langsung antusias,"Begitu dong,dari tadi kek nawarinnya."
Yasmin tersenyum "Mbak inget alamatnya dimana?"
"Perumahan Pemata indah blok C"
"Sebentar ya aku setting dulu g***le maps nya aku juga belum terlalu hapal jalanan disini" setelah menemukan tujuannya Yasmin mulai melajukan kembali motornya.
"Mbak dari mana kenapa bisa nyasar?" Tanya Yasmin.
"Aku dari Lembang, oh iya jangan panggil mbak dong aku masih 19 taun belum tua"
"Oh iya maaf"
"Iya panggil aku Aira aja, biasa aku di jemput kalo mau kesini,makasih loh ya beruntung ada kamu kalo enggak, gak tau deh sampai kapan disana mana hape aku juga di tas yang di copet tadi lagi,uang ktp,ah pasti ribet mesti bikin surat kehilangan" Aira terus menggerutu sepanjang jalan.
Yasmin melambatkan lajunya "Sebelah mana nih Ai?" Yasmin sudah tiba di gerbang perumahan bertuliskan Permata Indah.
"Ah aku inget dari sini, lurus terus nanti ada rumah besar catnya putih sama gold"
Yasmin terus menjalankan motornya pelan hingga tiba dirumah yang di tuju Aira "Yakin kan,rumahnya yang ini?" Yasmin takut salah rumah karna rumahnya tertutup gerbang tinggi.
"Iya kok ini rumah tante Alyla" Aira turun lalu berbicara dengan satpam.
__ADS_1
Satpam membuka gerbang yang menjulang tinggi itu "Silahkan non"
"Ayo" Ajak Aira pada Yasmin.
"Aku anter sampe sini aja ya"
"Gak boleh aku mau gantiin uang bensin buat kamu"
"Gak usah aku ikhlas kok" Yasmin menolak.
"Aku gak mau tau pokoknya harus ikut ayo" Aira naik kembali keatas motor, Yasmin menghela nafasnya mau tak mau ia harus mengantarkan Aira masuk jika tidak Aira tak akan turun.
Mata Yasmin melotot melihat pemandangan yang didapatnya ketika masuk kedalam gerbang,suasana nya sejuk penuh pepohonan dan bunga beberapa meter menuju teras rumah hingga ia melihat rumah yang besar berlantai tiga, tak lupa garasi yang besar berjejer mobil mewah di dalammya.
"Ai sampai sini yah" Yasmin berhenti tepat di depan teras rumah.
"Ayo masuk" Aira menarik tangan Yasmin hingga ikut terseret.
"Assalamualaikum" suara Aira bahkan mengalahkan bunyi bel rumah itu Aira langsung masuk,sambil terus menyeret Yasmin.
"TANTE" pekik Aira ketika melihat Alyla.
"Loh Aira, sama siapa sayang,kenapa gak bilang mau kesini biar supir jemput kamu"
"Jangan ngomong sembarangan tanpa drama hidup kita tuh gak indah" timpal Aira.
"Tante apa kabar?"
"Baik,tante ,Om,Aya sama Fardhan juga baik"
"Terus itu Azka gimana tante?" Aira tersipu saat menyebutkan nama Azka.
"Baik kok, dia baru pulang dari kampus, oh iya kok mama kamu gak bilang kamu mau kesini"
"Hehe.. ini tante aku tadi kecopetan,untung ketemu Yasmin aku dianterin sampe sini" Aira mengalihkan pertanyaan Alyla.
"Oh hay saya Alyla tantenya Aira" Alyla mengulurkan tangannya pada Yasmin,gadis berkerudung itu tertegun sebentar, nyonya kaya di depannya ramah sekali jauh sekali dari bayangan Yasmin yang menyangka orang dengan rumah besar seperti ini pasti sangat sombong.
"Saya Yasmin Bu" Yasmin menyalami tangan Alyla dan mencium tangan Alyla.
"Panggil tante aja" kata Alyla.
"Baik tante, kalo gitu saya permisi dulu tante" Yasmin tak enak hati ingin segera pulang rasanya canggung berada dirumah besar itu.
__ADS_1
"Loh gak boleh kamu harus ikut makan dulu,ayo" Alyla menuntun tangan Yasmin.
"Gak usah tante saya.."
"Udahlah Yas,kamu gak akan bisa nolak tante Alyla,ayo makan dulu" Aira ikut mendorong bahu Yasmin.
"Kenalin ini Kanaya anak kedua tante"
"Hai kak" sapa Kanaya.
"Hai aku Yasmin"
"Ramah banget sama Yasmin sama aku aja judes" Aira mendengus.
"Kalo sama kak Aira bosen,kalo yang ini masih seger" Kanaya memeletkan lidahnya.
"Udah, kebiasaan deh kalo ketemu tuh berantem, Aya bangunin abang kamu bilang kita makan dulu" titah Alyla.
"Oke mom" Kanaya pun menaiki tangga untuk menemui Azka.
"Ayo duduk Yas"
"Aku gak di suruh duduk nih tan?" Aira mencebik.
Alyla terkekeh, "Masa pribumi juga mesti di suruh sih"
Aira tertawa ia memang sudah sering datang maka dari itu ia sudah seperti dirumahnya sendiri. "Ia deh tante"
Azka turun dengan raut yang kusut ia terus menggerutu karna tidur siangnya terganggu, namun ketika memasuki ruang makan langkahnya terhenti,Azka bahkan sampai mengusap matanya, "Eh tunggu Ay" Azka mencegat Kanaya yang akan melewatinya "Itu siapa?" Azka menunjuk gadis berkerudung takut takut ia salah lihat.
"Kak Aira"
"Bukan dia, yang pake kerudung itu"
"Oh kak Yasmin" kata Kanaya acuh.
Azka tak salah dengar kan itu Yasmin cewek yang seharian di carinya di kampus tapi Yasmin seperti belut susuh untuk di temui namun sekarang ia malah melihatnya di rumah.
Azka berbalik setidaknya ia harus cuci muka dulu biar tidak bikin malu.
__________
Siapa yang dari kemarin nanyain Aira noh dah nongolπππΉπΉπΉπππ
__ADS_1