Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Jembatan antara aku dan kamu


__ADS_3

Adam menerjapkan matanya sedikit meringis merasakan denyutan dikepalanya,Adam merasakan Ada yang mengusap pipinya lembut dan terasa hangat.Adam membuka mata nya lebar melihat raut yang sedang menangis lirih di hadapanya pandangan Adam sedikit buram,ketika Adam bisa melihat dengan jelas spontan Adam membelalakan matanya.


"Mama.."


"Dam kamu udah sadar.. Ya ampun Adam Mama sama Papa panik banget begitu denger kamu kecelakaan,gimana perasaan kamu sekarang ada yang sakit gak yang sebelah mana yang sakit?"


Adam meringis mendengar celotehan mamanya,kepala Adam makin sakit dibuatnya.


"Sebentar dam.." Karina memencet tombol di sisi pembaringan Adam.Adam berusaha bangun "Kamu jangan bangun dulu tunggu dokter periksa kamu dulu"


Tak lama dokter memasuki ruangan tersebut."Pasien sudah stabil namun untuk menghilangkan kekhawatiran, Nyonya bisa memeriksa lebih lanjut untuk menghindari hal yang tidak di inginkan mengingat mungkin benturan di kepala pasien cukup keras kami menyarankan untuk melakukan rongsen." Karina mengangguk.


"Kapan mama datang" setelah dokter meninggalkan ruangan tinggal Adam dan Karina di ruangan tersebut.


"Baru 10 menit sebelum kamu sadar,Papa lagi ke Administrasi menanyakan perihal pembayaran." Karina menyuapkan bubur ke mulut Adam yang baru saja perawat antarkan.


Arya memasuki ruang rawat Adam "Kamu sudah sadar Dam"


"Hhe,em"Adam hanya mengangguk.


"Gimana Pah sudah selesai?" tanya karina.


"Sudah,untuk perawatan Adam katanya sudah di lunasi sama yang Anter Adam kesini,jadi Papa cuma ngurusin yang sekarang" sekarang Adam sudah di pindahkan ke ruang VIP,sebelumnya Adam hanya di ruang kelas 2 saja. "Katanya dia perempuan,kamu kenal Dam?" tanya Arya.

__ADS_1


Adam teringat sosok yang ia lihat sebelum kesadarnnya hilang,namun apakah itu nyata,atau mungkin hanya mimpi tidak mungkinkan Adam melihat sosok Aluna yang jelas jelas Adam tau telah tiada.Adam pun mengeleng atas pertanyaan Arya padanya.


"Ya sudah biar nanti Papa selidiki,"


"Gak usah biar nanti Adam yang urus"Kata Adam tegas,Arya pun mengagguk.Lagi Arya merasa tak bisa di andalkan untuk anaknya. Setelah kejadian 5 tahun lalu itu Adam meminta Papanya untuk tidak lagi ikut campur dalam masalah pribadi Adam.Dari balik punggung Karina mengusap lembut punggung Arya.


__________________


Risa tiba di rumah Ane untuk menjemput Azka,waktu menunjukan pukul 8 malam.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam,, eh Ris ayo masuk" itu Doni suami dari Ane.


"Gak apa apa Ris,maaf juga soal tadi Ane sudah cerita sama Mas"


"Iya gak apa mas itu kecelakaan,gak di sengaja juga semoga keluarga korban mau memaafkan." kata Risa.


Dari dalam muncul Ane yang menggendong Azka,"Mommy.." serunya senang.


"Hai gantengnya mama" Risa meraih Azka kedalam pelukannya "Emm sudah wangi,sudah mandi ya" Risa merasa tenang dengan memeluk Azka,sejak tadi perasaan tak menentu dan gelisah menghantuinya.


"Iya tadi di mandiin sama Tante Ane" Risa pun menoleh ke arah Ane.

__ADS_1


"Terimakasih ya An"


"Iya,, istirahat gih pasti cape,nanti kamu harus cerita ke aku ya Ris" Ane menahan keingin tahuanya tentang keadaan korban kecelakaan itu melihat raut lelah Risa,jadi tak tega.terlebih ada Azka takut menambah kesan trauma pada anak itu.Sejak tadi Azka hanya menangis,menyesal karna telah membuat kekacauan ini.Beruntung Aira dan Ane terus menghibur sehingga Azka kembali ceria.


"Iya An,Mas.. Aku pamit Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Risa masih menepuk pantat Azka,sesekali mengecup kening Azka yang tengah tertidur,Risa menghela nafasnya lalu mengusap wajahnya.


Mengapa harus bertemu lagi dengan Adam,disaat seperti ini kenyataan saat ini.. Saat ini ada seseorang yang akan menjadi jembatan mereka bertemu suatu hari nanti,namun mengapa harus sekarang setidaknya nanti setelah dirinya benar benar bisa melupakan Adam,kanapa harus sekarang.


Risa pergi mengambil wudhu,untuk saat ini hanya itu yang bisa ia lakukan berpasrah diri pada takdir yang Tuhan berikan, memohon agar nanti bila saatnya tiba tidak akan semenyakitkan ini.


Hatinya berdenyut sakit setiap ingat kejadian itu,apakah ia belum bisa ikhlas dengan takdirnya, dirinya tak berniat untuk menyembunyikan Azka dari Ayahnya ataupun Ayah dari anaknya,Azka berhak tau siap Ayahnya,bahkan Adam pun berhak tau tentang adanya Azka,terlepas bagaimana sikap Adam padanya atau tidak mau mengakui Azka itu bukan masalah untuknya,namun tidak sekarang,dirinya masih belum siap.


Perempuan berbalut mukena itu menangis meminta diberi keikhlasan dalam setiap langkah kehidupan yang sudah Tuhan takdirkan untuknya.


Entah apa yang akan Tuhan takdirkan namun pasti akan ada Adam di dalamnya karna Azka yang menjembataninya.


________________


Udah sampai sini beberapa bab ku ganti panggilan Alyla jadi Risa sebenernya jadi sering salah nulis kebiasaan ketik 'Alyla' sekarang jadi 'Risa' intinya orang yang sama tapi jadi agak gimana gitu.

__ADS_1


__ADS_2