
Azka pergi sebelum pesta selesai ia tak hiraukan lagi orang orang yang menatapnya bingung bahkan Azka tidak menyematkan cicinnya di jari Aira,yang ada di fikirannya saat ini adalah Yasmin, gadis itu pergi dengan mata yang berkaca, entah kenapa Azka begitu sakit melihat tatapan kecewa Yasmin padanya.
Azka memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi dan tak begitu lama ia sudah tiba di depan rumah Yasmin, tapi tunggu kenapa rumahnya gelap, Azka mengetuk pintu namun suasana tetap hening,apa mereka tidak dirumah..?
Azka menghubungi ponsel Yasmin namun tak juga diangkat,lagi.. dan lagi.. namun tetap tak diangkat, bodoh mana mungkin Yasmin mau menganggkatnya Yasmin pasti kecewa padanya,Yasmin pasti marah dan tak mau percaya lagi padanya, sia sia apa yang sudah Azka lakukan untuk meluluhkan Yasmin,Azka meremas rambutnya frustasi.
Jam sudah menunjukan pukul 11:45 malam, Azka ingin menggedor rumah Yasmin namun keadaan yang sudah semakin malam membuatnya takut membuat kegaduhan dengan tetangga sekitar,Azka tak tau saja Yasmin tengah berduka dan meratapi ibunya di rumah sakit.
Azka memutuskan pulang ia akan kembali besok pagi untuk meminta maaf pada Yasmin, dan menjelaskan semuanya.
Dirumah Adam, semua sedang berkumpul di ruang keluarga, suasananya masih hening mereka masih bersama fikirannya masing masing, mengingat Azka yang pergi begitu saja sebelum menyematkan cincin di jari Aira.
Adam melihat kearah Aira yang terus menunduk, Adam tak bisa menyalahkan sepenuhnya pada Aira, Adam tau Aira menyimpan perasaan pada Azka, mungkin itu sebabnya Aira berat menjelaskan bahwa Azka tak menginginkan pertunangan ini.
Ane dan Doni terlihat kecewa,apalagi melihat kesedihan dimata putrinya.
Adam menghela nafasnya lalu beranjak akan pergi "Mas..?" Alyla menahan Adam.
"Istirahat sayang ini sudah malam besok kita bicarakan semuanya"
"Tapi mas.."
"Lagi pula Azka juga gak ada, percuma kalau kita bicara tanpa Azka juga"
"Adam benar Alyla, kita bicara besok saja kita perlu istirahat" kata Doni, yang mengajak Ane berdiri untuk mengistirahatkan diri. "Ayo Aira" saat itu juga pintu rumah terbuka dan menampakan Azka,panampilannya terlihat kacau kancing kemejanya sudah terbuka setengah rambutnya acak acakan terlihat seperti habis diacak dan di remas, jas menggantung disebelah bahunya,tatapan semua orang terpaku termasuk Aira.
Azka menghembuskan nafasnya kecewa melihat kearah Adam dan Alyla, juga keluarga Aira,lalu melanjutkan langkah kakinya menaiki tangga dan memasuki kamarnya.
__ADS_1
Aira ingin mengejar Azka namun langkahnya di tahan Doni,yang menggeleng pelan.
Pagi harinya semua sudah berkumpul hanya tinggal menunggu Azka datang,Adam sudah memberitahu tentang Azka yang sebenarnya sudah mempunyai tambatan hati.
Azka turun dengan wajah yang nampak pucat,juga matanya yang menghitam "Ada apa..?" tanyanya.
"Kami menunggu kamu untuk bicara"
"Bukankah kalian terbiasa bicara tanpa melibatkanku" ucap Azka dingin.
"Ka,mommy.."Alyla merasa bersalah.
"Aku udah bilang sama Aira aku gak bisa, tapi kenapa pertunangan itu masih saja terjadi" Azka menatap dingin kearah Aira.
"Ka maafin aku.. aku.."
"Ka, Aira gak sepenuhnya salah, kami juga salah" kata Adam "Harusnya gak kita rahasiakan"
"Aku gak tau Mom.. dia pasti kecewa sama aku, aku berusaha keras buat bujuk dia supaya percaya tapi aku malah membuatnya kecewa,gak mudah buat aku dapatkan kepercayaannya"
Aira mendongak melihat Azka "Maaf.. aku gak tau kalau kamu udah punya pacar Ka,aku kira ini hanya tentang kita dan tak ada orang lain" meski sakit tapi memang tak seharusnya ia melakukan ini pada Azka, ia sudah egois.
"Maafin aku om, tante karna udah bikin kalian malu tapi andai aku tau lebih awal kita masih bisa bicara tapi sekarang aku.."
Ane hanya diam sedang Doni menarik nafas nya, ia melihat kearah Aira putrinya yang malang cintanya bertepuk sebelah tangan, tapi mau bagaimana lagi cinta tak bisa dipaksakan.
"Adam,Alyla kami akan pulang hari ini, aku harap ini tak akan merubah pertemanan kita yang sudah seperti saudara ini" Doni tidak mungkin membiarkan mereka dalam situasi ini terus, sedang anak nya terluka hatinya.
__ADS_1
Alyla memeluk Ane "Maafin aku An" Ane mengangguk mengiakan "Aira.. kamu tetap putri tante sampai kapan pun" Alyla mengusap rambut Aira yang berada di pelukannya.
"Maafin aku Ka, sampein juga maaf aku ke dia,semoga semua baik baik aja" Azka melihat Aira lalu tangannya mengusak rambut Aira diiringi senyum getirnya.
"Maafin aku juga" semua mata kini mengarah ke Jeromy yang masuk tergesa gesa "Ada apa Jer..?" tanya Azka,meski Jeromy masih menunjukan wajah datarnya tapi Azka tau ada sesuatu.
"Maaf nyonya,tuan saya lancang.." ia menerobos masuk saat tuannya sedang berkumpul
Adam mengangguk "Tak masalah Jer" Adam tahu siapa Jeromy ia salah satu kepercayaan Leo.
"Tuan Ibu nona Yasmin meninggal tadi malam" katanya pada Azka, Azka terkejut.
"Bagaimana bisa?" Azka meminta Jeromy mencari tau keadaan Yasmin karna sejak semalam Yasmin tak ada dirumahnya,dan Jeromy membawa kabar yang mengejutkan.
"Kecelakaan tadi malam tuan" Azka segera berlari keluar diikuti Jeromy dan tak menghiraukan Alyla yang memanggilnya.
Alyla mengeryit heran."Yasmin.. siapa?" Adam memang memberi tahu Azka mempunyai wanita yang disukai, namun Adam tak beri tahukan namanya.
"Yasmin perempuan yang Azka suka" jawab Adam,barulah Alyla mengerti mengapa Azka langsung pergi dan menghiraukannya, mereka semalam tak bertemu karnanya mereka tak tau, hanya Adam dan Leo yang bertemu langsung dengan Yasmin.
Ane dan Doni saling pandang "Kalau begitu kami pergi dulu" mereka pergi membawa Aira yang masih berpikir.
"Yasmin..?" rasanya ia ingat sekarang apakah Yasmin yang sama yang pernah menolongnya,atau Yasmin yang berbeda,ah benar itu Yasmin yang sama Aira ingat waktu itu tatapan Azka saat melihat Yasmin seperti sebuah kekaguman yang tak pernah Azka tunjukan pada siapapun.
Aira memejamkan matanya mobil yang dikendarai oleh Ayahnya sudah mulai melaju dan meninggalkan rumah Azka.
"Selamat tinggal Azka.." lirihnya.
__ADS_1
________
Nah kan Aira gak sejahat itu..🤪