Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
S2-Kekuatan dan kerapuhan


__ADS_3

Seperti yang Azka kira semua tak semudah itu untuk menikahi Yasmin pasti ada syarat agar ia bisa meminta Ayah Yasmin menjadi wali di pernikahannya.


Semalam setelah ia bertemu Ayah Yasmin dirumah sakit kini ia bertemu dengan istri dari ayah Yasmin, Mira..


Azka menatap tajam wanita di depannya sambil mendengus 'Serakah' batinnya.


"Jadi bagaimana, jika kamu bisa membujuk pak Adam untuk investasi diperusahaan kami saya pastikan suami saya akan datang" istri Jhoni sudah mencari tau siapa Azka siapa yang tak tau keluarga Sadewo, nama belakang dari Azka bisa dicari dengan mudah di mesin pencarian


"Tapi nyonya tuan Jhoni sudah sepakat untuk datang"


"Kamu fikir dia akan datang tanpa seizinku" Mira tertawa pelan "Sejak dulu suamiku selalu menuruti perkataanku.. Jadi bagaimana?"

__ADS_1


Azkan terkekeh, lalu mengangguk tak lama tertawa, tawa yang terlihat mengerikan bagi Mira apa dia gila? batin Mira.


Azka menyeringai "Dengar nyonya,jika kamu fikir aku melakukan ini tanpa persiapan, tak masalah jika tuan Jhoni tak datang Aku akan tetap menikahi Yasmin, tapi sayang sekali aku tak mungkin meminta Daddy ku untuk bekerja sama dengan ular macam kalian"


Mira mendesis, tangannya mengepal erat "Jero berikan berkasnya" Jeromy yang berdiri di belakang Azka mengangguk lalu membuka sebuah tas hitam dan mengeluarkan sebuah map di dalamnya, "Bagaimana jika orang orang tau kau menggelapkan dana perusahan garmen kalian, mungkin suamimu akan menutupinya tapi bagaimana dengan para pemegang saham mereka tak mungkin mau dirugikan hingga milyaran rupiah"


"Mungkin tak cuma kamu yang di depak, tuan Jhoni juga bisa kehilangan jabatannya"


Wajah Mira yang tadi percaya diri kini meredup terganti dengan bias pucat yang terpancar "Jangan macam kamu?"


Lalu Azka memajukan tubuhnya kearah Mira dan berbisik "Ah.. haruskah aku juga membalas perbuatanmu pada Yasmin dulu,tentu kamu masih ingat dengan apa yang sudah kalian lakukan pada Yasmin bukan?"

__ADS_1


Azka beranjak dari duduknya ia muak melihat tampang tampang munafik macam Mira "Kalian tidak datang tak masalah, namun bersiaplah nyonya aku tak akan main main" Azka pergi meninggalkan Istri Jhoni yang berwajah terkejut dan gemetar, beruntung sebelum menemui Jhoni kemarin ia sudah menyelidiki semua tentang Jhoni dan istrinya, persetan dengan Jhoni datang atau tidak, ia akan tetap menikahi Yasmin, jika sampai Jhoni tak datang besok maka pria itu benar benar brengsek,dan Azka akan pastikan mereka menyesal.


Azka termasuk pria yang lembut, karna menuruni sedikit watak Alyla namun jika ia terpancing maka ia akan melebihi Adam dalam hal arogansi,apa lagi menyangkut orang orang yang disayanginya.


"Jero, aku mau kerumah sakit sebelum ke kampus" tadi pagi ia mendapat telpon dari ibu tiri dari Yasmin tersebut dan meminta bertemu di sebuah Restoran.


Jeromy mengangguk lalu memacu mobilnya ke rumah sakit.


Azka berjalan di koridor tak banyak orang yang lalu lalang karna di lantai ini hanya ada pasien VVIP, begitu masuk Yasmin baru saja di bersihkan oleh seorang perawat,perawat tersebut hanya mengangguk ketika sudah selesai dengan tugasnya lalu pergi dari ruangan Yasmin.


"Hai.. sayang.." Ragu Azka memanggil sayang, namun entah mengapa hatinya terasa begitu membuncah "Kamu suka panggilan sayang?, aku suka dan akan memanggilmu seperti itu terus" Azka menghirup udara yang terasa menyesak kan baginya "Bangunlah.. kita akan menikah besok,kamu tau aku harus bekerja keras demi menikahi kamu, maka itu kamu harus bangun dan balas semua yang sudah aku lakukan untukmu" Azka menggenggam tangan Yasmin, ia tak bisa membendung air matanya, Azka segera menghapus air mata yang akan menetes "Ayo bangun kita besarkan Raja bersama, kita juga bisa membuat adik untuk Raja nanti" Azka terkekeh,lalu membaringkan kepalanya disisi Yasmin menyentuhkan pipinya ketangan Yasmin, berharap Yasmin bisa merasakan air matanya yang mengaliri pipinya.

__ADS_1


Jika tadi ia memperlihatkan ketegaran dan kekuatannya di depan istri Jhoni, maka di depan Yasmin ia memperlihatkan kerapuhannya, entah bagaimana hati Azka bisa terjatuh begitu dalam pada Yasmin hingga ia tak bisa berkutik lagi.


Azka akan memberikan seluruh hidupnya untuk Yasmin.


__ADS_2