
"Pagi sayang.." Azka mengecup dahi Yasmin.
"Hari ini Raja mulai masuk Sekolah dasar,dia antusias banget" Azka menyibak gorden hingga cahaya matahari pagi masuk ke dalam kamar.
Azka duduk di sisi Yasmin, diranjang yang luas ini Azka biasa menemani Yasmin tidur.
"Oh iya hari ini aku juga bakalan naik jabatan jadi wakil Direktur" Azka mengusap dahi Yasmin menyibak rambut cantik Yasmin,hanya ia yang bisa melihatnya dan seorang suster yang menemani Yasmin saat Azka bekerja, selebihnya hanya Azka yang mengurus Yasmin termasuk memandikan.
Azka mulai mengambil air hangat dan mulai menyeka badan Yasmin dengan handuk kecil,tubuh kurus itu masih memejam sudah empat tahun berlalu, namun Azka tetap bersabar dan memilih memindahkan Yasmin ke rumah bahkan membeli semua peralatan yang bisa menopang hidup Yasmin.
Azka memesan ranjang besar agar ia bisa tetap tidur di sisi Yasmin tanpa takut menyenggol alat bantu Yasmin. ia akan tidur dengan memandang wajah Yasmin setiap malam dengan berharap Yasmin akan bangun di pagi harinya.
"Selesai, kamu semakin cantik" Azka sudah mengoles pelembab di wajah Yasmin juga liptint di bibir Yasmin, tak lupa mengoles pelembab di seluruh tubuh Yasmin agar tak kering,memakaikan kembali kerudung yang selalu membungkus mahkota Yasmin,semua Azka lakukan dengan hati hati dan teliti.
Setelah mengurusi Yasmin Azka bersiap dengan stelan kerjanya, kemeja dasi dan terakhir jas yang membuat Azka semakin gagah dan tampan, tubuh Azka kini lebih berisi dan kekar dada yang bidang bahkan otot otot lengan yang menonjol dibalik kemeja yang dipakainya menambah kesempurnaan dalam diri Azka.
Azka selalu menjaga diri dengan makanan sehat dan sering berolah raga meski hanya dilakukan dirumah,Azka bertekad akan selalu sehat demi terus bisa menjaga Yasmin, dan memastikan Yasmin baik baik saja, dan hasilnya tubuh Azka semakin gagah dan berkarisma di usianya yang ke 25 tahun.
"Aku berangkat dulu" Azka mengecup dahi Yasmin lalu keluar dari kamar,di luar kamar sudah ada suster yang akan berjaga menemani Yasmin "Hubungi saya jika terjadi sesuatu, hari ini juga jadwal dokter memeriksa"
"Baik tuan.."
Azka turun dan melangkah menuju ruang makan sudah ada Raja, Adam, Alyla dan Fardhan yang sedang bergurau, meski tak ada senyum di bibir Fardhan,anak itu masih saja dingin,meski hanya di luar. Azka tau Fardhan mempunyai sikap lembut di dalam, seperti pada Raja ia akan terus bicara tidak suka anak kecil, namun ketika Raja sakit Fardhan akan terlihat panik dan sedih.
"Pagi mom, dad" Azka mengusak rambut Fardhan.
__ADS_1
"Ish abang aku udah gede ngapain sih masih ngusap ngusap rambutku"
Azka hanya terkekeh "Kamu sudah siap sekolah?" Azka duduk di sebelah Raja.
"Siap Yah, Aku udah bawa semuanya" Raja menunjuk tas yang ada di sisi kursinya.
"Siapa yang siapin?"
"Aku di bantu bibi"
"Pintarnya anak Ayah" Azka mengusap rambut Raja.
"Bukannya hari ini Anak Mommy juga naik jabatan ya" tanya Alyla.
"Daddy bangga sama kamu,kamu bisa buktikan kalau kamu bisa sukses meski memulai dari bawah"
Azka mengangguk "Makasih dad"
"Ya sudah sebaiknya kita bersiap,kamu juga harus mengantar Raja terlebih dulu kan?"
Azka mengangguk lagi lalu mereka memulai sarapannya.
"Ayah, nanti pulang sekolah boleh ketemu bunda?" mereka kini sedang di dalam mobil menuju sekolah Raja.
"Boleh tapi jangan nakal duduk di kursi jangan mainin alat alat Bunda" Azka hanya khawatir saat kecil Raja pernah memainkan alat bantu Yasmin hingga Yasmin mengalami gagal pernapasan,beruntung suster mengetahui dan segera menghubungi dokter hingga Yasmin kembali stabil,maka ia tak pernah membiarkan Raja sendirian kala menemui Yasmin.
__ADS_1
"Okey.."
"Juga minta suster temenin Raja, biar bisa awasin Raja kalau Raja nakal"
"Ya Ayah, oh ya Ayah kapan sih bunda bangun?" Azka menghela nafasnya melihat raut sedih Raja.
"Kita berdoa terus supaya bunda cepet bangun ya!"
"Aku juga selalu berdoa, setiap hari tapi bunda gak bangun bangun"
Azka mengusap rambut Raja "Oh iya Papa Sandi kemarin nelpon Ayah katanya minggu depan mau ajak Raja jalan jalan" Azka mengalihkan pembicaraan mereka agar Raja tak bersedih lagi.
"Kemana Yah?"
"Gak tau, mungkin kejutan"
"Bulan kemaren Raja di ajak ke Bali kan, tapi minggu depan gak bisa jauh jauh soalnya kan Raja harus sekolah senin nya"
"Iya Yah" sejak kejadian Sofia di tangkap polisi, Sandi tak mempermasalahkan lagi Raja di asuh Azka,ia sadar jika dirinya bukan Papa yang baik dan ia memasrahkan semuanya pada Azka,begitupun tuan Anggoro namun Sandi meminta kebebasan bertemu Raja seperti hal rutin yang akan di lakukan Sandi mengajak Raja berlibur dan jalan jalan di waktu luangnya.
Terkadang juga Raja akan menginap di kediaman Sandi dan Anggoro di Yogyakarta.
"Nah sudah sampai,belajar yang rajin dan jangan nakal oke" Azka menyampirkan tas gendong Raja setelah membuka pintu mobil "Nanti siang Ayah gak bisa jemput soalnya ada rapat, jadi nanti pulang nya di jemput supir"
"Oke Ayah.." Azka melanjutkan perjalanannya ke kantor setelah menitipkan Raja pada wali kelasnya.
__ADS_1