Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
S2-Kehilangan


__ADS_3

Yasmin berlari kearah Bu Amira yang menunggu di depan ruang Icu "Bu Amira bagaimana keadaan Ibu"


"Ibu kamu kritis di dalam, yang sabar ya Yasmin, oh iya Raja masih dirumah saya, tadi ibu kamu nitipin Raja katanya mau ke mini market tapi gak lama warga menemukan ibu kamu jadi korban tabrak lari" Hati Yasmin berdenyut nyeri ketika mendengar ibunya kritis, apa ini jawaban keresahan nya sejak tadi pantas saja Yasmin enggan pergi kepesta itu,karna pergi kepesta ia meninggalkan ibu dan Raja dirumah,terlebih disana ia juga malah mendapat kekecewaan,Azka sama saja. Yasmin menggeleng bukan saatnya memikirkan hal itu yang paling penting sekarang adalah ibu "Ibu.." Yasmin meluruh kelantai kakinya sudah tak kuat lagi menopang sejak turun dari taksi ia berlari tak ia perdulikan sakitnya kaki yang beberapa kali keseleo karna sepatu berhak tinggi.


Dengan nafas terengah Dina berhasil mengejar Yasmin, kini ia berjongkok dan melihat Yasmin yang menangis dalam diam, Dina meraih Yasmin dan memeluknya dan tangis Yasmin semakin mengencang di pelukan Dina "Ibu.."


Seorang dokter membuka pintu Icu sambil menunduk "Ada yang bernama Yasmin?"


"Saya.." Yasmin segera berdiri "Saya Yasmin dok"


Dokter mengangguk "Beliau ingin bicara dengan adik" Yasmin akan masuk sebelum dokter kembali berucap "Kami sudah berusaha, saya harap kita mempersiapkan untuk hal terburuknya" Air mata Yasmin semakin deras mengalir mendengar ucapan dokter.


Yasmin menghapus air matanya sebelum semakin dekat dengan Ibu yang sudah terbaring lemah "Yasmin.." kata ibu lirih.


"Yas disini Bu" Yasmin menggenggam tangan Ibu.


"Jangan berikan Raja pada mereka,,Sof...ia.."

__ADS_1


"Ibu tenang saja aku akan jaga Raja, kita bisa pergi lagi pergi yang jauh biar Raja gak di ambil,setelah ibu sembuh kita pindah kita cari tempat baru" Air mata Yasmin tak hentinya keluar melihat ibu begitu lemah.


Ibu menggeleng "Bukan ibu, tapi kamu Yas, jaga Raja" Yasmin menggeleng


"Gak bu.. kita akan sama sama jaga Raja"


"Kamu juga harus.. ba-hagia.."


"Ibu...jangan ngomong seolah ibu mau tinggalin Yasmin.." semakin deras saja air mata yang mengalir dipipi Yasmin.


Napas ibu semakin tersendat "Yasmin pasti- kuat.."


Yasmin memeluk ibu "Ibu.." tak ada suara "BU.." suara detakan jantung ibu berhenti seiring bunyi Biiiiip panjang yang terdengar.


"Ibuuuu.. bu jangan bu.. jangan tingalin Yasmin sendiri bu.. Ibuuu"Yasmin mengguncang tubuh ibu, Dina dan Amira ikut menangis, Dokter dan para suster menunduk sedih. "Ibu apa yang mesti Yasmin lakuin bu,,Yas sendirian bu..Ibuuuuu hiks.. hiks.. ibuuu.." Yasmin menggeleng "Gak bu.. ibu gak boleh tinggalin Yasmin,ayo bu.. ayo kita pergi kita bawa Raja pergi bu"


Dina memeluk Yasmin "Yas udah"

__ADS_1


"Dina ibu tinggalin aku Din.. hiks.."


"Yang kuat Yas, lo pasti kuat, lo harus kuat"


Yasmin menggeleng "Gak.. enggak .. ibuu jangan tinggalin Yasmin buu" Tangisan Yasmin semakin kuat ia meraung dan menjerit bahkan sudah terduduk dilantai "Akhhh Ibu.. Ibu.. hiks ibu.." Dina terus memeluk Yasmin,tangisan Yasmin semakin memelan seiring kesadarannya yang terenggut.


Yasmin jatuh pingsan.


_______


Di sebuah hotel berbintang seorang wanita tengah mondar mandir dengan gelisah "Bagaimana ini, bagaimana jika Sandi tau semuanya bisa gawat.."


"Tenanglah Sofia kamu berlebihan, Sandi gak akan tau,lagi pula dia sedang menemani mertuamu yang sekarat itu, berdoa saja semoga ibunya Andini tidak selamat maka rahasia kita tetap aman" Pria itu menyesap minuman yang di pegangnya.


"Sial.. ini gara gara tua bangka itu, dia memberi syarat yang tak bisa ku penuhi, tua bangka tak berguna,kenapa dia tak mati saja sekarang"


"Ck.. ck.. sayang jika dia mati sekarang maka semua hartanya juga tak akan kamu miliki,tapi akan jatuh ke yayasan, kamu harus nya segera membawa anak Sandi agar dia bisa melimpahkan semuanya pada bocah itu, baru lah kamu berkuasa.. itu pun jika hak asuhnya bisa kamu dapatkan jika tidak.. beruntunglah orang tua asuhnya"

__ADS_1


"Semua gara gara kamu ini jadi rumit, sudah kubilang jangan temui aku, aku ada janji dengan nenek bocah itu, tapi kamu tetap saja menemuiku,akhirnya dia tau"


"Lalu apa yang harus aku lakukan jika aku merindukanmu,selama ini aku selalu menahan diri saat kamu bersama Sandi tapi disini tak ada Sandi jadi kamu bebas bukan" Pria tersebut memeluk Sofia dari belakang lalu memberikan kecupan kecupan kecil di leher Sofia.


__ADS_2