Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Rasa bersalah Azka


__ADS_3

Hari ini Adalah hari minggu waktunya untuk menghabiskan waktu bersama keluarga,terutama bagi Alyla dari senin sampai sabtu dia akan di sibukan mengajar,maka hari minggu adalah waktunya bersama Azka.


Alyla sedang menemani Azka menggambar di teras rumah,coretan coretan yang belum berbentuk menanadakan itu adalah goresan bocah yang baru berumur 4 tahun lebih beberapa bulan saja.


"Mommy kata tante Ane tahun ini Akka mau masuk TK sama Aira kan?"


"Iya makanya Azka harus rajin belajar biar nanti di sekolah sudah terbiasa" Alyla mengusak rambut Azka lembut.


"Hmm makanya Akka lagi belajar gambar bagus kan Mom" Azka menunjukan hasil gambarnya pada Alyla.


"Wow.. pinternya Anak Mama ini gambar apa sayang?"


Azka mendengus "Kalo menurut Mommy bagus harusnya Mommy tau ini gambar apa"Alyla meringis benar juga.


"Ini bagus kok cuma Mama kurang paham ini gambarnya kenapa begini ini mobilkan?"


"Ini gambar mobil yang waktu itu mau nabrak Akka Mom,mobilnya kan nabrak pohon jadi depannya begini-Azka berhenti sejenak "Mom boleh gak nanti Akka ikut jenguk om itu Akka mau minta maaf karna sudah nakal nyebrang jalan sembarangan"


Alyla mengusap pucuk kepala Azka,ini sudah dua hari sejak kejadian itu kemarin Alyla mampir ke Rumah sakit untuk melihat bagaimana keadaannya,setidaknya melihat dari jauh karna belum siap untuk bertemu secara langsung,begitu tiba di ruang inap tersebut Alyla mengintip di celah pintu yang sedikir terbuka namun sudah di isi orang lain,ketika bertanya kepada seorang perawat,perawat itu mengatakan " Pasien yang kemarin sudah di pindah ke ruan VIP atas permintaan keluarganya" Alyla akhirnya hanya menitipkan buah yang ia bawa untuk di berikan kepada Adam juga selipan sebuah kartu permintaan maaf.


Alyla tersadar dari ingatannya tentang kemarin ketika mendengar pintu pagar terubuka dari luar."Assalamualaikum"Ane datang dengan sepiring pisan goreng di tangannya.


"Waalaikumsalam" Jawab Alyla dan Azka serentak.


"Hai gantengnya tante wah lagi menggambar apa?"


"Hehe,, gabarnya jelek tante jangan liat,...itu buak Akka ya tante" Azka menujuk pisang goreng yang masih di pegan Ane"


"Iya, ini buat Azka,Azka mau?"


"Mau,, mau,,"


"Tapi makannya di dalam ya tante mau bicara sebentar sama Mama kamu sebentar"

__ADS_1


"Mommy tante bukan Mama!!" kata Azka tegas.


"Iya deh MOMMY PUASKAN" Ane memutar bola matanya,selalu begitu Azka selalu protes jika orang lain memanggil Mommynya Mama.


"Ada apa An,oh iya Aira mana?"


"Aira sama Ayahnya lagi mancing bareng di kolam ibu" Kebiasaan Suaminya ketika libur bekerja selalu memancing di kolam milik orang tua suaminya,dan tak lupa mengajak Aira bersama


"Kamu gak ikut?"


"Jangan bikin topik lain hari ini aku yang bikin topik" Alyla meringis benar dia sedang mencoba menghindari topik yang sebenarnya dia sudah tau kenapa Ane datang kesana pagi pagi sekali.


"Aku dari kemarin ngerasa bersalah banget Ris,aku harap orang itu baik baik aja"


"Dia baik baik aja An.."


"Aku cuma takut dia mendendam dan nanti aku dapat karmanya,itu karna aku lalai jagain Azka, Ris"


"Kayaknya dia gak akan sekejam itukan sampai mendoakan penyebab kecelakaannya mendapat karma deh" kata Alyla sambil terkekeh.


'Ya aku tau bahkan aku pernah menjadi sasarannya karmanya meski itu tak seharusnya tak pernah terjadi padaku' batin Alyla berteriak.


"Ris.. kamu kenapa kok ngelamun sih"


Alyla menghela nafasnya lalu menoleh kearah pintu,terdengar suara televisi yang sedang menyiarkan acara kartun kesukaan Azka,setidaknnya memastikan Azka tak mendengar ucapannya "Dia Ayahnya Azka An"


"Hah maksud kamu"


"Dia yang kemarin kecelakaan itu Ayahnya Azka"


Ane menutup mulutnya "Ris... terus gimana waktu dia liat kamu?" Ane berusaha meredam amarahnya,Ane sudah tau tentang masa lalu Alyla dan dia merasa ikut marah dengan apa yang di perbuat lelaki itu terhadap Alyla,yang ia panggil Risa.


"Dia gak sempet liat aku karna waktu itu Dia belum sadar"

__ADS_1


Hhhh Ane lega mendengarnya entahlah sepertinya ia tak ingin mereka bertemu.


"Aku gak tau reaksinya seperti apa nanti kalau bertemu aku,..Aku belum siap mungkin dia akan mengenaliku sebagai kembaranku lagi" Alyla memejam.


"An boleh aku minta tolong?"Sorot matanya penuh permohonan.


_________________


Kondisi Adam sudah membaik hanya dia sedikit pusing mungkin akibat benturan yang cukup kuat,kepalanya masih di perban setidaknya ada 10 jahitan di dahinya.


Setelah menjalani serangkain pemeriksaan Akhirnya sore ini Adam di perbolehlan pulang,beruntung tak ada luka serius hanya luka luar saja.


"Dam kita mau pulang ke jakarta aja,urusan vila biar nanti aja kamu harus banyak istirahat" Kata Karina yang sedang membereskan pakain Adam.


"Gak usah mah,Adam udah ambil Cuti dan masih ada 5 hari lagi,Adam mau ke Vila aja."


"Ya sudah"Karina pasrah.


"Sudah selesai Mah?" Arya muncul di balik pintu.


"Sudah pah,tapi nunggu infusan Adam habis paling 15 menitan lagi"


"Ya sudah biar Papa taruh barang Adam dulu ke mobil"Arya mengambil tas yang di pegang karina.


Tok..tok..tok..


Seseorang mengetuk pintu ruang rawat Adam,Karian membuka pintu dan memunculkan Seorang perempuan cantik bersama seorang Anak kecil dibelakangnya.


"Assalamualaikum.."


Semua yang ada di ruang rawat tersebut terpaku dengan pemandangan yang ada di hadapan mereka.


_______________

__ADS_1


Di narasi aku tulis Alyla lagi,tapi soal panggilan aku panggil Risa,biar gak terlalu menghilangkan Alyla,yang dari awal emang namanya. terimakasih 🙏


__ADS_2