
Alyla tiba di restoran tepat pukul 7 setelah semalam menggantikan temannya yang tak bisa bekerja.Mengambil seragam di loker lalu memakainya memoles wajah dengan tipis dan bersiap untuk melayani tamu yang datang.
Dari arah luar Lisa berlari."Hai udah dateng,aduuuh aku telat gara gara semalem aku pulangnya kemaleman"Lisa terus meracau sambil mengambil seragam dan memakainya.
Alyla mengerutkan keningnya,temannya Lisa semalam pergi kencan pantas saja bangun kesiangan pasti karna sedang kasmaran dan tidak bisa tidur.Alyla saja sejak bertemu Adam jadi susah tidur dan terus terbayang saat Adam menciumnya.
Alyla menggeleng seraya mengenyahkan pikirannya tidak boleh Adam adalah kekasih kakaknya.
Lisa keluar dari ruang ganti.
"Ehh apa ini kamu pake kaca mata,gak biasanya?"
Lisa meneliti penampilan Alyla lagi.Tadi sewaktu masuk Lisa tak memperhatikan karna terburu buru
"Hehe ini cuma lagi cari gaya baru aja"Kilahnya.
"Hmm tapi cantik kok,cuma karna gak biasa aja"
Alyla cuma bisa meringis,sebenarnya Alyla takut karyawan kantor Adam ada yang datang dan mengenalinya,secara kantor Adam ada di sebrang jalan raya sana.jadi dia berusaha menutupi dan membuat perbedaan meskipun cuma sedikit."Udah ah jangan liatin aki terus malu tau,ayo kita mulai kerjanya,nanti si bos marah"Alyla menggeret tangan Alyla untuk segera bekerja.
Disisi lain Adam mendatangi Apartemen Aluna sejak semalam Adam sudah rindu melihat wajah kekasihnya,bahkan meski mereka barusaja bertemu,jadilah Adam menyempatkan diri bertemu Aluna sebelum bekerja lebih bagus jika Aluna mau ikut kembali ke kantornya dan menemaninya seperti hari kemarin.
Adam memasukan pin setelah memencet bell beberapa kali namun Aluna tak membukanya.Adam masuk dan mengedarkan pandangannya kosong.
"Luna.. sayang kamu di kamar mandi" Adam mengetuk kamar mandi tak ada sahutan,lalu membukanya dan....kosong.
Adam mencoba menghubungi ponsel Aluna namun tidak aktif sama sekali.
__ADS_1
Adam menyerah mungkin Aluna sedang pergi keluar pikirnya.Adam memacu mobilnya kembali,untuk pergi bekerja.Adam bertekad akan mengunjungi Aluna lagi saat pulang kantor nanti.
Adam memasuki loby kantor dan di sambut oleh Ali asisten sekaligus orang kepercayaan papanya.
"Pagi pak Adam"Sapa Ali sambil membungkukan badannya.
"Jangan panggil saya Pak dong Pak Ali saya gak enak jadinya, Pak Ali tuh udah separti Papa kedua buat saya,jadi jangan panggil saya Pak,ya!"mereka berjalan beriringan menuju lif.
"Kalo itu gak bisa Pak karna ini di kantor dan saya harus memberi contoh bagi yang lain supaya mereka gak bertindak sembarangan"
"Terserah Pak Ali aja deh,tapi janji ya kalau di luar kantor jangan panggil saya Pak," mereka memasuki ruangan Adam.Untuk sementara Ali yang menjadi sekertaris Adam sampai Adam bisa menemukan orang yang bisa dia percaya itu keputusan dari Arya Papanya Adam.
"Pak Ali gimana kabar Leo,kapan dia selesaikan S2 nya?" Leo adalah anak dari Pak Ali yang seumuran Adam sejak kecil mereka selalu bersama,dan bersahabat hingga kini,Leo sedang menempuh pendidikan nya di Singapur."Terakhir memberi kabar katanya akan selesai sebantar lagi" kata Adam mereka masih sering berhubungan meski cuma lewat telpon.
"Benar Pak,mudah mudahan jika semua lancar akan selesai dalam dua bulan"
"Pak Ali disini cuma ada kita berdua,jadi tolong jangan panggil saya Pak,ya Pak!"
Adam tersenyum ke arah Pak Ali,lalu menunduk mengerjakan pekerjaannya."Nak Adam hari ini kita ada janji dengan klient untuk makan siang bersama di Restoran sebrang kantor,saya sengaja memilih yang dekat dengan kantor karna jadwal kita padat hari ini." Pak Ali masih membaca Notebooknya.
Adam mendesah pasrah sepertinya hari ini dia akan sangat sibuk dan harus melupakan keinginannya untuk menemui Aluna sepulang kantor,dengan jadwal yang di bacakan Pak Ali yang padat mungkin Adam akan pulang malam.
______________
Jam makan siang adalah waktu sibuk untuk Alyla tamu mulai berdatangan,untuk mengisi perut,Retoran ini berdiri di kawasan perkantoran jadilah di jam tertentu seperti makan siang restoran akan di penuhi para karyawan kantor sekitarnya.
"Alyla ikut saya ke lantai dua,dan bawa pesanan yang sudah di siapkan koki" Pak manager menghampiri Alyla yang sedang bekerja.
__ADS_1
"Baik Pak" Alyla mengangguk,dan memasuki dapur untuk membawa pesanan dan mengantarnya ke lantai dua dimana ruang VIP berada.
"Ada apa dengan mata kamu Alyla"Tanya pak manager.
Alyla mendesah,ini pertanyaan kesekian yang di ajukan oleh rekan kerjanya "Gak apa apa Pak cuma lagi cari suasana baru saja,apa tidak diperbolehkan Pak?" Mereka memasuki lif menuju lantai dua.
"Tidak hanya terlihat aneh saja,selama itu tidak mempengaruhi kinerjamu tidak masalah"
mereka memasuki ruang VIP setelah mengetuk dua ketukan,Ruang VIP sangat luas karna juga di lengkapi meja dan kursi untuk rapat ada juga sofa di sudut ruangan dekat jendela.
Alyla berdiri di belakang pak manager yang masih menghalangi pandangannya untuk melihat tamu VIP kali ini.
"Pak Adam saya mengantar pesanan Anda"Kata pak meneger.
Begitu nama Adam di sebut Alyla memiringkan kepalanya untuk melihat wajah dari tamunya,berharap Adam ini bukan Adam yang ada di benaknya,namun..
Deg..
Jantung Alyla berdegub kencang 'Bagaimana ini' Adam masih menunduk sambil meneliti berkas di depannya.'Semoga dia tidak melihatku,semoga adam terus menunduk' batin Alyla.
Alyla membungkuk dan menyajikan makanan nya.sampai selesai Adam masih terus fokus pada berkasnya.Alyla berbalik mengikuti Pak manager yang keluar dari ruangannya,bagi Alyla ruangan tersebut seperti pengap bagaimana kalau adam melihatnya dan membuatnya curiga.Aluna pasti akan marah.
Alyla berbalik dan ingin secepatnya keluar dari ruangan itu."Tunggu.."
Deg..
Langkah Alyla terhenti saat suara Adam memanggil."Ya.. Pak.." Alyla tak mau berbalik dan menghadap Ada,suara Alyla sedikit bergetar."Ada yang..anda butuhkan?" tanya Alyla.
__ADS_1
"Tidak hanya mengucapkan terimakasih"Kata Adam.
"Sudah tugas saya pak,permisi"Alyla melangkah cepat tanpa menoleh lagi ke belakang,begitu pintu tertutup Alyla mendesah lega,benar benar lega.