Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
S2- Insecure (2)


__ADS_3

Yasmin meraba hatinya entah kapan ia merasakan perasaan ini ia mulai mencintai Azka,ketulusan dan kesabaran Azka dalam mengurusnya membuat Yasmin merasa kagum, lalu menumbuhkan rasa itu, yang Yasmin tau biasa disebut cinta.


Perlakuan Azka yang lembut, dan perhatian padanya membuatnya semakin jatuh, meski Yasmin belum mengungkapkan nya, karna keadaannya yang masih dilanda perasaan tak percaya diri dengan keadaannya,ia berencana akan mengatakannya saat sudah sembuh nanti.


Yasmin menghadap cermin lalu meneliti pemanpilan nya,ia menghela nafasnya lalu berbalik.


Tadi diruang tamu ia melihat Azka dan Alyla sedang mengobrol dan tertawa dengan seorang perempuan cantik, perempuan tersebut bahkan begitu possessiv memeluk lengan Azka, sedang Azka mengelus rambut perempuan tersebut sambil tersenyum, bahkan sesekali Azka mengusap perut perempuan tersebut sambil berbisik, entah apa Yasmin tak mendengarnya karna jarak nya cukup jauh, lalu sang perempuan tertawa senang dengan apa yang Azka lakukan.. tawa yang sungguh cantik, bahkan Yasmin kira perempuan itu semakin cantik di banding dulu, Yasmin tau siapa perempuan itu perempuan yang dulu akan ditunangkan dengan Azka.. Aira..


Yasmin mengusap matanya yang meneteskan air mata, "Aku kenapa.. sih?"


"Harusnya aku banyak bersyukur kan,aku sungguh beruntung Azka masih mau mengurusiku, itu sudah cukup dan jangan berharap lebih" Yasmin tau dirinya sedang dilanda cemburu apalagi saat melihat suaminya di peluk perempuan lain juga perempuan itu lebih cantik darinya dan juga sempurna tentunya tak seperti dirinya yang hanya bisa duduk di kursi roda, seketika pikiran buruk menghampirinya bagaimana jika Azka mulai bosan dan meninggalkannya dan memilih perempuan lain yang tentu saja lebih sempurna darinya.

__ADS_1


Yasmin meraba lagi hatinya sakit, Yasmin menggeleng mengenyahkan fikiran buruknya tak mungkin Azka melakukan itu, jika pun ia Yasmin yakin Azka akan melakukannya saat ia tengah koma, lalu mengapa Azka terus bersabar dan menunggunya..


Fikiran buruk kemabali datang.. mungkin karna Azka gak tau kalau aku bakalan lumpuh,makanya dia tetap mengurusku,dan sekarang setelah lama aku terapi aku tetep gak bisa jalan maka Azka akan membuangku, Yasmin terus menggeleng sambil meremas rambutnya hatinya terus bergumam dan beristigfar, ia tak boleh berfikiran seperti itu.


Yasmin berusaha bangkit dari kursi roda ia butuh tidur kepalanya tiba tiba seperti diperas dan diputar Yasmin berpegangan pada sisi ranjang dan mencoba berdiri namun ternyata kakinya tak bisa menopang Yasmin terjatuh dengan lutut yang terbentur lantai, ia tak merasakan sakit hanya terasa seperti kesemutan, Yasmin berusaha lagi dengan satu tangan meremas sprei dan satu tangan berpengangan pada kursi roda menariknya mencari kekuatan..


Berhasil Yasmin sudah duduk di atas ranjang, sambil menormalkan nafasnya yang terengah Yasmin meneliti lututnya yang tadi menyentuh lantai.. "Merah, pasti nanti bakal lebam deh" Yasmin menutup kembali roknya dan menaikan kakinya tak perlu di obati pikirnya karna ia juga tak merasa sakit.


Yasmin yang masih di ambang kantuk pun bisa mendengar pintu kamar dibuka, Yasmin tau itu Azka namun ia tak ingin membuka matanya, ia mengantuk juga ia tak ingin Azka melihatnya dalam keadaan murung seperti sekarang, ia masih bisa merasakan Azka mengecup keningnya sebelum mendengar langkah Azka menjauh dan terdengar pintu terbuka lalu tertutup lagi.


__________

__ADS_1


Sabar ya.. Yasmin... ๐Ÿคง


satu bab lagi siap meluncur, semoga kalian gak bosen๐Ÿ˜˜


Like..


komen..


vote..


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนโ˜•โ˜•โ˜•

__ADS_1


__ADS_2