Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Kebenaran


__ADS_3

"Namanya Alyla Clarissa 26 tahun lahir di bandung,Kedua orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan.Alyla juga pernah bekerja selama kurang lebih 2 bulan di jakarta di sebuah Restoran,yang baru aku tau ternyata Retoran itu tepat di depan kantor kita,...ah.. mungkin ini juga yang dinamakan jodoh karna di sini juga rumahnya tepat di depan kita.." Adam ingat itu dia beberapa kali melihat Aluna memang merada di sana,ah..memang bukan Aluna yang bekerja di sana rupanya.


"Alyla Clarissa meninggalkan Jakarta dan kembali ke Bandung kemudian melanjutkan kuliah dan beberapa bulan kemudian di ketahui orang sedang dalam keadaan- hamil-" kata Leo dengan nada pelan.Leo melihat dengan ekor matanya ke arah Adam yang mulai keringatan dingin.


"Poin pentingnya Alyla Clarisa mempunyai saudara kembar bernama Aluna Marissa.." Dan Adam pun terduduk lemas.


"Ini Hasil tes DNA mu dan Azka" Leo menyerahkan map coklat ketangan Adam,benar dugaan Leo setelah Adam melihat hasilnya Adam semakin syok, karna hasilnya 99,5 persen cocok.


"Itu artinya aku yang salah? Aku melakukannya bukan pada Aluna?" Adam meremas rambutnya "Aku sudah mengahancurkan masa depan gadis itu"


"Mungkin..? tapi untuk lebih jelasnya tanyakan kebenarannya pada orang tersebut,mungkin salah satunya ketika mendapati kau yang pertama baginya! sedang yang ku tau Aluna sudah lebih sekedar pacaran biasa dengan Roy,yah kau tau Roy seperti apa *** dimana mana, pacaran dengan Roy tak mungkin luput dari itu bukan,apalagi mereka pacaran cukup lama,bahkan sebelum Aluna mengenalmu"


Terdengar deru mobil di depan Vila, Adam melihat ke arah Leo seolah bertanya,Leo hanya mengedikan bahunya,terlihat Bi Lastri terpogoh pogoh untuk membuka pintu,"Siapa Bi?" tanya Leo.


"Sepertinya tuan dan nyonya Den" jawab Bi Lastri lalu melanjutkan langkahnya membuka pintu.

__ADS_1


"Oh ulang tahun pernikahan di adakan dua hari lagi bukan?" Di jawab anggukan Adam,Adam masih diam sesekali mengusap wajahnya kasar.Leo menepuk pundak Adam "Sepertinya kamu juga bisa mulai dari tuan dan nyonya mereka mungkin tau sesuatu.kau tau rumah di depan di beli tuan Arya dari pemilik sebelumnya entah untuk apa" parnyataan Leo benar benar menegaskan Adam bahwa Arya tau semua ini,Membeli yayasan sekolah dan memperkerjakan Alyla clarissa,dan membeli rumah kecil itu untuk tempat tinggalnya,tentu saja karna dia sudah tau bukan bahwa Azka adalah cucunya.


Arya dan Karina masuk dengan membawa dua kuper yang di bawa oleh Mang Ujang,


"Loh ada Leo juga?" Karin menghampiri lalu memeluk Leo.


"Iya apa kabar nyonya?" Leo menganguk hormat.


"Tante baik,Leo jangan panggil Nyonya terus kamu sudah Tante anggap seperti anak sendiri bila perlu panggil Mama aja kaya Adam" Karina beralih ke Adam dan memeluknya."Apa kabar sayang gimana kepalanya masih sakit gak?"


"Gak mah, Adam baik!"Adam mengalihkan pandangannya ke arah Arya "Bisa Adam bicara Pah?"


"Gak apa Ma,ada sesuatu yang harus Adam tanyakan."


"Tidak apa sayang,pergilah istirahat ke kamar nanti sore akan ada Event Organizer yang datang kamu harus menyiapkan semua bukan?" Karina pun mengangguk dan berlalu pergi.

__ADS_1


"Apa yang mau kamu bicarakan" Arya sudah duduk di sofa sebelah kakinya menopang kaki yang satunya lagi lalu tangannya di rentangkan ke sandaran kursi,sungguh menawan di usianya yang sudah lebih dari setengah abad Arya terlihat masih bugar.


Adam melempar map ke meja yang tadi di remas di tangannya,Arya melihat kertas di dalamnya "Kamu sudah tau rupanya cepat sekali" katanya dengan raut tenang.


Adam mengeryit "Apa maksud papa menyembunyikan semua ini?"


"Papa tidak berniat menyembunyikannya dari kamu"


"Tidak menyembunyikan tapi tidak memberi tau!"


"Apa kamu pernah bertanya?"Adam diam "Sejak kejadian itu pernahkan kamu bicara sesuatu pada Papa?,sudah Papa bilang Aluna tidak sebaik yang kamu pikir,cinta sudah membutakan mata kamu Adam hingga kamu tak menganggap orang tua kamu lebih penting dari pacar murahanmu,hingga melampiaskan ke orang yang tidak bersalah dan mengahancurkan gadis itu,kamu pikir apa dunia semudah itu,kamu hanya mendengar separuh penjelasan papa waktu itu dan kamu pergi melampiaskan kemarahanmu membabi buta pada gadis itu,dia bahkan tidak tau seburuk apa Kakak kembarnya."


"Dia pergi ke Jakarta untuk mengadu nasib,namun malah bertemu Aluna dan memanfaatkan kepolosannya,Aluna memintanya menjadi dirinya dan dia pergi bersenang senang dengan Roy ke Singapur,benar kan Leo? bahkan kamu sendiri yang mengawasi mereka di sana," Leo terlihat berpikir sebentar lalu mengangguk.


"Gadis malang itu melakukannya dengan tulus namun naas dia mendapat balasan yang buruk darimu dan Aluna,meski yang dia lakukan tetap salah, itu sama saja dengan menipu namun tetap saja ketika kesucian terenggut itu lebih menyakitkan dari hukuman penjara."

__ADS_1


Adam semakin lemas,serasa seluruh tulangnya tercabut paksa,benarkah dirinya sekejam itu.Astaga Baijingan sekali kau Adam,kilasan kejadian itu berkelebatan di benak Adam,ketika gadis itu meronta,memohon dan menangis minta di lepaskan,namun dirinya tetap menyiksa gadis itu.


"Pikirkanlah Adam apa yang akan kamu lakukan untuk Azka,dia anakmu sudah seharusnya kamu bertanggung jawab,Papa sudah melakukannya untukmu sejauh ini,sekarang giliranmu." Ya Arya sudah merencanakan semuanya bahkan mulai dari meminta Adam ke Vila,tentang renovasi vila yang sebenarnya tak perlu Adam turun tangan, rencana ulang tahun pernikahan yang sengaja di addkan di vila,juga pertemuan di sekolah, Arya lah yang mengaturnya,Arya ingin Adam membuka mata dan mulai penasaran sendiri,dan terbukti Adam sudah mengetahui semuanya sekarang.


__ADS_2