Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Aku hanya bayangan (2)


__ADS_3

Adam pulang setelah memastikan keadaan Aluna dan dia sempat menanyakan keadaan Aluna,dan Aluna berkata bahwa dirinya baik baik saja, seperti biasa adam akan masuk terlebih dahulu ke kamar Azka untuk mengecek keadaan Azka, Adam mengeryit ketika mendapati Azka tak sendiri Alyla tidur disebelah Azka dengan tangannya memeluk Azka.


Adam mengecup kening Azka lalu beralih kesisi lain untuk memboyong Alyla ke kamar mereka, Adam merebahkan Alyla dengan hati hati, menaikan selimut lalu mengusap rambutnya sebelum mengecup dahinya lama, "Maafkan aku sayang.." bisik Adam. lalu Adam beranjak untuk membersihkan diri.


'Jadi untuk ini semua kata maaf yang setiap malam kamu ucapkan mas'


Seperti setiap pagi di setiap harinya Alyla akan mengurus segala keperluan Adam, Adam tak menaruh curiga sama sekali karna Alyla menebar senyuman seperti biasa. "Sayang hari ini kamu cantik banget sih" Adam merasa Alyla berbeda hari ini terlihat lebih bersinar. Alyla hanya tersenyum tanpa membalas ucapan Adam, tak ingin terlalu jauh dalam perasaannya Alyla membentengi dirinya mulai dari sekarang.


Adam melambaikan tangannya dari dalam mobil setelah meninggalkan Alyla dan Azka di gerbang sekolah. "Mom kenapa?" ternyata Azka memang peka dan melihat Mommynya yang tak terlalu bicara membuatnya penasaran.


"Mommy baik kok, Ayo kita masuk nanti ibu guru nunggu Azka loh" Alyla menggiring Azka masuk kekelasnya sedangkan Alyla menunggu diruang tunggu yang diperuntukan para ibu yang mengantar anak mereka.


Alyla meraih ponselnya yang tengah bergetar menandakan seseorang menghubunginya "Assalamualaikum ma?" itu Karina yang menghubungi.


"Waalaikumsalam sayang gimana kabar kalian, kemarin kok gak datang ke rumah"


"Maaf ma minggu kemarin Azka merajuk karna mas Adam selalu sibuk jadi kami jalan jalan seharian"


"Oh ya sudah mama cuma khawatir takut kalian sakit, tapi hari ini habis pulang sekolah mampir kesini ya"

__ADS_1


"Insyaallah ya ma"


"Ya sudah mama tutup dulu ya Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


.


.


Seperti janjinya Alyla mampir ke rumah Karina, Azka bermain dengan Karina hingga sore menjelang.


'Sayang hari ini mas lembur lagi'


'Kamu ingin tahu suami kamu dimana datang ke alamat ini


Jl.xx


perum xx

__ADS_1


no xx'


Jantung Alyla berdegup kencang Alyla ingin mengabaikan pesan tersebut namun hatinya mengatakan untuk melihat kenyataan.


Setelah meyakinkan dirinya Alyla beranjak mencari taksi setelah menitipkan Azka pada Karina sebentar dan beralasan untuk membeli sesuatu.


Alyla meremas tangannya dengan gelisah berharap pikiran buruknya tak pernah terjadi.


Taksi berhenti di sebuah pelataran rumah yang cukup sederhana, tangannya bergetar ketika ingin mengetuk pintu dengan segenap keyakinannya Alyla mengetuk pintu.


Aluna keluar dengan memakai baju tidur tipisnya lalu senyum tersungging dari bibirnya.


Namun bukan itu yang membuat Alyla seolah tak bisa lagi berdiri Adam berada di belakang Aluna dengan bertelanjang dada, raut terkejut begitu nyata dari Adam.


Hati Alyla seperti diremas kuat dan tak berbentuk lagi, tanpa berkata Alyla pergi tanpa menghiraukan Adam yang terus memanggilnya "Sayang jangan salah faham aku bisa jelaskan" namun Alyla bergeming dan memasuki taksi yang sejak tadi menunggunya.


Kepala Alyla mendadak sakit seperti ditindih batu besar tenggotokannya mendadak mual membayangkan sesuatu yang menjijikan antara Aluna dan Adam.


Aluna meminta supir taksi menepikan mobilnya, terburu buru Alyla keluar dan memuntahkan semua isi dalam perutnya Alyla terus muntah bahkan sambil terus menangis. "Tega sekali kamu mas memperlakukanku seperti ini".

__ADS_1


Sang supir taksi pun terenyuh pria paruh baya itu bahkan membantu memijit tengkuk Alyla, yang terus muntah.


Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca.


__ADS_2