Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
S2- Akhir penantian panjang


__ADS_3

"Sayang kamu menggodaku..?"


Azka menaikan alisnya,Yasmin mencengkram bathrobe nya merapatkan nya lagi namun tangan Azka menahannya "Mau apa?" tanya Azka.


"A..aku malu mas" Yasmin menggigit bibir bawahnya.


"Aku baru liat ini,..ah paket yang tadi?" Semua pakaian Yasmin sudah Azka hapal di luar kepala, karna ia yang selalu membelinya, dan tentu saja memakaikannya.


Yasmin mengangguk "Ini.. jelek ya? aku cuma pengen buat mas seneng.."


"Tentu saja mas senang liat kamu berniat menyenangkan ku, terimakasih.. dan kamu terlihat cantik.." Azka mengecup bibir Yasmin. "Jadi mulai sekarang aku harus membeli banyak lingerie untuk mu benar kan?" Yasmin membelalakan matanya.


"Buat apa..?" ini saja Yasmin sudah risi apalagi harus setiap hari.


"Untuk membuatku senang" Azka mulai menurunkan bathrobe Yasmin pelan bibirnya mulai memindai semua yang ada di wajah Yasmin, dimulai dari dahi turun ke mata beralih kehidung terakhir melabuhkan dirinya di bibir, Azka menyecap rasa Yasmin yang selalu membuatnya berdebar dan menginginkan lebih, Azka memandang Yasmin yang memakai lingerie hitam berenda itu, lalu mulai merebahkan Yasmin, bibirnya kembali memangut bibir itu semakin dalam.


Kaki Yasmin masih menggantung di bibir ranjang hingga Azka membenarkan posisi Yasmin agar lebih nyaman, membopongnya ketengah dan merebahkannya.


Nafas Yasmin memburu hingga menciptakan tarikan nafas menaik turunkan dadanya,Azka mulai berpindah kerahang dan terus turun mencari kenik-matan lebih, melepaskan semua yang sejak dulu ia tahan.


Azka melepas satu persatu kancing kemejanya hingga kini terpampang dada bidang nan berotot milik Azka, Azka menuntun tangan Yasmin agar menyentuh dada bidangnya menurun hingga perut, "Ini milikmu sayang" Azka menggeram saat tangan Yasmin mulai meraba dan menaik turunkan tangannya.

__ADS_1


Tangan Yasmin terus menelusuri hingga ke punggung meremat dan mencengkramnya erat kala bibir Azka mulai menurun ke dua gunungan Yasmin dari kiri ke kanan lalu kembali ke kiri tangannya pun tak tinggal diam mulai merambat dan mengelus dimana titik titik sensitve yang menciptakan rasa yang tak terelakkan lagi.. lingerie Yasmin sudah turun kelantai.


Jantung keduanya terus berdetak kencang,terburu buru Azka mulai melepas satu satunya penghalang yang tersisa hingga kini tak ada lagi yang mampu menghalangi kulit mereka untuk merapat sempurna, Azka kembali mendaratkan bibirnya di bibir Yasmin tangannya kembali meremas dan meraba,Yasmin pun tak kalah ingin memberikan segalanya dengan keyakinannya Yasmin menarik tubuh Azka yang tertahan oleh tangan mendorong nya mendekat hingga kini keduanya bisa merasakan sentuhan kulit masing masing, Azka bahkan bisa merasakan dua gungungan kenyal milik Yasmin merapat di dada bidangnya mencipatakan sensasi yang semakin panas.


"Emmmhhhgg" Yasmin menahan desa hannya agar tak keluar dengan menggigit bibirnya keras kepalanya terus menggeleng saat Azka terus menurun menciumi setiap inci tubuhnya.


"Kamar ini kedap suara sayang.. teriak lah tak akan ada yang mendengar"


"Ah...mas aku.. berhenti dulu aku mau ke toilet... bentar.." Yasmin mendorong Azka,namun Azka semakin melancarkan aksinya membuat Yasmin memekik "Akh.... mas.." Kepala Yasmin mendongak kala merasakan gelombang kenikmatan menyerangnya.


Azka menganggkat wajahnya saat Yasmin masih terengah merasai keni-kmatannya.. tangannya mengusap dahi Yasmin yang dipenuhi kerigat "Katanya akan sakit saat pertama kali, apa kamu bisa menahannya?"


Yasmin mengangguk "Lakukanlah mas.. aku ingin jadi milik mu seutuhnya"


Yasmin meneguk ludahnya saat melihat batang kokoh berurat dan panjang itu berdiri tegak,pipinya bersemu.


"Aku akan mulai,." Azka mulai melesakkan dirinya "Apa sangat sakit.." Azka melihat mata Yasmin yang memejam dengan tangan nya yang meremat ujung bantalnya.


Yasmin memberikan senyumnya pada Azka "Tak apa, aku bisa menahannya.." Azka meneruskan niatnya memasuki Yasmin hingga Yasmin berteriak tertahan saat Azka berhasil merobek sesuatu di bawah sana.


"Maaf sayang" Azka masih belum bergerak, lalu memberikan Yasmin rangsangan kembali hingga Yasmin mulai merasa tenang Azka mencoba bergerak, mengandalkan instingnya..

__ADS_1


maju..


mundur..


Azka bahkan bisa merasakan remasan, dan cengkraman saat gesekan dengan dinding yang ia ciptakan saat memacu tubuhnya, ia merasakan keni-matan yang tiada tara yang tak pernah ia rasakan apalagi saat melihat wajah Yasmin yang bersemu dengan mata sayu begitu cantik.. menambah adrenalin nya untuk mendapat lebih.


"Oh.." Yasmin mulai merasa terbakar hingga suara yang sejak radi ia tahan keluar juga "Mas..Ah.." teriaknya.


Azka tak tak henti memacu dirinya dengan pelan dan lembut agar tak menyakiti Yasmin, hingga gelombang itu datang dan menjadikan gerakannya semakin cepat Azka seolah lupa akan dirinya yang sejak tadi bergerak pelan"Oh.. Yasmin.." Kepalanya mendongak seiring hentakannya mendalam dan menyemburkan berjuta benih yang akan menyatu dengan cinta Yasmin,dan semoga tuhan menciptakan salah satunya tertanam sempurna. Azka ambruk saat merasa lemas setelah merasai kenik- matan tiada tara "Terimakasih sayang.. i love you.." Azka mengecup dalam dahi Yasmin,penantiannya tak sia sia saat dirinya kini telah mendapatkan Yasmin seutuhnya dengan kebanggaan saat dirinyalah yang pertama bagi Yasmin dan akan menjadi yang terakhir.


Yasmin hanya memejam dan tersenyum tubuhnya terasa remuk redam namun tercipta kepuasan yang mendalam saat dirinya telah menyerahkan dirinya seutuhnya pada Azka.. suaminya.


_________


Lulus kah..? aku berusaha bikin gak terlalu hot, takut gak lulus, padahal otakku treveling ingin menciptakan hot hot pop yang badas๐Ÿคญ


Dah ah.. mau ngumpet dulu takut di tegor ema ๐Ÿ˜…


Like..


komen..

__ADS_1


vote..


โ˜•๐ŸŒนโ˜•๐ŸŒนโ˜•๐ŸŒนโ˜•


__ADS_2