
"Mau melarikan diri Huh.."
"Adam.." kaget Alyla mundur kebelakang.
Adam merangsek masuk tatapannya tajam,rahangnya mengeras bahkan Adam terlihat lebih menyeramkan dibanding yang Alyla lihat terakhir kali pria itu marah,apakan Adam akan menyiksanya,Alyla melihat tangan Adam mencengkram erat tangannya bahakan hingga buku bukunya memutih.
Alyla mengigil takut dan terus mundur kebelakang namun Adam tetap melangkah maju."Mengapa kau terus mundur sayang,kau takut" tatapan Adam begitu mengerikan.
"A..adam maafkan Aku,Aku tidak bermaksud-
Brak..Adam menendang tas yang di pegan Alyla samapi terlempar jauh.
"Kau meminta maaf untuk apa sayang,untuk Roy atau untuk penghianatan kalian huh." katanya pelan namun cukup tajam,tak ada lagi kata 'kamu' yang terdengar mesra.
"Adam kamu salah paham aku bukan-
Brak.. belum selesai Alyla bicara Adam menendang meja tamu yang terbuat dari kaca hingga pecah berhamburan.
__ADS_1
"Selama ini Aku begitu mencitaimu Aluna,aku selalu berusaha menjaga mu agar aku tak merenggut kesucian mu," Alyla merasa bibirnya kelu air matanya sudah berlinang "Tapi apa yang kau lakukan kau bercinta dengan pria bajingan itu dibelakangku,kau menghancurkan aku Aluna,kau dan pria brengsek itu berhasil menghancurkanku,," Adam terisak jatuh berlutut kedua tangannya menutup wajahnya.
Alyla tercekat tubuhnya bergetar,sekejam itukah Aluna pada Adam,hingga Adam sefrustasi ini,Alyla mengangkat tangannya ingin mengusap punggung Adam yang masih bergetar namun tangannya menggantung di udara.
Adam bangkit perlahan sambil terkekeh,"Kau pikir semudah itu kau bisa pergi dari hidupku setelah semua yang kau lakukan padaku,lalu hidup bahagia bersama pria bajingan itu.. tidak Aluna kamu tidak akan bisa pergi selama aku belum mengizinkanmu pergi"
Adam mendekat semakin dekat dengan Alyla,membuka kancing kemejanya hingga terbuka seluruhnya,"Adam apa yang kamu lakukan"Alyla ketakutan.
"Aku akan melakukan apa yang seharusnya aku lakukan sejak dulu" Adam menyeringai.
"Adam lepas apa yang kamu lakukan" Adam memanggul Alyla menuju kamar Aluna lalu melemparnya ke atas ranjang,Alyla mundur hingga kepala ranjang "Adam aku mohon kamu salah paham aku bukan-
Adam *****4* kasar bibir Alyla dengan kasar lalu sesekali menggigit hingga mengeluarkan darah,dan meremas kasar dua aset Alyla. Air mata Alyla sudah berderai bahkan isak tangisnya terdengar menyayat hati namun Adam menulikan telinganya
Alyla menggeleng "Tidak Adam kumohon jangan" Alyla tak berdaya tangannya sudah di ikat kesisi ranjang
"Lalu aku harus membiarkanmu pergi begitu saja.."
__ADS_1
"Tidak Adam hiks..hiks aku bukan Alu- lagi lagi Adam membungkam bibir Alyla, hingga ucapan Alyla hanya bisa kembali tertelan.
.
.
Adam menatap sendu Alyla yang masih berada dibawahnya,Alyla memalingkan wajahnya matanya masih bercucuran airmata,tangannya meremas kuat sprei menandakan bahwa Adam begitu menyakitinya.
Adam mengecup dahi Alyla lembut "Maafkan aku sayang tapi aku harus melakukannya" perlahan Adam mulai bergerak lembut, ya Adam harus melakukannya setidaknya itu bisa mengikat wanita yang kini di bawah kungkungannya agar tidak pergi meninggalkannya.
Hingga Adam menggeram ketika mendapat pelepasannya "I love you Aluna..ahh"
Entah berapa kali Adam melakukannya bahkan waktu sudah hampir pajar,Adam baru melepaskan ikatan Alyla ketika dia benar benar lelah dan jatuh tertidur.Adam bahkan benar benar tidak memperdulikan Alyla yang sudah remuk tak berdaya.
Alyla hancur. Sehancur hancurnya bahkan sampai kedasar. Aluna benar benar sudah berhasil menyadarkannya bahwa begitu menyakitkan menjadi seorang bayangan bahkan hanya nama Aluna yang terdengar dalam setiap desa han Adam,berkali kali Adam mengatakan 'I love you Aluna'.
Alyla menoleh pada Adam yang tertidur pulas bahkan seperti tidak merasa berdosa telah menodai Alyla.dengan sisa kekuatannya Alyla bangkit keluar dan meraih tas besar yang di tendang Adam tadi membukanya lalu mengeluarkan pakaian. Alyla ingin segera pergi,pergi jauh bahkan dalam hati berdoa tak pernah dipertemukan lagi dengan manusia manusia macam Adam ataupun Aluna.
__ADS_1
_________