Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Hancur sudah


__ADS_3

Kedua insan tersebut masih terdiam tak ada kata yang terucap setelah melepas pelukan mereka.


Karina mengetuk pintu membawakan semangkuk bubur untuk Adam."Dam makan dulu sayang"


"Biar aku aja tante"Alyla menambil alih nampan dari tangan karina.


"Gimana perasaan kamu Dam?"


"Udah mendingan ma,hanya sedikit pusing"


"Ya sudah kamu makan habis itu minum obatnya ya" dan di jawab anggukan oleh Adam "Kalo gitu mama keluar ya,Aluna tolong jagain Adam ya!"


"Baik tante"Karina pun keluar dari kamar Adam.


"Ayo kamu makan dulu Dam" dan Alyla pun mulai menyuapi Adam dengan telaten sesekali mengusap bibir Adam dengan tisu untuk membersihkan sisa bubur yang menempel.


Alyla beranjak ingin menyimpan mangkuk kotor bekas makan Adam namun Adam mencegahnya,"Mau kemana?"

__ADS_1


"Aku taruh ini dulu" sambil menunjuk mangkuk kotor.


"Gak usah nanti ada bibi yang ambil,kamu diam saja disini" Alyla pun menurut.


"Sayang aku mau buah tolong kupaskan"


Tanpa banyak bicara Alyla mengupas buah tersebut,Adam masih betah memperhatikan Kekasihnya hari ini dengan balutan baju yang sederhana namun tetap cantik Adam seperti melihat Aluna dalam versi lain dan Adam seperti telah jatuh cinta lagi untuk kedua kalinya,setelah sekian lama hati Adam kembali berdebar kala melihat Aluna sama seperti pertama kali mereka bertemu.


"Jangan melihatku seperti itu" Kata Alyla yang masih terus fokus mengupas buahnya sesekali melirik ke arah Adam.


"Kamu cantik sayang"Adam menyalipkan anak rambut Alyla yang lepas dari ikatan rambutnya.Pujian Adam membuat Alyla malu mungkin pipinya sudah merah sekarang,Alyla sadar pujian itu untuk Aluna namun siapa yang tahan bila di beri perhatian seperti itu.


"Loh kok bisa"


"Soalnya rayuan kamu manis" dan mereka pun tergelak.


"Aku boleh ngomong sesuatu?" tanya Adam.

__ADS_1


"Hmm apa?"


"Akhir akhir ini aku ngerasa kamu berbeda,sifat kamu,kepribadian bahkan gaya pakaian kamu."


Deg..Alyla menghentikan kegiatannya mengupas buah lalu mendongakan wajahnya menatap raut Adam.Adam masih tersenyum tampan.


"Awalnya aku merasa aneh namun semakin lama aku semakin menyukai segala perubahan kamu,aku seperti jatuh cinta lagi pada orang yang sama"


Lama tak ada balasan dari Alyla mereka hening menatap mata masing masing.


Ehm Alyla berdehem untuk mengurangi kecanggungannya "Aku bilang kamu jangan gombal terus,nanti aku diabet"dan Adam pun terkekeh.


Adam meraih pipi Alyla di usapnya lembut, "Aku serius Aku benar benar mencintaimu" pandangan Adam beralih pada bibir Alyla yang hanya di poles lipstik berwarna pink tipis "Bolehkah.." Adam tak mau membuat kesalahan lagi karna dari itu Adam meminta izin dahulu.


Entah setan mana yang berbisik sehingga Alyla mengangguk tak lama Adam mengecup bibir manis Alyla lalu berubah jadi hisapan dan lum4tan Adam berhenti sebentar untuk memberi Alyla nafas lalu meraup lagi manisnya bibir Alyla.


Nafas mereka memburu Alyla seperti melayang di buat Adam sebelum kesadarannya membawanya jatuh kembali bahkan hatinya serasa di banting sampai hancur ketika Adam membisikan.. "I love you Aluna Marisha, I love you somuch"

__ADS_1


Dan inilah akhirnya,semua akan kembali pada tempatnya.Alyla mencintai Adam namun Adam mencintai Aluna dan akan tetap bersama Aluna setitik air mata jatuh namun dengan cepat Alyla menghapusnya.


__ADS_2