
Semua sesi telah terlewati Kanaya sudah turun dengan toga di kepalanya,kini saat nya berfoto bersama teman temannya juga keluarganya,tentu saja dengan pormasi lengkap termasuk Raja yang juga hadir, semua mahasiswa bersorak riang meneriaki kelulusan mereka.
Aula di penuhi sanak keluarga dari masing masing peserta,Kanaya sedang berbincang dengan salah satu mahasiswa sambil berbincang dan tersenyum, tiba tiba seseorang menepuk punggung Kanaya, Kanaya yang merasakan tepukan di punggung pun menoleh, ia mengeryit mendapati Anina di hadapannya, raut Kanaya berubah datar lalu tersenyum tipis.
"Hai.. selamat ya Ay, kamu cantik banget" Anina merentangkan tangannya, mungkin dulu Kanaya akan membalas pujian Anina dengan memuji Anina yang hari ini juga memang terlihat cantik, namun tidak hari ini hati Kanaya sudah dipenuhi kekecewaan pada sahabatnya itu, Sama dengan Kanaya, Anina juga mengenakan toga tanda ia juga tengah lulus, mereka memang selalu bekerjasama bahkan tekad mereka untuk lulus di tahun yang sama juga terwujud, dengan jurusan yang sama dan nilai yang sama sama memuaskan, namun sayang kenapa mereka harus terjebak dengan laki laki yang sama, miris bukan.
Kanaya tersenyum sekilas lalu membalas jabatan tangan Anina "Thanks.." Lalu Kanaya kembali berbincang dengan yang lain, tanpa menghiraukan Anina yang menatapnya sendu.
Tiba tiba suara riuh terdengar dari arah pintu masuk, sontak semua mata tertuju pada pintu masuk termasuk Kanaya dan Anina yang masih berdiri di belakang Kanaya.
Seorang pria tampan dengan stelan jas nya memasuki aula dengan sebuah buket bunga besar ditangannya, tak ada yang tak mengenal pria satu ini karna ia menjadi idola para mahasiswi kampus, keramahan dan ketampanannya menjadi poin utama apalagi di tunjang dengan kekayaan keluarganya yang semakin membuat para wanita tergila gila.
Kanaya menatap pria tersebut dengan tatapan yang tak terbaca pria itu Bagaskara Nandowijaya kekasihnya,ah bukan tapi lebih tepatnya mantan kekasih meski tak ada kata putus terucap namun keadaan nya sudah jelas bukan pria itu akan menikah dengan wanita itu yang saat ini masih berdiri di belakang Kanaya.
"Wah liat Ay, pacar kamu datang pasti akan memberi selamat sama kamu,liat deh bunganya cantik banget" goda salah satu perempuan yang sejak tadi berbincang dengan Kanaya, Kanaya hanya terseyum tipis lalu menoleh kearah Anina yang menundukkan pandangannya. Kanaya mendengus 'Munafik' batin nya.
Bagas berjalan perlahan saat maniknya bertatapan dengan Yasmin, tatapan Bagas terlihat datar seperti Ia tak pernah mengenal Kanaya, Kanaya berusaha mengatur raut wajahnya agar tak menampakan raut kecewa, Kanaya tak ingin terlihat lemah apalagi dihadapan pengkhinat macam Bagas dan Anina.
Bagas melewati Kanaya begitu saja dan berhenti di depan Anina yang masih menunduk,sontak saja semua orang terkejut melihat itu,siapa yang tak mengetahui hubungan Kanaya dan Bagas mereka di nobatkan pasangan paling serasi di kampus,namun kini Bagas malah menemui Anina sahabat Kanaya.
Sudah sejak masuk kuliah mereka bertiga selalu bersama, meski Bagas lulus lebih dulu, namun tak jarang Bagas selalu menemui Kanaya di kampus,dan menghabiskan waktu bersama sama hingga para mahasiswa merasa iri dengan Yasmin yang mendapat pacar seperti Bagas yang sempurna.
Mereka memang tak tau bahwa Bagas dan Anina akan menikah,lebih tepatnya besok,, Anina dan Bagas akan menikah. Tak ada teman kampus yang tau dan menerima undangan seperti undangan yang Kanaya terima,entahlah kenapa Kanaya tak perduli.
__ADS_1
Bisik bisik mulai terdengar di telinga Kanaya, tentu saja ia merasa terluka kekasih dan sahabatnya tak segan lagi memperlihatkan hubungan mereka, bahkan mereka sama sekali tak memikirkan perasaan Kanaya yang mungkin saja hatinya hancur, tak tau apa salahnya hingga mereka tega dengan Kanaya, bahkan ia tak mendapat penjelasan dan kejelasan tentang hubungan mereka.
"Selamat.." Bagas memberikan buket bunga itu kepada Anina, Anina mendongak dengan mata berkaca kaca lalu tersenyum "Terimakasih."
Pemandangan itu tak lepas dari pandangan Kanaya, sakit.. tentu saja, Kanaya berusaha menetralkan rautnya hingga seseorang mengelus punggung Kanaya, lalu mengalihkan atensinya kearah orang tersebut,perempuan yang sejak tadi berbincang dengannya tersenyum lalu mengangguk, Kanaya ikut tersenyum lalu mereka pergi dari aula tersebut.
Bagas hanya melihat punggung Kanaya yang pergi menjauh "Gas..?" Anina menatap Bagas dengan dipenuhi rasa bersalah.
"Sudah selesai kan, ayo pulang" Anina mengangguk lalu mengikuti Bagas keluar dari aula.
.
.
Selesai menghadiri wisuda Kanaya,Azka mengajak Yasmin kesalah satu butik pakaian pengantin, untuk mencoba gaun yang sudah Azka pilihkan, gaun pengantin sudah siap hanya tinggal mencocokan nya dengan postur tubuh Yasmin.
"Wooow cantik bangettt" Kanaya baru saja tiba di butik dan melihat Yasmin yang keluar dari ruang ganti, Azka yang sejak tadi menunduk menatap poselnya mendongak, Azka menganga tak percaya bidadari di depannya benar benar terlihat sempurna dengan balutan kain putih khas pengantin, "Jangan mangap begitu bang nanti laler masuk.." Azka mengatupkan mulutnya yang terbuka lalu mendelik kearah Kanaya.
Yasmin tersipu "Bagus gak mas?"
Azka mengangguk lalu menghampiri Yasmin "Bagus, cantik banget Sayang, pilihan aku emang gak pernah salah"
memang Azka yang memilih gaun tersebut, benar saja Yasmin terlihat sangat cantik dengan gaun tersebut.
__ADS_1
Kanaya mendecih "Iya iya pandang aja terus, mbak baju saya udah ada belum?" tanyanya pada salah seorang pelayan.
"Sudah nona mari ikut saya" Kanaya melewati Azka yang masih menatap Yasmin tak berkedip, sedangkan Yasmin tampak salah tingkah.
"Awas bang jangan sampai nyosor disini, inget tempat" Kanaya lari sambil terbahak lalu masuk keruang ganti, ia akan mencoba pakaian yang akan ia kenakan di resepsi pernikahan Azka dan Yasmin, semua anggota keluarga sudah mencoba dan sudah pulang terlebih dahulu, karna kesibukan masing masing, Raja juga sudah mencoba pakaiannya dan sudah pulang bersama Alyla dan Adam.
Hanya Kanaya yang belum karna ia harus berpamitan dengan kawan kawannya di kampus, dan jangan lupakan soal kedatangan Bagas tadi membuatnya harus menormalkan perasaannya sebelum menyusul ke butik yang sudah Azka beritahu.
"Mas udah jangan liatin aku terus?" Yasmin menunduk malu "Nanti pas hari H kamu gak pangling lagi, karna bosen liat aku sekarang"
"Kata siapa aku bakalan bosan?" Azka masih tak mengalihkan pandangannya dari Yasmin dan membuat Yasmin semakin salah tingkah.
"Au ah, aku mau ganti baju dulu" Yasmin berbalik untuk memasuki ruang ganti,namun ia merasakan tarikan hingga tubuhnya memutar dan berakhir di pelukan Azka, Tangan Azka merangkul pinggang ramping Yasmin,mata Yasmin membulat lalu menatap sekitarnya, beruntung butik tersebut sudah Azka sewa seharian penuh,namun tetap saja ada para pelayan toko yang memperhatikan mereka kan, Yasmin menghembuskan nafas lega ketika tak mendapati siapa pun "Mas..?"
Azka memberikan ciuman di bibir Yasmin dan melu matnya semakin lama semakin dalam, Yasmin merasakan kakinya semakin lemas andai Azka tak merengkuh pinggangnya mungkin Yasmin sudah terjatuh, Azka melepaskan tautannya, seketika nafas mereka sama sama memburu "Baiklah ayo ganti, kita harus cepat pulang, dan melanjutkannya.."
__________
๐๐๐
Like..
komen..
__ADS_1
vote..
๐น๐น๐นโโโ