
Yasmin tiba di rumah disambut Raja yang sudah rindu dari semalam mereka tak bertemu "Bundta nene ana?" tanyanya dan langsung dapat pelukan dari Yasmin.
Yasmin memeluk Raja erat seolah menyiratkan kesedihannya "Raja tau tempat yang paling indah itu dimana?"
Raja menggeleng "Surga, tempat yang paling indah itu di surga, nenek udah pergi duluan kesana"
"Nene tinggalin Rada,Rada jua mo ikut ke Syulga"
Yasmin menggeleng "Nanti kalau sudah waktunya kita bisa ketemu Nenek lagi,tapi sekarang kita cuma berdua,kalo Raja juga pergi nanti Bunda sama siapa? masa Raja mau tinggalin bunda sendirian" Raja menggeleng "Raja sayang kan sama Nenek?"Raja mengangguk "Jadi kita doakan Nenek semoga selalu bahagia di surga sana, sampai kita bisa ketemu lagi sama Nenek nanti"
Raja mengangkat tangannya lalu berucap "Ya Allah.. cemoga nene slalu bahia"
"Aamiin" Yasmin menciumi seluruh wajah Raja lalu memeluknya lagi, di balik punggung kecil Raja Yasmin kembali meneteskan air matanya,Yasmin berjanji ini akan menjadi air mata yang terakhir, mulai kini dan seterusnya ia hanya akan berjuang untuk Raja, apapun akan Yasmin lakukan untuk mempertahankan Raja.
Yasmin sedang menidurkan Raja saat Dina masuk ke kamar bocah itu masih mengenyot susu dibalik dot yang di pegangnya. "Yas ada Azka di depan.."
"Biarin aja Din"
__ADS_1
"Lo gak sebaiknya meluruskan ini mungkin Azka mau jelasin sesuatu?"
"Gak ada yang perlu di lurusin, aku cape Din, mau istirahat" Yasmin memejamkan matanya.
Dina menghela nafasnya "Ya udah oh iya ini barang barang ibu waktu kecelakaan trus tadi juga sempet ada polisi yang tanya soal kecelakaan ibu,aku juga bilang nanti aja balik lagi" Dina menyimpan dompet kecil juga ponsel Ibu yang sudah pecah di bungkus pelastik. "Ini di temukan di saku ibu sama suter" Yasmin mengangguk "Aku pulang dulu ya takut mama,papa khawatir" Dina tak pulang sejak kemarin karna menemani Yasmin.
"Makasih ya Din.." Yasmin sangat berterimakasih pada Dina yang sudah mengurus segalanya mulai dari rumah sakit hingga selesai pemakaman, karna Yasmin hanya diam tak berdaya. "Aku gak tau dengan cara apa aku balas kebaikan kamu"
Dina memegang tangan Yasmin "Lo gak sendiri Yas, ada gue, apapun akan gue lakukan selama gue bisa"
"Makasih kamu baik banget padahal kita baru kenal belum lama ini"
Yasmin mengangguk "Makasih"
Dina keluar dari kamar Yasmin dan menemui Azka yang masih menunggu "Sory Ka, Yasmin masih belum mau nemuin lo"
Azka mendesah "Sabar ya Ka, Yasmin masih sedih sekarang, dia juga butuh waktu sendiri, gue gak tau apa yang mesti gue tanyain sama lo, tapi sebenernya gue agak kecewa juga sama lo"
__ADS_1
"Itu yang mesti gue jelasin ke Yasmin gue juga gak tau soal tunangan itu, gue bersumpah Din gue tulus rasa gue ke Yasmin bener bener bukan main main semata"
"Ya udah nanti datang lagi kalau semua sudah reda, kalau suasana hati Yasmin udah baikan"
.
.
.
Azka selalu datang setiap hari namun Yasmin masih tak mau bertemu, Azka selalu pulang dengan tangan hampa.
Dua hari kemudian..
Seseorang mengetuk pintu rumah Yasmin,Yasmin yang sedang menyiapkan makanan untuk Raja, menghentikan gerakannya, Yasmin mengeryit saat membuka tirai dan melihat Sandi disana ia kira itu Azka karna dua hari kemarin Azka selalu datang meski Yasmin tak pernah membuka pintu "Mau apa kamu?"
"Maaf Yasmin saya tau waktunya tidak tepat saya turut berduka atas meninggalnya ibu, tapi kedatangan saya untuk membawa Raja" Sandi datang dengan seorang pengacara dan memberikan sebuah map kepada Yasmin "Saya berhak atas Raja, saya sudah mendapatkan hak asuhnya"
__ADS_1
Mata Yasmin membeliak, lalu menggeleng "Bagaimana bisa..?" Yasmin tak mendengar pemberitahuan sebelumnya.
Sandi diam saja dan pengacaranya menjelaskan bahwa semua prosedur sudah di lakukan dan sekarang hak asuh Raja sudah di dapatkan Sandi.