
Hari itu juga malamnya Jhoni menghubungi Azka bahwa ia akan menjenguk Yasmin dan Azka mengiakan maka kini Azka sedang menunggu Jhoni di kamar rawat Yasmin.
Setelah beberapa saat terdengar pintu di ketuk seorang bodyguard mengabarkan bahwa tamu yang di tunggu Azka sudah datang, Azka masih memperkerjakan bodyguard di pintu kamar Yasmin untuk berjaga karna takut sesuatu hal yang buruk terjadi terlebih Azka juga harus pergi untuk kuliah, untuk memenuhi syarat dari Adam,lulus di tahun ini dan mulai bekerja, meski sebenarnya Adam ingin Azka melanjutkan kuliahnya keluar negeri setidaknya gelar S2 harus di dapatnya, namun Adam tak ingin memaksa terlebih Azka tak mungkin meninggalkan Yasmin,dan tak akan mau,mungkin nanti saat Yasmin telah sadar.
Setelah dipersilahkan Jhoni masuk dan melihat tubuh lemah putrinya seketika rasa sesal menggeleyutinya. putri yang dulu dia sakitinya hanya karna dibutakan istri barunya, Jhoni mengakui dirinya bersalah bahkan benar benar berdosa, namun ia juga terlalu malu untuk meminta maaf pada mantan istri dan kedua putrinya, hingga ia memutuskan pindah ke Jakarta dan tak lagi mengetahui keadaan mereka,hingga tadi siang seorang pemuda mendatanginya dan mengaku calon suami Yasmin dan meminta menikahkan mereka entah bagaimana Azka bisa menemukannya, namun yang pasti Jhoni kini bisa melihat putrinya yang hampir 10 tahun tak di temuinya.
Jhoni meneteskan air matanya saat melihat keadaan Yasmin, berbagai macam alat menempel di tubuhnya,wajahnya yang pucat namun masih terlihat cantik, putrinya tumbuh dengan baik meski tanpa dia di sisinya "Maafkan Ayah.." lirihnya Jhoni menggenggam tangan Yasmin lalu mengecupnya dalam "Maaf.."
Azka memperhatikan dari sofa yang tersedia di ruangan Yasmin, sofa yang cukup luas karna juga biasa di pakai Azka untuk tidur saat menjaga Yasmin.
Jhoni menghampiri Azka dan duduk di sebelah Azka meski masih berjarak,hening beberapa saat, lalu Jhoni mulai berbicara.
"Apa yang terjadi mengapa bisa seperti ini?"
__ADS_1
"Kecelakaan mobil" Azka tak berniat menjelaskan lebih lagi menurutnya tak akan ada gunanya.
"Dimana ibu dan kakak Yasmin, apa mereka tidak ikut menjaga Yasmin..?"
Azka terkekeh.."Aku tidak menyangka anda benar benar tidak pantas di sebut ayah tuan Jhoni.." Jhoni mengangkat wajahnya dan menatap Azka "Mantan istri dan anakmu Andini sudah tiada, mungkin mereka masih bisa menjaga Yasmin meski sudah tak berwujud"
Jhoni mematung dadanya terasa sesak bagaimana mungkin ia tak tau tentang ini, bodoh bagaimana bisa dirinya tau dia menutup semua mata dan hatinya untuk tak mencari tau keadaan Yasmin, Andini dan ibunya.
"Ibu meninggal satu bulan lalu, sedangkan Andini meninggal setelah melahirkan anaknya"
"Kamu benar aku tak pantas menjadi seorang Ayah" lirih Jhoni. ia menangis, punggungnya bergetar, beribu maaf tak akan bisa ia ucapkan pada mantan istri juga kedua anaknya ia benar benar malu dan jijik pada dirinya sendiri, kesalahan nya sungguh tak bisa di maafkan "Aku harap kau tak akan melukai Yasmin seperti aku melukainya,tolong jaga dan lindungi dia" Mata Jhoni menatap kearah Yasmin.
"Aku tidak akan melakukan itu" Yakin Azka.
__ADS_1
"Ya aku percaya padamu, semoga Yasmin segera sadar dan bisa hidup dengan bahagia, dia sudah terlalu banyak terluka"
______
Hay.. hay.. hay..
Like..
Coment..
Vote..
๐น๐น๐นโโโ
__ADS_1
๐๐๐๐๐