Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Bukan pelakor


__ADS_3

"Udah belum drama nya" Leo yang sejak tadi mendengar pertunjukan antara Alyla,Adam dan Sania keluar dari kamar "Ide siapa sih ini sampai sampai saya dilarang keluar dulu dari kamar?"


"Wah udah pergi yah,kalo dijudul film ini tuh bisa di sebut 'Calon istri kalah sama bibit pelakor'"


"Berisik,Asisten gak ada Ahlak" kata Sania.


"Tapi kalau aku liat Alyla emang rada cemburu sih gak mungkinkan di gak ada rasa sama Adam sama sekali" Sania melihat ke arah Adam yang menghela nafasnya.


"Tapi sekarang dia marah" Kata Adam lesu lalu mendudukan dirinya kembali di sofa.


"Ya seimbang dong sama hasilnya,kalo emang dia gak punya rasa sama sekali dia gak bakalan sedih waktu aku ungkit soal kesepakatan kalian."


"Bener tuh bos" Leo mengangguk kali ini ia setuju," Harusnya biasa biasa aja kan?"


"Gak tau ah,pusing" Adam mengacak rambutnya frustasi,Adam belum meminta maaf soal kesalahannya dulu dan sekarang dia sudah membuat Alyla sedih lagi,semua karna ide dari Sania yang menyarankan membuat drama ini untuk mengetahui perasaan Alyla.Namun sekarang Alyla malah terlihat marah.


Semalam Leo dan Sania datang untuk menanyakan konsep pernikahan yang Alyla mau,lalu Adam bercerita tentang perasaan Alyla yang katanya tak mencintai Adam jadi lah muncul sebuah ide untuk membuat Alyla cemburu.


"Tenang nanti aku jelaskan," kata Sania.


Mereka bertiga memang dekat,selain Leo,Sania juga merupakan tempat berbagi cerita Adam. meski Sania menyukai dan mengejar Adam,namun Adam menanggapinya sebagai candaan,dan meski Adam tetap mengacuhkan dan menolak,Sania akan bersikap biasa kembali seolah tidak ada yang terjadi antara mereka.


Hanya saja ada yang Adam dan Leo tidak tau tentang dirinya,yaitu tentang perasaan Sania yang sebenarnya yang selalu disembunyikannya.


"Udah ah,saya izin sarapan dulu dari tadi gak keluar kamar udah laper juga" Leo berlalu ke arah ruang makan.Sania menatap nanar ke arah Leo,sedangkan Adam masih memejam kan matanya di sofa.


Tok..tok.. terdengar ketukan pintu Alyla dan Azka barusaja tiba dirumah setelah menengok Aira,Aira memang sedang demam dan Alyla tidak sekedar mencari alasan agar segera pergi dari Villa Adam.


Alyla membuka pintu menampilkan Sania yang berdiri di depan pintu dengan menyilangkan tangannya di dada.


"Boleh aku masuk"


"Ada apa ya,kalo mau berdebat diluar saja Azka baru tidur saya gak mau dia keganggu tidurnya."

__ADS_1


"Oh oke.." mereka pun duduk di kursi teras rumah Alyla. "Bisakah kamu tinggalkan Adam?"


"Maksud kamu"


"Saya mencintai Adam,saya berjanji saya juga akan menyayangi Azka layaknya ibu kandung,saya mohon?"


Alyla tertawa getir "Kenapa malah meminta saya pergi,kenapa kamu tidak meminta pada Mas Adam agar meninggalkan saya"


"Karna Adam gak mungkin meninggalkan Azka!"


"Kalau begitu kamu yang harus menyerah" kata Alyla "Karna saya gak akan merelakan Azka hidup dengan ibu selain saya"


"Bagaimana dengan perasaan kamu?" kamu mencintai Adam?" tanya Sania yang memperhatikan raut Alyla.


Alyla masih menampakan wajah datar "Menurut kamu bagaimana perasaan Mas Adam terhadap saya?" Bukan menjawab Alyla malah bertanya tentang Adam. "Jika Adam tak mencintai saya,apa saya berhak untuk mencintai dia"


Alis Sania berkerut "Adam.. sebentar cinta itu terkadang gak perlu balasan tapi kita berhak mencintai siapapun meski orang itu tak mencintai kita Alyla"


"Jika suatu saat Adam bisa mencintai kamu,lalu ada seseorang yang meminta kamu pergi apa kamu akan meninggalkan Adam ?"


"Itu sudah cukup,dengar Alyla jika suatu saat kalian saling mencintai jangan pernah


saling menyakiti dan meninggalkan,mengerti?"


Alis Alyla berkerut heran dengan ucapan Sania,namun tak urung Alyla pun mengangguk.


"Sebenarnya aku itu WO yang akan mengurus pernikahan kalian tapi karna aku penasaran sama kamu,kok bisa kamu bersedia menikahi Adam meski katanya kamu gak cinta,jadi tadi aku sama Adam abis bikin drama buat kamu cemburu."


"Maksudnya? kalian?"


"Jhehe.. maaf ya,kalo kata kata aku menyakiti kamu"


Ada perasaan lega di hati Alyla mendengar bahwa Sania dan Adam hanya bersandiwara.'Tapi tetap saja perkataan kamu tadi menyadarkan saya karna memang ini terjadi karna sebuah kesepakatan hanya untuk membahagiakan Azka.' Batin Alyla.

__ADS_1


"Jadi sebenarnya kamu gak naksir Adam?"


"Naksir sih.. tapi aku lebih naksir sama uang yang Adam tawarkan kalo aku mau jadi WO kalian." Alyla terkekeh


"Padahal kalo kamu nikah sama Mas Adam kamu bakalan dapat lebih dari uang yang kamu dapat sebagai WO loh?"


"Iya sih,tapi ya udahlah ya aku juga gak mau jadi pelakor..sebenarnya aku cuma jadiin Adam pelarian karna Pria yang aku suka gak pernah melihat kearahku,ah sudahlah kadang para pria memang tidak peka" kata Sania dengan sedikit mencebikan bibirnya.


"Kamu benar" dan mereka tertawa.Alyla lega ternyata Sania tidak semenyebalkan tadi


"Sudah selesai? bicaranya jika sudah bisa kita mulai pilih konsep yang kamu mau?" Tiba tiba Adam sudah ada dihadapan mereka.


"Ck bisa gak sih munculnya gak tiba tiba,bikin kaget aja" Sania mengelus dadanya kaget "Ya udah pilih konsepnya berdua" Sania menaruh buku besar berisi contoh konsep Weding yang dia punya. "Aku boleh numpang minumkan kedalam,aus dari tadi tuan rumah gak kasih air"


"Maaf aku pikir kamu cuma sebentar" kata Alyla.


"Santai aja,silahkan Pak Adam di diskusikan sama calon istrinya," Sania pun beranjak masuk ke dalam rumah Alyla.


Adam sudah duduk dikursi tempat Sania tadi duduki,Tiba tiba saja Alyla berdebar "Jadi tadi kalian bersandiwara?"


"Hu um,jadi bolehkan saya menganggap itu sebagai rasa cemburu kamu?" Alyla sudah memerah,sambil menggigit bibir bawahnya,Adam menelan ludahnya andai mereka tak terhalang status yang belum muhrim,mungkin Adam sudah nyosor Alyla,entah kenapa Adam selalu tak bisa mempertahankan diri jika berhadapan dengan Alyla. "Saya harap kita menjalani pernikahan ini dengan sungguh sungguh,meski belum ada cinta tapi kita bisa berusaha bersama" Perkataan Adam seolah memberi harapan pada Alyla dan menyatakan bahwa Adam akan membuka hatinya untuk Alyla, tentu saja Alyla mengangguk.


Adam lega sekarang "Jadi kamu mau pernikahan seperti apa?"


"Saya tidak masalah dengan apa yang Mas pilih" Kata 'Mas' yang di ucapkan Ayla membuat Adam menghangat "tapi kalau saya boleh memilih saya ingin itu di selenggarakan dengan sederhana dan tidak perlu mengundang terlalu banyak tamu"


"Baiklah sesuai keinginan kamu" Alyla sudah benar benar meleleh,keinginan Adam untuk menjalani pernikahan dengan sungguh sungguh,juga sikap Adam yang mulai melembut membuat Alyla menaruh harapan basar atas pernikahan mereka berharap suatu saat Adam akan benar benar mencintainya nanti.


___________


Tenang Sania bukan pelakor,badai yang sesungguhnya masih disembunyikan.dan akan keluar pada waktunya.


Boleh mengkritik tapi jangan membuly,seperti kata ku suka baca gak suka tinggalkan.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca


__ADS_2