
"Selamat datang sayang.." Alyla memeluk Yasmin.
"Terimakasih mom" Yasmin begitu terharu Alyla sungguh baik, saat Yasmin dirumah sakit Alyla juga sering menjenguknya, ia sungguh merasakan sosok seperti ibu kandung sendiri, dan seketika itu juga ia merindukan ibunya.
"Selamat datang Kak.."Kanaya disusul Fardhan dan sama sama mengucap selamat datang untuk kakak ipar mereka.
Kini tinggal Adam yang hanya tersenyum "Daddy udah siapin kejutan buat kamu"
Yasmin tersenyum kearah mertuanya itu, lalu selang detik berikutnya Yasmin tersenyum haru saat Adam menggeser dirinya dan menampak kan anak laki laki berusia enam tahun yang memegang sebuket bunga mawar putih , Raja memakai tuxedo putih dengan rambut klimis memakai pomade, sepertinya memang sengaja di dandani seperti itu, Raja berjongkok dan memberikan kecupan di pipi Yasmin "I Miss you Bunda"
"Oh.. Raja" Yasmin memeluk Raja dan memberikan kecupan di seluruh wajah Raja "I miss you too,anak bunda udah gede sekarang,makin ganteng aja.. maaf gak mendampingi Raja selama ini"
"Gak kok Bunda,, terimakasih udah bangun dan gak ninggalin aku" lirihnya, Yasmin semakin mengeratkan pelukannya, dan meneteskan air matanya.
"Benerkan kata onti Raja jadi ganteng pakai baju itu, bunda aja sampai terpesona"
"Iya.. hehe.. makasih onti Aya" Kanaya sengaja mendandani Raja agar lebih tampan.
"Aku suka, terimakasih onti Aya udah bikin Raja ganteng banget"Kata Yasmin.
"Sama sama Kakak ipar"
Penyambutan dilanjutkan dengan makan bersama dan bersenda gurau antara semua keluarga, hingga hari semakin sore dan Azka memutuskan untuk mengajak Yasmin beristirahat "Untuk sementara kita disini dulu ya" Azka mengajak Yasmin memasuki kamar di lantai bawah untuk memudahkan Yasmin tanpa naik turun tangga, sampai Yasmin bisa berjalan lagi mereka akan menempati kamar tersebut.
Yasmin mengangguk "Gak masalah, terimakasih" Azka pergi toilet untuk membersihkan diri, sementara Yasmin berkeliling kamar melihat sekitar, kamarnya cukup luas,tapi Yasmin yakin kamar ini tak seluas kamar Azka dilantai atas, meski Yasmin juga belum mengelilingi kamar Azka karna sejak sadar Yasmin langsung dibawa kerumah sakit.
"Kenapa?.. kamu gak suka disini?" Azka baru saja keluar dari kamar mandi,sudah mengenakan celana selutut namun belum memakai baju,Azka melihat Yasmin yang memandang keluar jendela,mendengar suara Azka Yasmin pun menoleh. Yasmin memerah melihat dada bidang Azka yang masih meneteskan air juga rambut yang masih basah, Azka mengusak menggunakan handuk,lalu memberikannya pada Yasmin, dan mendekatkan kepalanya.
Yasmin mengerti dan mulai mengusak rambut Azka agar lebih kering "Kenapa?"
"Apanya?" Azka duduk dilantai membelakangi Yasmin sedangkan Yasmin masih mengeringkan rambut Azka, suatu hal kecil yang membuat Azka senyum senyum sendiri.
"Kamu nyaman gak dikamar ini, atau mau cari kamar lain?"
__ADS_1
Yasmin menggeleng "Gak usah aku disini aja, kalau kamu gak nyaman kamu bisa dikamar kamu.."
Azka mengerutkan keningnya lalu berbalik dan menatap Yasmin tak suka "Maksudnya apa?"
Yasmin yang melihat Azka menatap tajam pun jadi gugup "Mak..masud aku kalau kamu pasti terbiasa di kamar kamu,jangan cuma gara gara aku kamu terpaksa di kamar ini"
"Kenapa berfikir seperti itu..?"
Yasmin meringis "Mas.." Yasmin sungguh tidak bermaksud apapun, apa lagi menyinggung Azka Yasmin hanya tak ingin Azka selalu mengalah hanya karna dia yang tak bisa naik kelantai atas.
"Aku cuma gak mau kamu terus mengalah... cuma karna aku gak bisa naik kelantai atas kamu sudah terlalu banyak melakukan semuanya untukku"
"Kamu lupa aku suami kamu, dan gak ada dari sananya kamar suami istri harus terpisah"
"Ya bukan gitu maksudnya" Yasmin menghela nafasnya "kenapa sih masalah kamar aja mesti diributin"
"Ya kamu masa nyuruh aku pisah kamar" Azka kembali berbalik memunggungi Yasmin dan meletakan tangan Yasmin yang masih memegang handuk untuk melanjutkan kegiatannya mengeringkan rambutnya.
Yasmin pun kembali melanjutkan kegiatannya,tanpa berbicara "Kok diem??" Yasmin mengerutkan keningnya "Kamu marah..?"
Azka tertawa "Kok ketawa?"
Azka menggeleng, sekarang Yasmin sudah kembali lagi "Seneng aja liat raut kamu yang mencoba sabar padahal dulu paling suka debat sama aku" Azka sengaja mengajak Yasmin berdebat meski nyatanya pembicaraan mereka tak penting sama sekali.
"Aku gak segalak itu sampai hal yang gak penting di besar besarin" Yasmin ingat itu..sebenarnya bukan debat hanya Yasmin yang sengaja menutup diri dengan bersikap tegas pada Azka.
"Dengar aku suka kamu apa adanya jangan berubah cuma karna aku,lakukan apa yang kamu suka, satu yang harus kamu lakuin mulai sekarang katakan apapun yang ada di fikiran kamu, jangan pernah menyimpannya sendiri, aku gak mau sesuatu yang buruk terjadi lagi sama kamu, terakhir kali kamu berusaha mengungkap kejahatan Sofia dan berakhir kamu kecelakaan dan koma aku gak mau itu terulang"
"Maaf.."
Azka berbalik hingga kini mereka sudah berhadapan "Jangan lakukan itu lagi, kamu tau saat dokter bilang aku harus menyerah,aku nyaris gila.. padahal aku selalu bersabar nunggu kamu bangun" Azka meletakan kepalanya di paha Yasmin.
"Maaf.. maaf sudah membuat kamu khawatir.." lirih Yasmin.
__ADS_1
Azka menggeleng dan makin menyerukan kepalanya kini berada di perut Yasmin,dan tangannya memeluk pinggang Yasmin,lama mereka dalam posisi itu Yasmin bahkan mengelus rambut Azka, dan membuat Azka makin nyaman "Mas..?"
"Hum..?"
"Pakai baju dulu sana..!" Azka baru tersadar bahwa ia masih bertelanjang dada,lalu kini otaknya bekerja cepat untuk menjahili istrinya.
"Kenapa emangnya, kita kan suami istri, mau aku telan jang dari atas sampai bawah juga udah halal.." Azka menyeringai dengan tatapan mesum.
"Ya ampun mas, tatapannya itu loh..risi tau"
Azka menggendong Yasmin tiba tiba hingga Yasmin memekik kaget.. "MAS..!!"
"Kamu harus terbiasa dengan ini sayang" Azka merebahkan Tubuh Yasmin di atas ranjang dengan hati hati lalu mengungkungnya.
Yasmin terpaku mata mereka saling mengunci lalu Azka mulai melepas kerudung Yasmin melepas tuspin hingga terpampanglah mahkota indah Yasmin yang hanya bisa dilihat olehnya. "Kamu cantik.." Jari Azka mulai menelusuri wajah Yasmin dari mata, kehidung lalu turun kepipi hingga kini tangannya menangkup rahangnya dan mendekatkan bibirnya di bibir Yasmin mengecupnya sesaat lalu matanya kembali menatap mata Yasmin dan kembali mengecup lagi dan lagi hingga kini berubah menjadi ******* lembut, berbekal inisiatif sendiri karna keduanya memang tidak pernah melakukan itu, meski Azka tak aneh karna sudah sering melihat di film film yang di tontonnya juga dua sahabatnya yang kadang meracuni fikirannya dengan hal hal mesum, agar Azka mau punya pacar, namun nyatanya Azka tak tergoda dan meneguhkan prinsipnya Azka menginginkan hanya satu untuk selamanya, dan kini ia menikmatinya dengan Yasmin, istrinya... gadis pujaannya bidadarinya, dambaannya sejak pertama bertemu.
Yasmin pun tak kalah berdebarnya degub jantungnya memacu lebih cepat saat Azka mendominasi dengan ciumannya, rasa asing yang merasukinya seperti mengegelitik dan meninggi begitu saja, Yasmin memang pernah berpacaran meski berakhir dikecewakan namun Yasmin tak pernah membiarkan dirinya disentuh oleh pacarnya,mungkin itu yang membuatnya berakhir di sakiti karna mereka bosan dengan Yasmin yang hanya mau berpegangan tangan saja.
__________
Lanjut gak sih...?
belum ketemu yang hot.. hot kanπ€
tapi jangan bilang bilang ya..! π€«
aku mau semedi dulu untuk merangkai kata supaya tak ditolak,,, karna ditolak itu menyakitkan π€§
Like..
komen..
Vote..π
__ADS_1
πΉπΉπΉβββ