Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
S2- Pertunangan


__ADS_3

"Kayak nya bukan aku banget deh Din masuk ke acara kayak gini" Yasmin dan Dina sedang berdiri di depan pintu masuk,ia berdiri gelisah terlebih sejak tadi hatinya sudah gelisah entah ada apa tangannya salin meremas gugup.


"Udahlah kita nikmati aja Yas lagian ada makanan geratis"


Azka dari jauh terlihat menuju kearah mereka "Tuh liat pangeran lo, dia ganteng banget " pekik Dina, Yasmin melihat kearah dagu Dina terangkat,ya Azka terlihat tampan mengenakan jas yang pas ditubuhnya, dan Yasmin tertegun merasai dada nya berdebar.


"Hai kalian udah datang" sapa Azka sambil tersenyum lembut kearah Yasmin.


"Ehmm terimakasih dong sama gue udah mau nemenin dia"


"Iya terimakasih ya Dina" Dina pun terkekeh.


"Hehe iya makasih juga udah undang gue,kapan lagi bisa makan enak"


"Oke.. silahkan dinikamti jamuannya" Azka menunjuk stand makanan yang berjejer.


Yasmin sejak tadi hanya diam "Kenapa sih?" tanya Azka, Yasmin menggeleng.


"Dia gugup kali Ka" ledek Dina.


Azka tertawa pelan "Ayo" Azka mengulurkan tangannya kearah Yasmin.


"Kemana?"


"Ketemu Daddy sama mom"


"Cie yang mau ketemu camer"


"Diem deh Din!" Yasmin menyenggol bahu Dina.


"Iya gue diem, ya udah gue cari makanan dulu ya,disini gerah" Azka mengangguk.


"Eh.. kemana?" Yasmin tak mau ditinggal sendiri, namun Dina malah pergi tak peduli.

__ADS_1


"Dia mau makan Yas, ayo" Azka menarik tangan Yasmin dan berjalan menembus kerumunan untuk menemui Adam dan Alyla namun Azka hanya menemukan Adam dan Leo disana "Dad..Uncle" sapa Azka.


Tanpa disadari tangan Yasmin meremas tangan Azka karna gugup "Dad ini Yasmin" Yasmin melihat pria paruh baya dihadapannya yang terlihat gagah dan tampan, sekarang ia tau dari mana Azka bisa mendapat ketampanannya, dia mirip daddynya.


"Oh hallo Yasmin" sapa Adam


"Ha.. hallo om" sapa Yasmin.


"Kamu lebih cantik dari di foto ya" timpal Leo tentu saja dia sudah tau.


Yasmim melihat kearah Azka yang hanya tersenyum.


Yasmin hanya mengangguk kaku "Tidak usah tegang tenang saja" tambah Leo lagi.


"Jadi Dad dimana Mommy?" belum Adam menjawab Alyla terlihat menggandeng Aira turun dari tangga,sontak saja kini semua mata teralih kearah Alyla dan seorang gadis di gandengannya,Adam mendesah melihat raut istrinya sepertinya Aira belum menjelaskan apapun.


Azka mengeryit, lalu melihat kearah Adam, Adam tak memberi reaksi apapun selain helaan nafasnya yang berat.


Yasmin ikut melihat kearah kemana semua mata kini tertuju,Mommy Azka dan Aira, Aira terlihat begitu cantik dan anggun, meski Yasmin baru sekali bertemu namun malam ini Aira berbeda bahkan Yasmin pun kagum melihatnya.


"Aku kedepan dulu ya,Yas"Azka melepas genggamannya dari Yasmin,dan seketika tangan Yasmin terasa kosong.


Sania menghampiri Leo "Kenalkan sayang ini Yasmin teman Azka"


"Oh.. hai Yasmin saya Sania"


"Hallo tante"


"Seneng deh kenalan sama kamu, cantik banget" Sania mengusap bahu Yasmin.


"Makasih tante.."


"Eh, ayo sayang kita kedepan kayak nya pertunangannya mau di umumin sekarang, Yasmin kita kedepan dulu ya" Sania menarik Leo.

__ADS_1


Yasmin mengangguk pertunangan siapa? dan Yasmin pun ikut melangkah entah mengapa ia ingin melihat lebih dekat.


Tiba di depan langkah Yasmin memelan melihat keluarga Azka sedang berejejer bersama,keluarga yang terlihat indah di mata Yasmin, disana Azka berdiri bersama Aira,terlihat seperti sepasang kekasih dengan pakaian yang serasi,tentu saja karna itu sudah dipilihkan Alyla.


Tak lama tedengar suara Alyla memberi pengumuman "Terimakasih atas kedatangan dan doa kalian semua,di pernikahan saya yang ke 17 saya merasa sudah sempurna dikaruniai tiga anak yang tampan dan cantik,juga pada hari ini kami membawa kabar gembira anak kami Azka akan melangsungkan pertunangan..


Degh..


Yasmin tertegun saat matanya melihat Azka yang juga seperti kebingungan, "Putra kami Azka akan kami sandingkan dengan Aira putri dari sahabat kami, juga sekaligus satu satunya gadis yang selama ini dekat dan di kenal Azka" Alyla semakin merapatkan Aira dan Azka.


Yasmin melihat Azka yang juga menatap kearahnya sambil menggeleng pelan,Dina menggenggam tangan Yasmin hingga ia pun melihat tatapan iba dari Dina, entah sejak kapan Dina berada di sisinya.


Yasmin masih diam melihat betapa binar bahagia dari keluarga Azka terlihat jelas juga Aira yang tersenyum malu malu, Yasmin menghela nafasnya tak dipungkiri hatinya sedikit terluka ternyata Azka sama saja,baru saja ia akan percaya ternyata dia sama saja, hingga getaran ponsel di dalam tasnya mengalihkan perhatiannya Yasmin mengerutkan alisnya saat melihat siapa yang menghubunginya.


Belum Yasmin bicara orang di sebrang sana bicara dengan nada panik "Yasmin.. saya Amira.. Yasmin ibu kamu kecelakaan"


Dan dititik ini lah dunia Yasmin terasa berhenti berputar, dua berita yang mengejutkan di dapatnya bersamaan, Yasmin melihat kearah Dina, Dina menyadari tatapan Yasmin berbeda "Yas.. telpon dari siapa?"


"Dina.. ibu.." Yasmin tak lagi mendengar perkataan Alyla di depan sana juga suara bu Amira tetangga rumahnya masih memanggil Yasmin yang tak menyahut sama sekali,Matanya sudah berkaca kaca,tak lama suara riuh tepuk tangan seolah membawa lagi kesadarannya,Yasmin melihat sekali lagi kearah Azka seolah meyakinkan diri, hingga Yasmin berlari keluar dari ruang pesta itu,di ikuti dina dibelakangnya.


.


.


Azka hanya bisa mematung mendengar ucapan Alyla, Azka melihat Yasmin lalu kearah Aira seolah meminta penjelasan bukankah sudah ia katakan pada Aira bahwa ia tak bisa,namun Aira membisikan sesuatu yang membuat Azka tak bisa bergerak "Aku mohon Ka, sekali ini aja jangan bikin aku malu dihadapan semua orang anggap ini pertolongan untuk sahabat kamu sejak kecil, aku janji aku akan jelasin semuanya sama semua orang, tapi gak sekarang aku gak bisa liat orang tuaku kecewa, tolong aku Azka aku gak mau mereka malu.." Aira meremas tangan Azka.


Hingga Ane membawakan cincin di depan Azka dan Aira,dan Aira mengembangkan senyumnya. "Maaf Ka" bisik Aira lagi "Tolong aku sekali ini aja" Aira meraih tangan Azka lalu menyematkan cincin itu di jari manis Azka.


Suara tepuk tangan menggema sesaat setelah Aira menyisipkan cincin, namun pandangan Azka tak teralihkan dari Yasmin sedikitpun.


Yasmin berlari, Yasmin pasti kecewa padanya, Azka tak bisa berkutik Azka ingin lari mengejar Yasmin dan menjelaskan semuanya,tapi tak bisa,astaga Azka terjebak sekarang.


Adam mendesah kasar lalu menatap Leo, Leo hanya mengangguk seolah mengucapkan semua akan baik baik aja.

__ADS_1


Bagaimana mungkin semua baik baik saja Adam melihat Azka yang kecewa,juga perempuan yang bernama Yasmin berlari keluar.


Apa kisah Azka yang belum dimulai harus berakhir..?


__ADS_2