
Karina membawa Azka dan Alyla ke taman bermain Azka begitu gembira bahkan memainkan beberapa permainan.
"Mom ayo bermain itu" Azka menunjuk perahu yang tengah terombang ambing serta teriakan orang orang yang menaikinya.
Melihatnya saja Alyla sudah ngeri apalagi membiarkan Azka memainkannya "No, jangan itu Azka masih terlalu kecil untuk naik itu" kata Alyla.
"Ah Mommy gak asik, Eyang ayo bermain itu" Azka beralih ke Karina membujuk sang Eyang agar mau menaikinya bersama Azka.
"Ah ngak!! kalo Azka mau main itu Azka harus besar dulu baru boleh." Azka sudah cemberut "Gimana kalo kita jajan kembang gula dulu" Karina membujuk dengan mengalihkan Azka pada makanan kesukaan nya.
"Mau Eyang Akka mau"
"Ya sudah biar Mommy yang beli Azka tunggu disini sama Eyang oke!"
"Oke Mom" Alyla pun pergi untuk mencari pedagang kembang gula.
Alyla kembali dengan membawa tiga kembang gula tangannya, namun dahinya mengeryit ketika tidak mendapati Karina dan Azka disana. Alyla mencari mungkin mereka sedang ketoilet, Alyla menyusuri tolet yang berjejer namun tak mendapati Azka pun Karina disana Alyla mulai panik dan menghubungi Karina namun ponsel Karina tak bisa dihubungi.
__ADS_1
Ditengah kekalutannya ponselnya berdering bergegas Alyla melihat mungkin saja itu Karina sang mertua namun ternyata bukan itu Adam.
"Hallo sayang, kalian jalan jalan kemana sih sampai gak ngabarin mas!" sebelum Alyla berbicara Adam sudah memberondong Alyla.
"Mas.. " Mendengar nada panik dari Alyla Adam menjadi khawatir.
"Ada apa sayang kalian baik baik saja kan?"
"Mas.. hiks.. hiks.. Azka sama mama hilang" Alyla berbicara sambil menangis.
"Apa.. kenapa bisa? dimana bodyguard mama?"
"Tenang jangan panik mas segera kesana" Adam sudah keluar kantornya dan berlari ke arah mobil ditemani Leo yang mengemudi. "Sekarang kamu dimana?"
"Aku ditaman bermain mas, mas cepat perasaanku gak enak" Alyla terus menangis entah mengapa pikiran buruk menyerangnya.
"Tenang sayang tunggu di sana jangan kemana mana bila perlu kamu diam di pos penjaga dan jangan kemana mana, mas juga harus hubungi Papa"
__ADS_1
"Baiklah mas cepatlah" Alyla pergi ke pos penjaga dan segera memberitahukan bahwa dia kehilangan anak dan mertuanya.
Para penjaga pun berpencar untuk menyusuri taman bermain untuk mencari Karina dan Azka.
Adam tiba dan segera menghampiri Alyla, Alyla berlari memeluk Adam "Mas bagimana ini"
"Tenang sayang" Adam mengusap wajah Alyla yang basah dengan air mata bahkan mata Alyla sudah bengkak karna menangis sejak tadi. Alyla menangis sesegukan dipelukan Adam. "Leo cepat periksa setiap kamera yang ada disini" Leo pun bergegas.
Ketika tiba Leo sudah disambut oleh kepala keamanan karna mereka juga sudah mulai menyusuri mencari Azka dan Karina,namun mereka tidak menemukan jejak apa pun mereka hanya melihat Karina dan Azka pergi kesebuah titik dimana tidak terlihat CCTV lalu mereka tak keluar lagi.
Alyla dan Adam semakin panik, Arya baru saja tiba dengan beberapa ajudannya. "Bagaimana?"
"Balum ada petunjuk pa"
Tiba tiba dari arah luar seorang securiti berlari "Pak, saya menemukan seseorang dengan luka tusukan di sudut barat" mereka pun bergegas untuk menghampiri dimana orang yang terluka tersebut, rasa khawatir semakin mengerayangi pikiran Adam,Alyla dan Arya.
Mereka melihat siapa orang yang tengah terluka bahkan sudah tak bernyawa dengan luka tusuk dibagian perut.Seketika lutut Alyla tak bisa lagi berdiri bahkan Adam harus menahan bobot tubuh Alyla yang lemas Alyla jatuh tak sadarkan diri.
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca.