Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Keputusan Alyla


__ADS_3

"KEPANA KAMU KERAS KEPALA SEKALI!"


Adam meremas rambutnya.


Alyla menarik nafas panjang. "Pulanglah Pak Adam,ini sudah malam tidak baik jika dilihat tetangga" kata Alyla pelan.


"Tidak sebelum ini selesai"


"Tolonglah Pak Adam beri waktu saya untuk menjelaskan semuanya,ini semua tidak mudah bahkan untuk mengingat kembali rasanya sakit sekali" Alyla berucap lirih "Saya janji akan menjelaskan semuanya"


"Kapan? kamu pikir saya bodoh. kamu hanya mencari celah untuk melarikan diri"


"Saya tidak akan melakukan itu"


"Kalau begitu bicarakan sekarang!" Kata Adam tegas.


"Anda pikir semuanya mudah bagi saya,tolong mengertilah beri saya waktu untuk menenangkan hati saya,lagi pula tidak akan baik bicara dalam keadaan marah,pulanglah besok kita bicara!" Alyla membuka pintu untuk mempersilahkan Adam keluar "Tolong"


"Baiklah,besok saya kembali,jangan coba lari. ingat itu..!!" Alyla menutup pintu segera setelah Adam keluar kini dirinya luluh terduduk di depan pintu yang sudah tertutup rapat,Alyla memukul dadanya meraung menangis sambil menutup mulutnya berharap siapa pun tak mendengar,namun percuma isakannya begitu kencang menandakan sakit yang begitu dalam, sehingga Adam yang masih ada di balik pintu pun memejamkan matanya,menyesalkan yang terjadi 'Mengapa..mengapa seperti ini' batin Adam berteriak 'Mengapa sakit mendengar tangisannya,apa sedalam itu luka yang harus dia terima' Adam melanjutkan langkahnya untuk kembali ke vila tempatnya tinggal.


Alyla tidak tidur semalaman dirinya gelisah, Alyla berharap dengan berserah diri di atas sajadah semuanya bisa teratasi,namun pikirannya masih mendominasi hatinya tak tenang,hingga pagi menjelang Alyla tak kunjung memejamkan mata.


Alyla mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.


"Hallo Assalamualaikum An?"


"Walaikumsalam Ris kenapa?,suara kamu serak banget kamu sakit?" Ane disebrang sana terkejut,mendengar suara Alyla begitu berat dan terdengar lemas.


"Aku baik An,aku.. mau minta tolong boleh?"


"Boleh,kalau aku bisa aku bantu"

__ADS_1


"Aku bisa minta tolong jaga Azka sehari ini aku ada urusan penting"


"Kenapa Ris? ada masalah apa?"


"Nanti aku cerita,tapi nanti setelah semuanya selesai"Alyla menutup telpon setelah mendapat persetujuan dari Ane,dan mengucap salam.


Alyla pergi ke kamar Azka untuk membangunkan Azka "Ka, bangun sayang! ayo kita sarapan" Alyla mengelus rambut Azka.


"Eh pagi Mommy" Azka mengusap matanya.


"Pagi sayang,ayo bangun cuci muka trus kita sarapan"Azka pun mengangguk.


"Mommy??"


"Ya"


"Daddy mana Mom,semalem kan bobo sama Akka,kok gak ada?"


"Akka mau Mommy tapi Akka juga mau Daddy"kata Azka sendu "Kenapa Akka harus milih,Aira juga punya dua duanya,punya Ayah sama Mamanya"


Alyla mengelus rambut Azka lalu meluknya sebentar "Gak apa Mama cuma nanya,Azka tau Mama suka Azka panggil Mommy, itu terdengar keren" Alyla terkekeh.


"Bener kan kata Akka itu keren Mommy,makannya Akka panggil Mommy"


"Oke kalo gitu mulai sekarang Azka boleh panggil Mommy,Mommy ini gak akan larang Azka lagi" Alyla menepuk dadanya, lalu mereka tertawa bersama.


"Ayo sekarang cuci muka trus kita sarapan,hari ini tante Ane mau ngajak Azka jalan jalan"


"Oh ya,sama Mommy"


"Gak Mommy gak ikut,Mommy ada urusan sebentar,Azka maukan jagain tante Ane sama Aira mereka kan perempuan jadi harus ada laki laki yang jagain."

__ADS_1


"Oke Mom Akka kan cool"


"Yes i know..Ayo cepetan"


Setelah mempersiapkan Azka ,Alyla mengantarnya ke rumah Ane,ternyata Ane pun sudah menunggu di halaman rumah dengan motornya."Kamu gak ke sekolah Ris?"Tanya Ane.


"Gak aku ada urusan,maaf ngerepotin ya An"


"Gak apa apa Ris,kamu baik kan Ris kamu pucet banget"


"Aku baik An cuma kurang tidur aja jadi agak lemes" bukan hanya kurang tidur,tapi Alyla tak tidur semalaman.


"Ya udah kita berangkat ya Ris,kamu baik baik,setelah urusan kamu selesai kamu istirahat,nanti sakit lagi"Alyla mengagguk "Ayo sayang pamit dulu sama Mommy"


"Dah Mommy Assalamualaikum"


"Dah tante Assalamualaikum" Aira dan Azka melambaikan tangan ke arah Alyla.


"Waalaikumsalam sayang hati hati yah kalian"


Setelah kepergian Azka,Aira dan Ane,Alyla menarik nafas panjang,meyakinkan dirinya 'Ya mungkin ini sudah saatnya' katanya dalam hati.


Alyla berjalan ke arah Vila sebrang rumahnya Alyla memutuskan tak perlu menunggu Adam yang menemuinya,tapi Alyla sendiri yang akan menemui Adam bila perlu Alyla akan memohon agar Adam tidak pernah mengambil Azka untuk dirinya sendiri,Alyla tidak akan sanggup jika sampai tidak bisa bertemu lagi dengan Azka seumur hidupnya seperti yang di katakan Adam semalam


,mengingat begitu besarnya kekuatan uang Alyla tau apa saja yang bisa Adam lakukan untuk bisa mengambil Azka darinya,termasuk hak asuh terhadap Azka.


Alyla sudah masuk gerbang yang tidak dikunci lalu melanjutkan langkahnya menuju sebuah pintu berwarna Coklat yang cukup tinggi,Vila itu termasuk vila yang mewah,luas dan cantik juga masih tercium aroma bau cat yang masih baru,karna baru selesai di renovasi, terdengar suara para pekerja di bagian belakang yang masih belum menyelesaikan pekerjaan mereka,karna memang vila itu akan di perluas.


Alyla menganggkat tangannya untuk menekan bel di sisi kanan pintu,Tak lama seseorang membuka pintu dari dalam menampilak seseorang yang tersenyum.


"Assalamualaikum.."

__ADS_1


__ADS_2