Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
S2-Bidadari Azka


__ADS_3

Yasmin sedang merapikan barangnya di sebuah ruangan yang ia jadikan tempat penyimpanan barang jualan nya.


"Assalamulaikum.." terdengar suara Ibu juga Raja yang baru saja datang.


"Waalaikumsalam" Yasmin menghampiri lalu bejongkok ke arah raja yang baru turun dari gendongan ibu. "Dari mana aja sih anak bunda ini?" Yasmin mencium pipi gembul Raja.


"Jayan jayan Bunda(jalan jalan)" kata Raja dengan aksen cadelnya.


"Iya tadi dia merengek katanya kamu lama pulangnya, jadi Ibu bawa jalan jalan ke taman depan"


"Pantes Yasmin pulang rumah kosong,Tadi aku abis nolongin orang kecopetan terus anterin kerumahnya jadi telat buat ambil barang"


"Kamu pasti cape Yas"


"Lumayan sih bu, tapi mulai besok ada yang bantuin kok"


"Oh ya?"


"Iya temen ku di kampus ada yang mau join,lumayan lah bu kita bisa nambah modal"


"Bagus deh, kalo gitu"


Yasmin mendudukan Raja di kursi lalu membuka baju Raja "Kita mandi yuk, Raja keringetan.. iiuhhh bau" Yasmin menjepit hidungnya setelah mengendus pipi Raja,sambil menggelitiki perut bocah gembul itu.


"Hahahaha... geyi Bunda (Geli)"


.


.


Yasmin baru saja menidurkan Raja, lalu memejamkan matanya sebentar, ia akan mengemas pesanan yang harus diantar besok ke kurir.


Bunyi notifikasi pesan dari hanphone nya menyadarkannya kembali, sebuah pesan yang membuatnya kehilangan rasa kantuknya, Yasmin menggenggam ponselnya erat hatinya bak tertusuk ribuan jarum, mengingat bagaimana orang itu menggoreskan luka "Darimana dia tau no baru ku" gumamnya.


Yasmin menyimpan kembali ponselnya tanpa berniat membalasnya,tak lama muncul kembali pesan dari no yang sama.


+62851234****


Aku akan menemukan kamu, dan mengambilnya.

__ADS_1


+62851234****


Yasmin kamu membaca pesanku,sampai kapan kamu lari.


Yasmin mebuang sembarang ponselnya, lalu melihat kearah Raja, "Bunda gak akan biarkan dia menyentuh kamu apalagi mengambil kamu" gumamnya lagi,tangannya meraih tangan mungil itu menggenggamnya dan menciumnya.


Ponsel Yasmin terus bergetar,bahkan kini berubah menjadi nada panggilan,bahkan tak hanya sekali, lagi dan lagi.


Dengan geram Yasmin mengangkat ponselnya "APA MAU KAMU SEBENARNYA!!" teriak Yasmin.


Azka baru selesai dengan drama di kejar Aira, ia mengunci pintu kamarnya Aira terus merajuk menagih janji untuk jalan jalan dengan Azka "Lain kali ya Ra,gue kan besok mau ke kantor jadi perlu istirahat" teriak Azka dari kamarnya yang sudah di kunci.


"Ah.. Ka nanti kamu lupa, trus aku nya keburu pulang" Rajuk Aira bersender di pintu kamar Azka,bibirnya sudah mengerucut.


"Iya deh besok pulang kantor gue anterin mau kemana gue temenin"


"Bohong,nanti bilang cape abis dari kantor" Azka mendesah Aira memang selalu memaksakan kehendaknya.


"Promise"


"Bener ya!"


"Oke" Aira tersenyum, lalu berniat untuk beranjak memasuki kamarnya di lantai satu, Aira berhenti sejenak saat melihat Kanaya.


"Dasar egois" kata Kanaya pelan namun masih bisa di dengar oleh Aira, Kanaya melanjutkan langkahnya kearah kamarnya yang ada di sebelah kamar Azka, juga Fardhan kamar mereka memang berjejer untuk memudahkan Alyla ketika membangunkan anak anaknya, Aira hanya mengedikkan bahu acuh lalu melanjutkan langkahnya menuju kamarnya, kamar yang biasa ditempatinya ketika berkunjung kerumah Alyla.


Di dalam kamar Azka menempelkan telinganya di pintu , dan hening "Akhirnya pergi juga" Azka berjalan kearah ranjang untuk merebahkan dirinya,ia benar benar ingin istirahat,saat Azka akan memejam ia teringat bahwa ia sudah janji akan memberi tau Yasmin jika motornya sudah di perbaiki.


Azka mencari no ponsel Yasmin yang sudah dia save tadi.


Dan ketemu.


Bidadariku❤️


Azka tersenyum geli saat melihat nama itu,ah Yasmin memang seperti bidadari yang dengan cepat singgah dihatinya.


Mungkin Azka sedang merasakan cinta pada pandangan pertama,secepat kilat ia melabuhkan cinta pertamanya pada satu satunya perempuan yang membuatnya penasaran.


Azka menekan tombol panggil di ponselnya tersambung Azka meraba dadanya yang tiba tiba berdebar menanti jawaban dari sebrang sana.

__ADS_1


Azka menunggu suara yang akan mengalun merdu di telingannya, namun ketika panggilannya diangkat bukan sapaan yang di dengarnya namun teriakan yang membuatnya menjauhkan ponsel itu dari telingannya.


APA MAU KAMU SEBENARNYA!!


"Hah?" Azka begitu terkejut ketika mendengar teriakan tersebut "Yasmin ini aku Azka,kamu baik baik saja?" hening beberapa saat.


Oh... maaf aku kira siapa


"Kamu kenapa teriak teriak?"


Itu ... itu tadi ada orang.. salah sambung aku kira masih yang tadi.. iya gitu


Azka sedikit mengerut nada bicara Yasmin sedikit terbata.


Ada apa kamu nelpon?


"Oh itu,maaf motor kamu belum selesai mungkin besok malam aku bisa antarkan"


Oh gak papa nanti biar aku yang ambil kesana


"Jangan" kata Azka.


Hah?


"Besok keluarga aku mau keluar semuannya"


Hah? semua,sama pembantu kamu?


"Ya enggak,tapikan gak enak kalo di rumah gak ada orang masa ada tamu pribuminya gak ada"


Oh ya udah


"Ya gitu" enak saja kalo motor Yasmin di balikin dia gak bisa nyari alasan buat anterin motornya trus sekalian PDKT.


Ya udah kalo gitu,aku tutup dulu ya,Assalamualaikum


Tut..


Azka yang akan bicara menelan kembali kata katanya "Waalaikumsalam.." desahnya. "Gak bisa ya ngobrol lebih lama apa?"gerutunya, Azka melempar dirinya keatas kasur lalu memejam tak lama kedua sudut bibirnya tertarik membayangkan besok malam ia akan menjumpai Bidadarinya.

__ADS_1


__ADS_2