Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
S2- Cemburu tak berdasar


__ADS_3

Yasmin bangun saat hari sudah sore,dengan perlahan ia bangun dan mendudukan dirinya, melihat sekitarnya tidak ada Azka disana, lalu matanya melihat kearah kursi roda yang berada di dekatnya, Yasmin menarik nafas lega beruntung kursinya tak jauh, ia bisa pindah sendiri sekaligus latihan, mana mungkin ia terus menggunakan tangan orang lain untuk melakukan segala hal.


Yasmin memasuki kamar mandi dan membersihkan diri,Yasmin melihat lutut nya yang tadi terjatuh dan membentur lantai "Tuh kan memar" Yasmin meraba lututnya yang terlihat biru akibat benturan.


Setelah melaksanakan kewajibannya Yasmin keluar kamar sebentar lagi waktu makan malam maka ia akan membantu sebisa nya, menggerakkan kursi roda nya menuju arah dapur,terdengar suara obrolan ramai dari ruang keluarga mungkin mereka sedang mengobrol, namun Yasmin tak ingin pergi kesana tujuannya adalah ke dapur, apalagi masih terdengar suara Aira, ia belum siap untuk melihat sesuatu yang membuatnya... Cemburu...


Tiba di dapur Yasmin melihat bibi dan Alyla tengah menyiapkan makan malam "Malam mom, maaf Yasmin ketiduran jadi gak bantu mommy"


"Hei sayang gak papa, ini udah hampir selesai, lagian pasti kamu cape habis terapi tadi" Alyla membawa makanan ke meja makan. "Gimana sekarang ada kemajuan?"


"Gak terlalu mom, cuma sekarang udah bisa pindah sendiri"


"Oh ya, bagus dong itu kemajuan namanya, mom yakin kamu cepet sembuh"


"Aamiin mom, makasih"


"Ya udah kita siap siap makan malam ya,mom mau panggil dulu orang orang.."


Alyla pun pergi meninggalkan Yasmin dan kini ia hanya berdua dengan bibi yang masih memindahkan makanan ke meja makan "Bibi, aku mau minta tolong?"

__ADS_1


"Oh boleh non, non mau apa?"


"Aku mau air anget, tenggorokan ku sakit" Yasmin merasa tenggorokannya sakit, setelah bangun tidur tadi, mungkin karna tadi juga sempat menangis apalagi ketika bangun ia tak menemukan air minum yang biasanya ada di atas nakas.


"Oh iya non, sebentar"


"Makasih bi.."


Alyla mengahampiri Adam, Azka dan anak anaknya yang sedang berkumpul diruang keluarga, disana juga ada Aira dan suaminya Ferdi rencana nya mereka akan menginap dan pulang besok pagi.


Tadi setelah drama Aira yang mengidam mie ayam di belikan Azka, Aira meminta suaminya kembali lagi, beruntung Ferdi belum jauh, hingga akhirnya ia putar arah dan menemui Aira lagi dan berakhir mereka harus menginap di rumah besar itu.


"Ayo makan malam nya udah siap" Alyla memanggil semua orang termasuk Adam dan Azka yang sedang diskusi masalah pekerjaan, Azka bangun dari duduknya dan hendak ke kamar dan membawa Yasmin "Loh mau kemana bang?"


"Yasmin dah bangun dia udah diruang makan.." Azka mengeryit kenapa ia tak tau, kenapa Yasmin tak memanggilnya jika akan bangun, bagaimana ia menyiapkan dirinya.


Selama ini Azka yang selalu membantu Yasmin, membawanya ketoilet, membersihkan diri, hingga berganti pakaian pun Azka yang melakukannya, ia tak pernah membiarkan Yasmin sendiri karna takut Yasmin terjatuh, jika sedang bekerja ia akan meminta Suster terus memantau, sedangkan jika Azka sudah pulang Azka yang akan mengurusi Yasmin, dan ini sudah malam suster juga sudah pulang lalu Yasmin melakukannya sendiri?.


Dengan langkah tergesa Azka menuju kearah ruang makan "Sayang kenapa gak manggil aku kalau udah bangun" Azka bertanya ketika sudah dekat dengan Yasmin.

__ADS_1


Yasmin tersenyum, "Aku bisa kok.."


"Tapi, tetep aja gimana kalau.."


"Aku gak apa Mas" Azka hanya bisa menghela nafasnya.


Tak lama semua sudah berkumpul di meja makan termasuk Aira dan suaminya, Yasmin awalnya terkejut jika Aira ternyata sudah menikah, dan teringat akan hatinya yang tadi merasakan kecemburuan,Yasmin menghela nafasnya lega cemburunya sungguh tak berdasar, tanpa bertanya ia malah menyimpan kesedihannya sendiri.


"Maaf ya aku belum sempat jenguk kamu, seneng akhirnya kamu bangun, kamu tau Azka kayak orang ling lung waktu kamu awal awal koma gak sadar sadar, akhirnya penantian Azka gak sia sia, semoga kamu bisa cepet sembuh seperti sedia kala" kata Aira tulus, mereka mengobrol seperti biasa setelah makan malam selesai, kadang ada candaan yang terlontar dari Azka dan Aira layaknya sahabat, dan Yasmin bisa melihat bahwa tak ada cinta dari mata Aira untuk Azka hanya tatapan sayang sebagai sahabat saja atau keluarga. sebaliknya Yasmin memperhatikan tatapan Aira pada suaminya penuh cinta dan perhatian, meski sifat Aira tetap manja dan cerewet, tapi sangat terlihat suaminya juga begitu mencintai Aira.


Yasmin hanya tersenyum, melihat betapa harmonisnya Aira dan Ferdi, apalagi mereka sebentar lagi akan punya bayi, Ferdi juga terlihat sabar dalam mengahadapi Aira yang manja dan terus mengoceh.


Azka menggenggam tangan Yasmin di bawah meja, lalu tersenyum dan di balas oleh senyuman tak kalah manis dari Yasmin.


_________


Like..


komen..

__ADS_1


Vote..


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนโ˜•โ˜•โ˜•


__ADS_2