
Hari ini Yasmin baru selesai terapi keduanya,namun Yasmin belum mau selesai,meski dokter sudah pulang dan ia hanya di temani suster, keringat dingin sudah mengucur di dahinya kakinya yang lemas berusaha berdiri dengan menopang di pinggiran besi yang tersedia, saat Yasmin hampir terjatuh dengan cepat Azka menangkapnya.
"Hati hati sayang.."
Yasmin lega setidaknya ia tak jatuh kelantai karna Azka menangkapnya "Makasih"
"Hum.. istirahat dulu ya, suster bilang kamu gak mau berhenti" Azka baru saja pulang dari kantor saat tak menemukan Yasmin di kamar maka ia bergegas keruang terapi Yasmin.
"Aku pengen cepat sembuh" ucapnya murung,Yasmin ingin bisa bermain dan menemani Raja,mengantar Raja sekolah,juga melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri, mengurusi Azka.
"Iya tapi jangan di forsir juga yang!" Azka mengusap dahi Yasmin "Sampai keringetan gini" Yasmin hanya diam "Kenapa hum..?" Yasmin menggeleng tanpa bicara "Ya udah kita istirahat dulu ya" Azka mendorong kursi roda Yasmin menuju kamar mereka.
.
.
Hari hari berikutnya Azka selalu menemani terapi Yasmin,karna Khawatir Yasmin akan memaksakan diri seperti waktu lalu,Jadwal Terapi Yasmin diadakan dua kali dalam satu minggu, dan sebisa mungkin Azka akan menemani.
Ini sudah terapi ke lima namun Yasmin belum juga bisa berdiri tegak hatinya mulai resah, takut jika ia tak bisa berjalan lagi, Yasmin sering melamun sendiri kepercayaan dirinya mulai menurun bagaimana kalau ketakutan nya akan terwujud.
Yasmin menormalkan rautnya saat Azka datang ia tak mau Azka khawatir, "Mas Udah siap?"
"Iya, kamu gak apa kan, aku gak bisa nemenin terapi hari ini" Yasmin mengangguk.
__ADS_1
"Gak papa mas kerja aja"
"Iya maaf soalnya hari ini ada rapat penting gak bisa di tinggal" Azka mendorong kursi roda Yasmin keluar kamar, setelah sarapan Azka berangkat setelah sebelumnya mencium sayang Yasmin.
"Bunda aku pergi dulu ya"
"Ya sayang" Yasmin mengecup dahi Raja, lalu mobil yang membawa Raja dan Azka pergi keluar gerbang.
"Sayang maafin mom hari ini mom gak bisa nemenin kamu, Ada pertemuan orang tua di sekolah Fardhan gak papa kan?"
"Iya gak papa Mom, lagian ada suster"
"Ya udah mom berangkat dulu ya" Alyla mengecup dahi Yasmin lalu pergi,
Yasmin mendorong sendiri kursi rodanya menuju ruangan yang dibuat khusus untuknya terapi, tepat di ujung ruangan dan berhadapan dengan taman belakang.
Setelah selesai seperti biasa Yasmin berusaha sendiri di temani suster. "Sudah dulu nona"
"Iya terimakasih suster sudah menemani seenggaknya sekarang aku udah bisa berdiri meski belum tegak"
"Ya nona apalagi kata tuan anda jangan terlalu lelah" Yasmin mengangguk, dan suster sudah menuntun Yasmin dan mendudukannya di kursi roda.
Suster menggerakan kursi rodanya menuju kamar Yasmin namun saat akan berbelok Yasmin mendengar suara gaduh dari ruang tamu "Suster kayaknya ada orang di depan, boleh kedepan dulu?" Yasmin penasaran dengan suara ramai dari ruang tamu.
__ADS_1
Suster pun mendorong kursi roda Yasmin menuju ruang tamu, Saat hampir menyentuh pintu ruang tamu, Yasmin meminta suster memberhentikan kursi rodanya.
Tatapan Yasmin berubah nanar, melihat pemandangan di depannya hati Yasmin mencleos merasa semakin berada di titik insecure.. Yasmin menghela nafasnya "Gak jadi deh sus kita balik ke kamar aja"
Suster yang awalnya merasa heran, menurut saja lalu berbalik menuju kamar Yasmin "Udah sus makasih ya"
"Nona mau berbaring gak, biar saya bantu?" tanya suster sebelum pergi.
"Gak usah sus makasih" Yasmin menutup pintu pelan,ia ingin sendiri.. lalu menggerakkan kursi rodanya kearah jendela, matanya menerawang ia melamun lagi...
________
Lah kenapa lagi tuh..?
Dua bab lagi menyusul,ditunggu ya๐
Like..
komen..
vote..
๐น๐น๐นโโโ
__ADS_1