
"Bundta.." Raja menghampiri Yasmin yang sedang duduk berhadapan dengan Azka.
Azka menoleh kearah bocah gembul yang berjalan sambil mengusak matanya.
"Hai,, sayang sudah bangun,sini cium bunda" Yasmin menyodorkan pipinya kebocah gembul itu.
Mata Azka membola beberapa kali mengerjap apa katanya tadi 'Bunda' apa yang....? pikiran Azka bleng seketika.
"Yas ini..?" Azka menunjuk anak yang berada di pangkuan Yasmin.
"Oh ini Anakku..."
Jedarrrrrr!!!!
Seketika mimpi Azka yang berwana menjadi hitam..
"Ka..kamu sudah menikah?" Azka bertanya dengan terbata, pertanyaan yang bodoh memang jika Yasmin tidak menikah bagaimana dia bisa punya anak.
"Itu.." Perkataan Yasmin terhenti saat Raja meronta turun dari pangkuannya dan berjalan kearah Azka "Eh.."
"Yah,, Yayah" kata Raja tangannya melebar mengisyaratkan ingin digendong, Azka melongo.. lagi.
Yasmin tertegun, dadanya berdebar makin kencang saat Raja menampilkan mata yang berkaca kaca "Raja, itu bukan Ayah, sini sayang" Yasmin akan mengambil Raja,namun Raja menepis.
"Ndak,Bundta mo Yayah.. huaaaa" Raja menangis,Azka semakin bingung.
"Raja.." Desah Yasmin, matanya ikut mengembun,melihat reaksi Raja, apakah Yasmin salah menjauhkan Raja dari Ayahnya,tapi sungguh Yasmin tak rela Raja bersama pria brengsek itu.
"Yas ... gak papa, boleh aku gendong" Yasmin menghela nafasnya berat, lalu mengangguk.
Azka mengambil bocah yang sedang menangis itu "Hai.. sayang,siapa nama kamu?"
"Rada"
"Rada?"
__ADS_1
"Ndak Rada"
"Iya.. Rada kan?" goda Azka..
"Huaaa Rada.."
"Oh oke, Raja" Azka terkekeh.
"Berapa umurnya?" tanya Azka,pada Yasmin.
"Dua tahun" Azka mengangguk,lalu kembali bercengkrama dengan Raja, Yasmin melihat semua interaksi yang dilakukan Azka dan Raja, kenapa hatinya begitu bahagia melihat Raja bisa tertawa dengan begitu ceria nya, juga melihat ketulusan Azka yang menemani Raja, hati Yasmin menghangat.
Yasmin tak bisa pungkiri bahwa Raja memerlukan sosok Ayah, namun ia tak rela jika Raja mengetahui siapa ayahnya sebenarnya.
'Ya Allah maafkan hatiku yang belum ikhlas dengan semua jalanmu' batin Yasmin.
Suara deru mobil terdengar di halaman rumah Yasmin "Oh itu supir ku datang menjemput" kata Azka,tadi dia datang dengan motor Yasmin, tadinya ia ingin duduk lebih lama dengan Yasmin ia sengaja meminta supirnya agar jangan dulu menjemputnya, namun setelah kenyataan nya seperti ini Yasmin yang sudah punya anak,apakah pantas ia berlama lama mengobrol dengan istri orang,namun ada yang aneh hari sudah malam namun Azka tak melihat suami Yasmin, apakan suami Yasmin bekerja lembur, ah entah lah hati Azka rasanya sakit tak sanggup menerima kenyataan cintanya yang belum tersambut sudah patah, mungkin tak akan pernah tersambut.
Yasmin mengangguk,"Raja om nya pulang dulu sini sama bunda sayang." Yasmin akan meraih Raja kedalam gendongannya.
"Sayang om ini bukan ayah kamu" ah kenapa hati Azka yang sakit mendengar kata kata Yasmin, mimpi indahnya hidup dengan Yasmin dan mempunyai anak, hidup bersama, pupus sudah.
"Ndak.. mahu,, Yayah" Raja mulai menagis dan mempererat tangannya keleher Azka.
"Raja" bentak Yasmin, Azka pun ikut terkejut dengan bentakan Yasmin.
Raja makin mengkerut dan menelusupkan wajahnya di dada Azka dan menagis makin kencang. "Kamu membuatnya takut Yas!!" Azka menatap Yasmin tajam "Ssstt iya sayang, Raja sama yayah ya" Ah andaikan Raja benar anaknya dan Yasmin, Azka menggeleng lagi, itu tak mungkin.
"Maaf,, maafin bunda sayang, iya.. Raja sama Ayah, tapi Ayahnya harus pulang dulu,nanti Raja boleh main lagi sama Ayah,bunda janji" Bujuk Yasmin.
"Ndak mahu,mahu sama Yayah" Raja sudah sesegukan.
Yasmin menutup wajahnya frustasi, ia juga merasa tak enak kepada Azka karna direpotkan dengan tingkah Raja.
"Gak papa Yas biar aku main sebentar lagi"
__ADS_1
Yasmin mengangguk pasrah "Maaf merepotkan"
Azka kembali bermain dengan Raja hingga tak terasa sudah jam sembilan malam, Raja sudah tertidur dan masih menempel dengan Azka "Aku bawain Raja ke kamarnya,boleh masuk" Azka mengangkat Raja kedalam gendongannya.
Azka merebahkan Raja di ranjang kecil yang di beri pelindung sisi agar Raja tak terjatuh.
"Terimakasih,maaf merepotkan" kata Yasmin.
"Gak masalah lagian aku juga seneng main sama Raja,dia lucu" Azka tersenyum "Maaf kalau aku lancang tapi kalau boleh tau memangnya dimana Ayah Raja?"
"Itu.. di dia sedang diluar kota" Yasmin terbata, ia tidak berbohong ayah Raja memang di luar kota.
Azka mengangguk "Aku ngerti, ya sudah aku pulang dulu"
"Sekali lagi makasih"
Azka mengangguk,lalu berjalan kearah mobilnya,di dalam mobil Azka melihat kearah Yasmin yang masih berdiri melihat kearahnya,kenapa hatinya sangat sakit saat menyadari bahwa dirinya harus menyerah, Azka tak mungkin merebut istri orang, jika masih pacar mungkin Azka bisa tikung, tapi istri apalagi sudah punya anak, Azka tak sekejam itu.
"Jalan Pak"
_________
Hayo loh Azka menyerah 😭😭 jadi siapa sebenarnya jodoh Azka.?🤔 mari di jawab👇
A:Yasmin
B:Yassmiiin
C:Yasminnnn
🤣🤣🤣🤣
Yang berkenan yuk mampir ke novelku yang lain salah satunya "MELODY CINTA NAYLA" lagi on going, up nya tiap hari 🙏
Salam sayang😘
__ADS_1