Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Maaf..?


__ADS_3

"Kamu sudah sadar" begitu adam memasuki ruang rawat Aluna, Aluna tengah duduk, wajahnya nampak pucat dan lesu.


Aluna melihat ke arah Adam "Kamu yang membawaku kesini"


"Ya, bagaimana perasaanmu?"


"Sudah lebih baik terimakasih"


"Bagaimana kamu bisa pingsan jika aku tidak datang apa yang akan terjadi padamu" Aluna tertawa dalam hati Adam masih menunjukan perhatiannya.


"Kamu seperti seorang kekasih yang menghawatirkan kekasihnya" Kata Aluna sambil terkekeh.


Adam mengangkat alisnya "Apa yang aku lakukan juga akan dilakukan oleh orang lain,aku hanya menunjukan kepedulian kepada sesama manusia, kamu lupa aku bahkan sudah menikah"


Seketika Aluna menunduk "Ya kamu benar,Aku seharusnya tak berharap lebih"


Adam menghela nafasnya "Aku kesini hanya akan memberitahumu tentang operasi yang harus kau jalani"


"Aku tidak mau"

__ADS_1


"Kenapa?"


"Aku tak punya sesuatu atau seseorang untuk ku jadikan alasan untuk tetap hidup"


"Bagaimana dengan Alyla,dia saudara kamu"


"Dia tidak membutuhkan ku dia ada kamu yang akan menjaganya" Aluna mendongak melihat Adam "Bagaimana dengan kamu?" tanyanya pada Adam.


"Apa maksudmu?"


"Apakah kamu berharap aku tetap hidup" tanya Aluna penuh harap.


Aluna kembali menunduk "Adam tidak kah ada kesempatan untuk ku, untuk kembali padamu?" tanya Aluna dengan derai airmata.


.


.


Adam tiba dirumahnya tepat pukul 11 malam rumah sudah terlihat sepi bahkan sebagian lampu sudah dimatikan, Adam memasuki kamar Azka untuk mengecek keadaan Azka lalu mencium kening Azka sebelum keluar dari kamar Azka untuk menuju kamarnya bersama Alyla.

__ADS_1


Adam melihat kearah ranjang dimana Alyla tengah terlelap Adam menyimpan tas kerjanya lalu melepas jas menyimpannya di sandaran sofa terlihat pergerakan dari Alyla yang mengerjapkan matanya "Mas baru pulang?" Alyla melihat kearah Jam di dinding kamarnya lalu mengeryit malam sekali.


"Kenapa bangun padahal aku mencoba untuk tak berisik" Adam mengahampiri Alyla lalu mengecup dahi Alyla.


"Mas mau mandi aku siapin air hangatnya ya" Alyla menyibak selimutnya untuk bangun.


"Gak usah biar mas saja kamu tidur lagi aja" Adam mengelus rambut Alyla yang dibiarkan tergerai ketika tidur.


"Ya sudah aku tidur lagi" Adam memasuki kamar mandi setelah Alyla memejamkan matanya lagi.


Adam menghabiskan waktu di kamar mandi mengguyur air dari atas rambut, ingatannya tentang pertanyaan Aluna tadi membuatnya geram sendiri Adam mendesis di bawah guyuran shower tangannya mengepal erat rahangnya mengeras menandakan amarahnya merasuki ubun ubun.


Adam keluar dari kamar mandi setelah berpakaian,Adam mendudukan dirinya di sisi Alyla memperhatikan wajah istrinya lamat lamat, meski wajah mereka sama namun Alyla tetap berbeda dari Aluna, seperti memiliki energi positif yang menguar dengan sendirinya. ketika dekat dengan Alyla Adam merasakan kehangatan dalam hatinya.


Tangan Adam terangkat menepikan surai Alyla ke belakang telinga Alyla, tak membiarkan surai itu menghalangi pandangannya, melihat Alyla seketika rasa bersalahnya muncul karna telah berbohong "Maaf.. maafkan aku sayang" bisiknya lalu mengecup dalam dalam dahi Alyla.


Adam merebahkan dirinya tepat di sebelah Alyla memangkas jarak lalu memeluk Alyla hingga dirinya terlelap.


Mata Alyla terbuka setelah terdengar nafas teratur dari Adam menandakan Adam tengah terlelap. mata Alyla mengerjap mengingat kata kata Adam tadi 'Maaf.. maaf untuk apa mas?' batin Alyla.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca.


__ADS_2