
Adam benar benar merasakan sakit diperutnya bahkan sampai terus meringis, Alyla sudah memanggilkan dokter dan kini Adam tengah berbaring karna lemas hampir 20 kali Adam mondar mandir ke Toilet. "Mas maaf" Alyla berkaca kaca melihat Adam terbaring tak berdaya.
"Sudah tidak apa kamu jangan bersedih, beruntung mas yang sakit perut kalau rujak itu kamu yang makan mas tak akan bisa memaafkan diri mas sendiri"
"Tapi semua gara gara aku hiks.. hiks.. " Alyla sudah menangis.
"Ya ampun sayang sudah jangan menangis seperti itu" Adam memeluk Alyla untuk menenangkannya "Mas baik baik saja, hanya perlu istirahat, sudah, sudah" Adam mengelus punggung Alyla sayang.
Adam sudah mulai mengerti setelah dokter menjelaskan bahwa hormon wanita hamil sering berubah ubah, sama seperti yang di alami Alyla kali ini dia jadi lebih manja sering merajuk dan marah marah, namun itu tak masalah bagi Adam, justru itu membuatnya semakin mencintai istrinya.
"Maaf"
"Iya.. iya sudah."
"Mas?"
"Hmm" Adam masih mengelus rambut Alyla.
"Aku mau soto lamongan" Adam mengurai pelukannya.
"Jangan bilang kita harus ke Lamongan hanya untuk makan soto"
"Mas ih, gak gitu juga kali" Alyla memukul dada Adam.
"Aduh.. sakit sayang"
"Maaf.. maaf mas" Alyla mengelus dada Adam yang tadi dipukulnya.
"Baiklah jadi bagaimana sotonya?"
"Gak perlu ke Lamongan mas kita cari aja disekitaran jakarta, tapi mas lagi sakit gimana kalau aku pergi sama supir"
"Gak.. nanti mas yang antar kamu"
"Tapi mas masih sakit"
"Tunggu setengah jam lagi abis itu kita berangkat"
__ADS_1
"Hmm" Alyla mengecup pipi Adam.
"Oh sayang jangan menggoda ku" Alyla terbahak."Andai saja badan mas sedang tidak lemas sudah mas makan kamu" Adam mengelitiki Alyla.
"Ah geli mas haha haha..sudah mas ampun" Adam mendekap Alyla lalu menciumi wajahnya.
.
.
Adam terbangun hari sudah sore dan tak mendapati Alyla disisinya. Adam beranjak kini badannya sudah lebih segar, Adam menuruni tangga dan mendapati Aluna berada di meja makan "Sayang?"
"Eh mas sudah bangun, sini! sotonya enak" Adam mengeryit melihat semangkuk soto di hadapan Alyla.
"Sayang kamu membeli ini sendiri"
"Hmm" Alyla hanya bergumam karna sibuk memakan sotonya.
"Sudah mas bilang jangan keluar sendiri kamu tuh.." belum selesai bicara Alyla sudah menyuapkan satu sendok soto pada Adam "Enak kan?" Adam mengangguk.
"Siapa yang hebat?"
"Ojolnya"
"Laki laki?"
"Iya"
"Lain kali jangan beli online lagi apalagi ojolnya laki laki"
"Loh kok?"
"Gak ada bantahan lain kali apapun yang kamu mau mas yang beliin! mas lebih hebat dari tukang ojol itu"
Alyla mengulum senyumnya " Mas cemburu?"
"Gimana gak cemburu orang kamu bilang dia hebat,hebat apanya cuma beli soto trus di anter kerumah"
__ADS_1
"Ya ampun mas, kira kira dong masa cemburu sama ojol"
"Pokoknya gak ada ojol gak ada pake orang lain lagi mau apa apa bilang sama mas!"
"Iya deh iya, tapi abisin ini dulu ya"
"Loh Bu, Pak lagi makan saya belum siapkan untuk makan malamnya" kata bibi yang tiba tiba muncul dari arah dapur.
"Gak apa Bi, kami lagi makan soto bibi gak usah masak aku juga tadi beli sotonya banyak jadi bibi cuma perlu angetin terus makan ya!"
"Wah terimakasih loh Bu"
"Ya sudah dimakan dulu Bi!"
Adam masih terus cemberut "Sudah dong mas jangan cemberut terus sini aku suapin makannya Aaaaa" Adam membuka mulutnya "Oh ya kapan jemput Azka dari rumah mama?"
"Kata mama besok lagi aja soalnya aku masih sakit"
"Hmm ya udah, makan lagi" Adam kembali menerima suapan dari Alyla.
"Sayang mumpung Azka masih dirumah mama kita masih bebas buat *** ***" Adam mengedip sebelah matanya.
"Apaan sih mas katanya lagi sakit"
"Kalo buat yang itu mas udah kuat kok"
"Ih.. au ah mas mesum"
"Tapi suka kan?" Adam terus menggoda.
"Enggak" Alyla beranjak dari duduknya dan menaruh mangkuk ketempat cucian.
"Masa sih semalam siapa yang teriak teriak.. ah.ah.. ah.. kaya gitu."
"MAS IH" teriaknya..Alyla menutup telinga tak mau mendengar ucapan mesum Adam, pipinya bahkan sudah memerah.
Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca.
__ADS_1