
Hari semakin larut jam kerja Alyla selesai tepat pukul sembilan malam Restoran tutup.Semua karyawan mulai keluar dari Restoran,sambil saling mengobrol satu dan yang lainnya,bercanda sambil melepas penat bekerja seharian.
Alyla berjalan keluar sambil mempokuskan pada ponselnya yang sedang memesan ojek online,tanpa memperhatikan sekitarnya.Hari ini Alyla mengambil dua jam kerja tentu saja agar pundi tabungannya bertambah,dan juga untuk mengurangi interaksi bersama kekesih kakaknya,yang selalu menempel.
Dari dalam mobil seseorang memperhatikan Alyla tak jauh dari tempat Alyla berdiri,Alyla sesekali tertawa dengan dua temannya yang satu pria dan satu lagi wanita.
Adam memperhatikan penampilan Alyla yang ia anggap kekasihnya itu,penampilan Alyla jauh dari penampilan sehari hari Aluna yang selalu modis namun kali ini tampak kusut dengan raut lelah rambut yang di ikat asal,kaos putih yang di balut jaket denim,dan calana panjang jeans yang jauh dari kata mewah apalagi modis.
__ADS_1
Aluna yang selalu memakai barang mewah,bahkan sampai puluhan,bahkan ratusan juta untuk setiap fasionnya.Namun kali ini Alunanya kekasihnya berpenampilan sederhana,dan apa ini?? Aluna bekerja jadi?? pelayan.
Setengah otak Adam menyangkal bahwa itu bukan Aluna,namun mengapa saat memandangnya dari jauh saja ada desiran aneh di hati Adam seperti yang dia rasakan pada Aluna akhir akhir ini.
Rasa penasaran Adam membuatnya semakin curiga untuk mengetahui siapa sebenarnya wanita itu,hingga terlihat seorang lelaki berjaket hijau berlogo salah satu ojek online yang memberikan helm pada wanita itu,dia melambaikan tangan pada kedua temannya tadi dan pergi.
Adam mengikuti dari belakang,sejak makan siang tadi Adam sudah merasa mengenali pelayan itu gerak geriknya seperti menghindari tatapannya bahkan sama sekali tak mau menunjukan wajahnya ketika Adam memanggilnya.
__ADS_1
Adam akan menemui Aluna dan menanyakan semua pada Aluna,rasa khwatir tiba tiba merasuk pada diri Adam,Apa Aluna sedang dalam kesulitan uang,sehingga bekerja seperti itu.
Alyla baru saja selesai mandi,tak butuh waktu lama, berniat untuk segera tidur karna tubuhnya sangat lelah.Barusaja akan naik ke tempat tidur,suara bell berbunyi,hingga Alyla menarik diri dari kasur,dan berjalan gontai ke arah pintu.
"Siapa sih gak ada sopan sopannya bertamu malem malem gini gak tau apa orang udah ngantuk berat"Alyla menggerutu sepanjang jalan menuju pintu.
"Awas aja kalo gak penting,gak tau apa kekutan orang lagi capek bakalan lebih garang" Alyla membuka pintu sambil menguap lebar tak tahan kantuk yang semakin menyerang."Huaaam..siap.." Belum selesai bicara bibir nya terkatup rapat kembali.
__ADS_1
Seketika rasa kantuknya hilang begitu saja raut wajahnya berubah tegang,tiba tiba Alyla menutup pintu kembali sambil mengusap dadanya yang dag dig dug kaget.'Ya Ampun ngapain sih dia kesini malem malem.' bisik Alyla.
Namun suara pintu di ketuk menyadarkannya,"Hey.. Honey kenapa pintunya ditutup lagi??"