Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Tatapanmu


__ADS_3

"Kenapa motornya..?"


Deg..


Alyla menoleh ke arah belakang,matanya membulat mendapati sosok itu,


"Pak A-dam.."


"Ya kenapa motornya? mogok?"


"Sepertinya begitu Pak,," Alyla sudah pucat pasi,sekuat tenaga menyembunyikan ke gugupannya.


Alyla tidak tau saja bahwa Adam sedang menahan perasaan berdebar ketika mendengar suaranya yang terdengar merdu di telinga Adam,ini adalah pertama kalinya Adam mendengar suara wanita bernama Clarissa tersebut,namun rasanya tak asing ditelinganya.


"Om Adam,," Azka menghampiri Adam,spontan melebarkan tangannya minta di gendong.


"Hai jagoan.." Hap Adam pun mengendong Azka.


"Azka jangan seperti itu,ayo sama Mama aja!"Alyla akan meraih Azka ke dalam gendongannya namun Adam menjauhkan Azka.


"Tidak apa Bu Risa biar saya saja."


Alyla berkerut sejak kapan mereka akrab,setau Alyla Azka hanya sekali menemui Adam ketika di rumah sakit.


"Disini panas sekali biar saya antar,nanti biar saya suruh orang buat ambil motornya"

__ADS_1


"Tidak usah say bisa-"


"Kasihan Azka kepanasan kalau nunggu orang montirnya datang"Adam menyela,lalu menghubungi seseotang "Saya sudah minta seseorang mengurus motor Ibu,lagipula kalau di dorong sampai ke bengkel Bu Risa tidak akan kuat,mengingat bengkel cukup jauh"kata Adam "Azka mau Om antar pulang kan?"


"Mau Om,naik mobil kan?"


"Iya,"Adam melangkah ke arah mobil lalu membuka pintu belakang dan mendudukan Azka.


"Bu Risa mari!" dengan gontai Alyla melangkah ke arah mobil Adam,sia sia saja niatnya menghindar,akhirnya tetap tak bisa dihindari.


Alyla hanya diam,terdengar celotehan Azka sepanjang jalan.Alyla yang duduk di depan hanya meremas tangannya gugup,ketika Alyla akan masuk ke pintu belakang "Bu Risa pikir saya supir" terdengar Adam bersuara dingin,dan disinilah dia duduk di sebelah Adam.


"Pak Adam di depan belok Kiri!"


"Saya sudah tau"


"Om Adam sudah tau soalnya Om Adam tinggal di Vila depan rumah Mommy" Terjawab sudah mengapa mereka seakrab ini,Alyla menyandar lemas di sandaran kursi,berikutnya ia diam lagi sambil melihat ke arah jendela.


Sudut bibir Adam terangkat sedikit,melihat perempuan di sebelahnya yang terlihat pasrah.


"Om Adam mau main dulu di rumah Akka gak?" Adam menurunkan Azka dari mobil,ketika mereka sudah sampai di depan rumah Azka.


"Azka..!" Alyla sudah makin resah bagaimana kalau Adam bersedia singgah.


"Terimakasih Azka,lain kali ya Om ada kerjaan sekarang,lagi pula sepertinya ada yang gak suka sama Om!"

__ADS_1


"Siapa Om?"


"Ehmm.. Azka ayo masuk,ganti baju dan bobo siang!"


"Iya Mom,,, Dah Om.." Azka berjalan lesu masuk kedalam rumah.Adam pun melambaikan tangannya.


"Terimakasih pak Adam sudah mengantar kami "


Adam tak menjawab malah mendekatkan jarak"Semua gak gratis Bu Risa!" Adam menyeringai sambil berbisik.


"Ka-kalau begitu.. berapa saya harus bayar" kata Alyla terbata,Alyla membuka tas untuk mengeluarkan dompet,Namun Adam segera menahan.


"Saya tidak butuh uang mu,bahkan saya bisa membeli seluruh hidupmu!" Mata Alyla membulat,dan menatap tajam pada Adam,tangannya sudah mengepal erat.


Apa maksud pria di depannya ini.


Adam tak akan kalah,mengangkat sebelah alisnya sambil menyeringai, mereka menatap mata masing masing.Mata itu mata yang sedang menatapnya tajam,sungguh tidak asing bagi Adam.


Dalam hati Adam tertawa gemas melihat reaksi dari perempuan di depannya,sungguh jika itu benar Aluna yang sedang memakai topeng Adam bersumpah tidak akan melepaskannya.


"Lalu apa yang anda mau?" Kata Alyla masih dengan tatapan tajamnya.


"Kita lihat nanti,yang pasti itu lebih berharga dari uang" Adam masuk kembali kedalam mobil dan membelokan mobilnya ke vila di depan rumah Alyla dan memasuki gerbang yang sudah terbuka.


"Apa apaan dia mengantar pulang saja imbalannya harus lebih berharga dari pada uang,memangnya apa yang lebih berharga dari uang?,ah tentu saja karna dia sudah punya banyak uang..." Alyla masuk kedalam rumah sambil menggerutu.

__ADS_1


_______________


__ADS_2