
Azka membaringkan dirinya disisi Yasmin "Apa yang harus aku lakukan?" wajahnya terlihat lelah, lelah hati dan lelah berfikir "Haruskah aku menyerah..? kamu dengar sayang apa yang dokter katakan itu tak mungkin bukan, bangunlah buktikan bahwa dokter itu salah"
"Apa kamu sebegitu tak maunya hidup bahagia denganku, ayo bangun aku akan buat hari hari bahagia untukmu" Azka menangis lagi kapan ini berakhir, berakhir dengan bahagia.
"Lihat aku sudah malu terus menangis di depan kamu" Azka terkekeh "Apa aku benar benar harus menyerah... hum?"
"Ayahhh.." Raja masuk ke kamar Azka.
"Hai sayang kamu belum tidur?"
"Boleh aku tidur sama Ayah, sama bunda?" Raja menunduk.
"Hmm.. sini" Raja naik ke atas ranjang dan tidur di tengah tengah Yasmin dan Azka.
"Maafin Raja Ayah.."
Azka mengeryit "Kenapa?"
"Aku salah.."
"Raja salah apa..sama Ayah?"
"Gara gara Aku bunda tadi kejang kejang, tadi pulang sekolah Aku nemuin bunda tapi aku gak mainin alat alat bunda kok aku cuma cerita hari pertama aku disekolah terus tiba tiba bunda kejang kejang.." Raja menangis, Azka tertegun "Maafin aku Ayah, ini terakhir aku tidur sini, aku gak akan memuin bunda lagi kalau itu bikin bunda tambah sakit"
__ADS_1
"Hei itu bukan salah Raja, tapi itu mungkin respon bunda kalau bunda kangen Raja"
"Raja juga kangen, kapan bunda bangun?"
"Coba tanya sama bunda,kapan bunda mau bangun" Raja bangun dari baringannya dan menghadap Yasmin.
"Bunda kapan bangun aku kangen, aku udah besar loh, udah SD nanti kalau bunda bangun aku mau dianter bunda kayak temen teman yang lain diantar mamanya ke sekolah, aku juga mau jalan jalan sama bunda sama Ayah ke kebun binatang ke pantai juga mau, Ayo bunda bangun" Raja mencium pipi Yasmin.
Azka memeluk Raja dengan haru, bagaimana ia bisa menjelaskan pada Raja nanti jika Yasmin tak bisa lagi bertahan.
"Sudah sekarang kita tidur udah malem"
Tanpa di ketahui Azka, jari tangan Yasmin bergerak..
.
.
"Baiklah jika itu mau kamu.. aku ikhlaskan kamu pergi" Azka berjalan dimana ponselnya berada "Kamu jangan khawatir aku akan menjaga Raja dengan baik.."
Dengan tangan gemetar Azka menekan tombol di ponselnya "Dokter ayo kita lakukan, lepaskan semuanya" suaranya bahkan terdengar lirih..
Azka mematikan ponselnya "Itu yang kamu mau bukan.. pergilah Yasmin!!" Azka berjalan keluar kamar dengan rahang mengeras tangannya mengepal kuat.
__ADS_1
"Raja.. hari ini onti Aya sama om Fardhan mau jalan jalan Raja mau ikut gak?"
"Kemana onti?"
"Ke taman bermain, ikut gak"
"Ikut onti.."
"Oke kita siap siap dulu" Azka sudah memberi tau keputusannya pada seluruh keluarga kecuali Raja, Azka tak sanggup untuk itu ia meminta Kanaya dan Fardhan untuk membawa Raja pergi dari rumah seharian.
Kanaya memandang sendu ke arah Azka, lalu ia berlari memeluk Azka, memberi kekuatan pada Azka lewat pelukan nya.
Azka tak lagi menangis hanya balas memeluk Kanaya, meski hatinya terasa tersayat sungguh hati Azka belum rela, Fardhan juga memberikan pelukannya untuk sang abang lalu berkata "Abang pasti kuat"
________
Badai pasti berlalu... kapan?
kapan kapan deh๐คช
Like..
komen...
__ADS_1
vote..
๐น๐น๐นโโโ