Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Permohonan Adam


__ADS_3

Adam masih berkutat dengan berkas berkasnya, sudah hampir tiga minggu Adam tak bertemu Alyla dan Azka hidupnya kembali dingin, dan suram bahkan lebih suram ketika dulu ditinggal Aluna, badannya sudah tak terawat lengkungan matanya terlihat jelas menandakan dirinya kekurangan tidur, bahkan berat badannya sudah turun drastis karna tak teratur makan kadang kala Adam sama sekali tak makan seharian.


Adam akan menyibukan diri dengan bekerja disiang hari dan mencari Ayla di malam hari, Adam ingin mengabaikan pekerjaan dan pokus mencari Alyla namun Adam juga memikul tanggung jawab besar, nasib ribuan karyawan ada di tangannya, mau tak mau Adam juga harus tetap bekerja.Adam juga sudah menyewa detektif namun tak ada hasil, sempat terpikir bahwa Arya benar benar menyembunyikan Alyla dan Azka namun menurut Leo Arya juga masih terus mencari.


Adam akan pulang di jam 5 sore berganti pakaian dan mencari Alyla mengelilingi jakarta,berharap menemukan satu saja petunjuk untuk menemukan mereka.


"Pak makan siang dulu" Kata Leo membawa nampan berisi makanan, Adam harus diingatkan jika tidak dia akan terus bekerja tanpa makan dan minum sekalipun,


"Aku tak lapar"


"Pak kau harus makan jika tidak maka tenaga anda akan habis sebelum kamu menemukan istri dan anakmu" Adam sudah seperti mayat berjalan tanpa kata Adam menyantap makanan itu


Dari arah pintu Leo memperhatikan Adam yang terlihat pilu.


Adam menelan makanan yang baginya terasa seperti menelan batu air matanya mengalir seiring kunyahan yang ditelannya. 'Sayang aku merindukanmu sungguh, pulanglah kumohon' batin Adam. air matanya tak berhenti mengalir bahkan setelah makanan tersebut habis dilahapnya.

__ADS_1


Adam keluar kantor dengan membawa tas kerjanya menatap datar sekitarnya tak ada senyuman hanya wajah suram yang terlihat, para karyawan yang melihat pun enggan memandang, Adam yang biasa menebar senyum sejak telah menikah, namun kini terlihat mengerikan, bahkan lebih mengerikan dari sebelumnya.


Adam memacu mobilnya menuju rumah Arya dan Karina, begitu masuk kedalam rumah Karina begitu terkejut melihat raut wajah putra satu satunya itu, sejak pertengkarannya dengan Arya Adam belum menginjakan kaki lagi di rumah Arya. "Adam?" begitu teririsnya hati Karina melihat putra semata wayangnya begitu menyedihkan.


"Papa ada ma Adam mau bicara" mulut Karina seolah terkatup rapat tak bisa mengeluarkan suara, melihat Adam membuatnya tak bisa berkata kata.


Karina memeluk Adam sambil terisak "Dam kenapa jadi begini nak"


"Adam gak apa apa ma"


"Sudah, Adam mau bicara sama Papa" Adam mengurai pelukan Karina.


Adam memasuki ruang kerja Arya disambut dengan tatapan tajam Arya. "Mau apa lagi kesini?" Arya bicara bahkan sama sekali tak melihat kearah Adam.


"Papa udah tau dimana Alyla kan"

__ADS_1


"Kalo pun Papa udah tau papa gak akan kasih tau kamu"


Adam menjatuhkan lututnya di depan Arya "Pa Adam kangen mereka Adam mohon jangan sembunyiin Alyla dan Azka Adam gak bisa hidup tanpa mereka, Adam mohon Pa"


Arya terkekeh "Kamu itu laki laki Dam, harusnya bisa berjuang lebih lagi dari ini, baru ditinggal sebentar aja udah menye menye, buktikan kalau kamu bisa menemukan mereka, maka Papa gak akan halangi kamu lagi tentu saja itu pun kalau Alyla masih mau sama kamu"


"Gimana Adam bisa temuin Alyla dan Azka sedangkan papa nyembunyiin mereka dari Adam.,"


"Papa gak nyembunyiin mereka Dam, pergilah cari yang benar,sebelum papa yang temukan mereka"


Sebenarnya Arya tau dimana Alyla namun dirinya ingin tau sampai dimana kemampuan Adam.


Adam menyerah sepertinya memang benar Arya tak menyembunyikan Alyla dan Azka, lalu siapa yang mengahalanginya bahkan Adam sudah mengerahkan detektip terbaik namun tak juga di temukan. Bahkan Leo yang biasa bertindak dengan cepat pun masih belum bisa menemukan mereka. Atau jangan jangan..?


Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca.

__ADS_1


__ADS_2