
Aluna melempar semua barang yang ada di apartemennya menyalurkan amarah yang meledak.
Aaaakh.. jeritnya Aluna meremas rambutnya ketika ingat ucapan Adam padanya tadi "Adam tidak kah ada kesempatan untuk ku, untuk kembali padamu?
"Kamu lupa siapa dulu yang meninggalkanku?"
"Ya aku tau,dan aku menyesal"
"Maafkan aku Aluna semua yang kulakukan semata karna kamu adalah saudara dari istriku, dan menimang kita pernah dekat mengusik kepedulianku untuk membantumu, jadi jangan melibatkan perasaan diantara kita"
"Aku benar benar menyesal Adam"
"Tapi perasaanku sudah berbeda, aku mencintai Alyla sekarang jadi tolong jangan buat ini rumit, jalani operasinya lalu sembuh dan hiduplah dengan baik, kamu tak perlu memusingkan soal biaya itu menjadi urusanku sekarang"
"Aku harus pulang ini sudah malam,istirahatlah" Adam berbalik dan berjalan ke arah pintu.
__ADS_1
"Adam?" panggilan Aluna menghentikan langkah Adam, dan menoleh "Jika tak bisa seperti dulu bisakah kita berteman, aku tak punya siapapun sekarang aku terlalu malu mengakui Alyla sebagai saudaraku meskipun Alyla pasti akan memaafkanku tapi aku belum siap untuk bertemu Alyla, sementara itu bisakah kamu temani aku dalam masa sulitku ini" kata Aluna sambil memelas. "Aku takut karna aku sendirian Adam"
Adam menghela nafasnya berat "Baiklah hanya sebagai teman"
"Terimakasih.."
"Jika ada apapun segera hubungi aku, aku pulang dulu" lalu Adam pun pergi dari ruang rawat Aluna.
Setelah kepergian Adam, Aluna pun pergi dari rumahsakit menuju apartemennya,dan disinilah dia sekarang melampiaskan amarahnya dengan memporak porandakan isi apartemennya sendiri.
Seorang pria memasuki kamar dan menghampiri Aluna yang tengah bediri diantara barang yang berserakan "Astaga apa yang kau lakukan? dan kenapa kau disini seharusnya kau masih di rumahsakit atau setidaknya pulanglah ke kontrakan kecil itu, kau mau Adam curiga?"
"Pers*tan semuanya sia sia,Adam tak terpancing sedikitpun"
"Setidaknya dia percaya bahwa kau sedang sakit, atau kau mau menghentikan ini di tengah jalan?"
__ADS_1
"Tentu saja tidak aku masih punya rencana B" Kata Aluna sambil mendekat ke arah pria tersebut.
Aluna meremas kerah kemejanya sambil berkata dengan sensual "Pars*tan dengan Adam, sekarang aku perlu sesuatu untuk meredakan amarahku" tangan Aluna merayap hingga menyentuh bagian inti sang pria meremasnya membuatnya mengerang dengan rasa nikm*t yang tak tertahankan.
"Baiklah dengan senang hati" pria tersebut mulai menjelajah Aluna hingga Aluna bergerak liar tak menunggu lama mereka sudah terbaring diranj* ng Aluna sudah meliuk tak karuan saat pria tersebut berada dibawahnya dan mencu,mb*i in tinya.
Setelah merasa puas Aluna membalikan posisi pria tersebut hingga kini dirinya berada di atasnya "Biarkan Aku yang bergerak sekarang"
"Seperti keinginan mu" tentu saja pria itu akan melakukannya dengan senang hati malam ini dirinya akan terpuaskan oleh Aluna yang liar. "Ouhh.. kau luar biasa honey" pria tersebut melihat ke bawahnya yang tengah di mainkan Aluna " Ouh.." pria itu terus mengerang nik mat atas perlakuan Aluna.
Aluna benar benar liar dia terus mencu mbui pria itu, kepalanya menengadah ketika memulai permainan inti mereka Aluna bergerak naik turun diatas pria tersebut "Ouhh Adam.." kata Aluna, pria itu tak peduli meski Aluna selalu mende sah kan nama Adam dalam percintaan mereka yang terpenting dirinya terpuaskan oleh tubuh mol ek Aluna, mereka melakukan ini bukan karna cinta melainkan kepuasan semata.
_________________
seperti yang di ceritakan dari awal Aluna itu punya sisi liar soal se x, tapi jangan ditiru ya hindari S*X BEFORE MERRIAGE, lakukan yang halal lebih nik mat, mau seliar apapun kalo sama suami sendiri sah sah aja.
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca.