Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
S2- Ikhlaskan


__ADS_3

Azka berlari kedalam rumah,dengan nafas memburu, Azka menghentikan rapatnya saat mendapat telpon dari suster yang merawat Yasmin,terburu buru Azka menaiki tangga dan memasuki kamarnya, di dalam kamar sudah ada Alyla yang menangis dipelukan Adam dan dokter yang menunggu Azka "Ada apa ini?" dengan nafas tersengal Azka bertanya.


"Bang.." Alyla tak sanggup lagi berbicara, ia takut anaknya kecewa dan terpuruk, Alyla menenggelamkan wajahnya di dada Adam.


"Tuan Azka bisa kita bicara?" dokter mengajak Azka untuk keluar ruangan.


"Mas temenin Azka aku takut dia kehilangan kendali" Adam mengangguk lalu mengikuti dokter dan Azka.


Azka mengajak dokter memasuki ruang kerjanya, "Ada apa sebenarnya dok?" Suara Azka sudah bergetar ia takut dan tak ingin mendengar kabar buruk,dokter masih menunduk takut ia tak tega namun juga harus mengatakan apa yang terjadi. "KENAPA DIAM SAJA!!" teriak Azka.


"Sabar Ka, biar dokter jelaskan tapi kamu harus tenang" Adam mencoba menenangkan Azka belum apa apa Azka sudah gusar,apa lagi jika mendengar kabar dari dokter.


"Gimana bisa tenang dia gak bicara bicara" Azka merenggangkan dasinya yang makin lama terasa makin mencekik, ia sesak nafas.


Dokter menelan sali va nya susah payah lalu mulai berbicara " Tubuh Nona Yasmin sudah tak merespon semua obat yang kita berikan tuan, saya sudah menaikan dosisnya satu minggu ini namun tetap tak ada perubahan,bahkan kondisinya semakin memburuk, tadi Nona Yasmin sempat terkena serangan jantung mendadak,dan kini denyut jantungnya juga semakin melemah"


"Jadi apa maksudnya?"


"Saran saya lepaskan semuanya,alat alat bantu itu,lepaskan nona Yasmin,jika ini terus menyiksa nona Yasmin,bukankah lebih baik diakhiri saja"


"Kamu menyuruhku menyerah bukankah tugasmu mengobatinya,itu sama saja aku membunuhnya" Sentak Azka.


"Ka, dokter benar.. kita sudah melakukan segala cara untuk kesembuhan Yasmin, empat tahun bukan waktu yang sebentar".. Adam menghela nafasnya "Jika itu yang terbaik lepaskan Yasmin,mungkin ini yang diinginkan Yasmin, dia mungkin merasa lelah berada diantara hidup dan mati yang tak berujung"

__ADS_1


Azka menggeleng terus menggelang "Aku gak mau dad, aku gak mau kehilangan Yasmin gak akan!!"


"Ka.."


"Kalau dia tak bisa pecat saja, aku gak akan melakukan itu, bila perlu aku akan datangkan dokter dari luar negeri yang lebih hebat dari dia" Azka menunjuk wajah dokter yang makin tertunduk dalam "Pergilah aku tak membutuhkanmu lagi!!" Azka keluar dari ruang kerjanya dan membanting pintu keras.


"Akkhh sial.. dokter sialan..akhh" Azka menerjang dan melempar benda apa saja yang ada di hadapannya, tangannya bahkan terkena pecahan dan berdarah,namun itu tak terasa sama sekali "Dokter tidak berguna"


Azka jatuh terduduk di depan pintu kamarnya ia tak sanggup melihat Yasmin sekarang.


Alyla memeluk Azka yang memecahkan tangisnya "Gak bisa mom, aku gak mau.. aku gak mau kehilangan Yasmin" punggung Azka bergetar di pelukan Yasmin. "Kenapa harus sekarang mom,di saat semua sudah aku lakukan untuk menyembuhkannya?" Alyla masih tak berbicara dan membiarkan Azka mencurahkan semuanya.


"Aku selalu bersabar menunggu Yasmin bangun Mom,aku gak pernah mengeluh, kenapa tuhan kejam sama aku mom"


.


.


Aku tak pernah pergi


Selalu ada di hatimu


Kau tak pernah jauh

__ADS_1


Selalu ada di dalam hatiku


Sukmaku berteriak


Menegaskan kucinta padamu


Terima kasih pada Mahacinta


Menyatukan kita


Saat aku tak lagi di sisimu


Kutunggu kau di keabadian


______


Nangis gak sih??, aku nangis ngetik ini.. huuuuaaaa aku gak kuat😭😭😭 atau aku yang terlalu meresapi..


Like..


Komen..


Vote..

__ADS_1


πŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉβ˜•β˜•β˜•β˜•


__ADS_2