
Azka baru selesai perkuliahannya dan kini ia dalam perjalanan pulang, Azka memeriksa ponselnya namun tak ada notifikasi dari seseorang yang begitu ia harapkan.
Begitu tiba di rumah suasananya sepi Alyla sedang menemani Adam pergi ke luar kota,dan entah kemana kedua adiknya,tau begitu dia tadi ikut dengan Aslan dan Bima untuk mengecek kafe mereka.
Sekarang dia bosan sendiri di kamarnya,lagi dia melihat ponselnya lalu menekan tombol panggil.. tut... tut.. tut..
tidak di jawab.. Azka mencoba lagi.. tut... tut.. masih tidak di jawab,Azka meremas rambutnya,lalu menutup wajahnya dengan bantal.
.
.
Yasmin sedang membantu Sofia di dapur memasak makan malam, diam diam Yasmin selalu memperhatikan gerak gerik Sofia, "Aku ke kamar bentar ya mbak mau ngecek Raja" Kata Yasmin.
"Oh iya lagian ini bentar lagi selesai" Yasmin pun pergi namun tanpa di ketahui Sofia Yasmin bersembunyi di balik tembok dan memperhatikan Sofia.
Sofia memasukan bubur dalam mangkuk lalu terlihat menengok ke kiri dan kanan lalu memasukan sesuatu pada bubur tersebut,kecurigaan Yasmin benar, jika dokter yang menangani adalah kepercayaan om Anggoro itu berarti Sofia bekerja sendiri dalam meracuni om Anggoro.
Yasmin masuk ke kamar dan melihat ponselnya sejak tadi ada panggilan dari Azka namun Yasmin menghiraukan terlebih ia harus mendapat bukti kejahatan Sofia,Yasmin bahkan mengatur mode diam di hapenya.
"Yas kamu baik baik aja?" sapa Azka di sebrang sana saat Yasmin menghubungi Azka.
"Baik, kenapa?" Yasmin merasakan ada suatu getaran saat mendengar suara Azka,apa dia merindukannya,Yasmin menggeleng.
Azka menghela nafasnya" Gak tau aku khawatir sama kamu,aku jemput ya pulangnya?"
"Gak usah aku pulang besok sore"
"Yas.. aku kangen..
Aku juga.. batin Yasmin berteriak, tak akan ia ucapkan karna mulai kini ia akan memebentengi dirinya sendiri.
"Sehari gak liat kamu rasanya..
__ADS_1
"Ka.." Lagi lagi Yasmin tak ingin mendengar pernyataan pernyataan indah dari Azka "Raja bangun aku tutup dulu ya" Yasmin langsung mematikan ponselnya.
Yasmin menatap wajah gembul Raja yang masih tertidur, lalu menghela nafasnya.. "Ibu.. apa yang mesti Yasmin lakuin sekarang" Yasmin ingin melarikan diri dari segala permasalahan ini, tapi bagaimana dengan Raja, bagaimana juga dengan perasaannya.
Azka mendesah kasar setelah Yasmin mematikan ponselnya, Yasmin begitu keras haruskan ia menyerah saja, tapi kenapa hatinya begitu berat, nasib..nasib... begitu cinta pertama menghampirinya malah cinta yang rumit seperti ini, Azka yang terus mengejar dan Yasmin yang terus menjauh.
"Jero bisakah kamu temukan lokasi Yasmin sekarang..?" katanya pada Jeromy,setelah Jeromy mengiya kan Azka mematikan telponnya.
.
.
Yasmin akan kembali ke Jakarta hari ini,setelah berpamitan pada tuan Anggoro dan memintanya berhati hati, pada Sofia dan mengatakan jangan makan atau minum apapun yang di berikan Sofia.
Sofia masih bertingkah manis di depan Raja untuk menarik perhatiannya, namun sayang Raja memang peka pada ketulusan orang lain,hingga ia tak ingin dekat dengan Sofia, sedang dengan Sandi Raja mulai membuka diri, anak itu sekarang sudah mau menjawab pertanyaan pertanyaan kecil Sandi.
"Sayang kamu gak mau tinggal disini aja sama Papa, mama" Sandi mengenalkan Sofia sebagai mamanya.
"Iya sayang biar mama bisa main sama kamu terus" Yasmin mendengus dalam hati mendengar perkataan Sofia.
Sandi mengangguk, "Baiklah.. aku gak bisa nganter kalian aku ada pekerjaan, lusa aku menyusul ke Jakarta"
"Gak papa,ayo sayang.." Ajaknya pada Raja, Yasmin di antar supir Sandi menuju bandara.
Saat di perjalanan Yasmin meminta supir untuk berhenti sejenak untuk membeli sesuatu,di sebuah mini market, namun mobil tidak berhenti, wajah supir tersebut menjadi pias "Kenapa pak?"
"Non remnya blong" kata supir dengan raut panik.
"Kok bisa pak, gak di cek dulu" Yasmin memeluk Raja.
"Tadi pagi gak masalah non, malahan saya habis kepasar dengan mobil ini" sang supir yakin mobilnya tadi pagi baik baik saja saat ia mengantar pelayan belanja ke pasar.
"Gimana ini pak" Yasmin makin mengeratkan pelukannya kepada Raja.
__ADS_1
'Ya Allah, lindungilah kami' Yasmin berdoa dalam hati.
"Bundta.."
"Gak papa sayang, bunda akan lindungi kamu"
Mobil yang di tumpangi Yasmin makin tak terkendali kecepatannya semakin penuh, "Pak kok makin keceng sih" Yasmin sampai terombang ambing kedua tangannya menahan Raja agar tak terbentur.
"Gak tau non..makin saya injak rem nya makin kenceng mobilnya"
"Kita lompat aja pak"
"Gak bisa non, ini kenceng banget bisa bahaya!!"
"Tapi tetep didalam juga bahaya pak"
"Bundta" Raja akan menangis melihat Yasmin yang panik.
"Tenang sayang kita akan baik baik aja" Yasmin terus mengecupi Raja dalam pelukannya.
"Pak cari jalan yang sepi, supaya gak nabrak mobil orang lain,sabuk pengamannya juga dikencengin pak!!" Yasmin masih saja memikirkan orang lain,sedang dirinya sendiri dalam bahaya.
Mobil terus melaju kencang pak supir berusaha terus menstabillkan lajunya agar tak menabrak pengendara lain.
_____
Maaf kalo ada typo..tolong dikoreksi biar bisa aku benerin...
Like..
coment..
Vote..
__ADS_1
🌹🌹🌹☕☕☕
Terimakasih dukungannya😘