Aku Bukan/Hanya Bayangan

Aku Bukan/Hanya Bayangan
Kerinduan Adam


__ADS_3

"Sayang.." Alyla tak menjawab dan masuk begitu saja.


"Dad kapan kita pulang?" Adam menyusul Alyla kedalam dengan Azka masih dalam gendongannya.


"Azka mau pulang sama Daddy?" Azka mengangguk.


"Rumah kita disini Azka" kata Alyla yang berlalu kearah dapur. Azka menunduk sedih.


"Azka Daddy mau bicara dulu sama Mommy Azka tunggu di kamar ya" Adam menurunkan Azka dari gendongannya.


Adam menyusul Alyla kearah dapur setelah Azka masuk kedalam kamar, kontrakan yang cukup kecil bahkan lebih kecil dari kamar mandi Adam hanya satu kamar,kamar mandi yang berada di dapur dan ruang tamu.


"Sayang mas boleh bicara?" Alyla hanya diam. "Mas tau mas salah,mas menyesal sudah berbohong, harusnya mas bilang dari awal.."


"Tolong berhenti mas"


"Sayang.."


"Tolong jangan panggil aku seperti itu lagi mas" Alyla memelankan perkataannya berharap Azka tak mendengar perdebatan mereka. kata sayang dari Adam seperti lelucon Adam terus mengatakan 'Sayang' sedang Adam tak mempunyai perasaan apapun padanya.

__ADS_1


"Apa yang harus mas lakukan untuk menebus kesalahan mas"


"Tidak ada, pulanglah mas"


"Pulang kemana istri dan anak mas ada disini"


"Aku sudah mengajukan gugatan cerai kita ke pengadilan, jadi gak ada alasan mas tetap disini" perkataan Alyla berhasil meruntuhkan dunia Adam, secepat ini mereka harus berpisah tidak Adam tidak mau.


Adam menggelengkan kepalanya "Aku gak akan menceraikanmu"


"Apa maksud mas, mas mau kita seperti ini dan aku terus menjadi bayangan yang harus menjadi Aluna setiap hari didepan mas begitu?"


"Sayang mas mohon ijinkan mas menjelaskan semuanya, kamu hanya salah faham." Adam memelankan suaranya lagi.


"Mommy kenapa teriak teriak" Azka muncul dengan mengusap matanya yang berair bocah itu sangat peka pasti dirinya tau Mommy dan daddynya tengah bertengkar.


"Maafkan daddy sayang, mommy lagi marah sama daddy karna lama jemput kalian,Azka mau pulangkan tapi kita harus beres beres dulu jadi sekarang Azka bobo dulu ya biar daddy sama mommy beres beres dulu" Adam membawa Azka kekamar dan menidurkannya, Adam mengusap rambut Azka pelan hingga Azka benar benar terlelap di pelukan Adam.


Alyla masih duduk di lantai yang beralaskan tikar sambil menatap kosong, tangannya terulur mengelus perutnya yang masih rata.

__ADS_1


Apa yang harus dirinya lakukan apakah ia harus percaya dan kembali pada Adam, tak ingin jika anaknya kelak tak merasakan kasih sayang Daddynya seperti Azka dulu.


Adam keluar dari kamar dan menghampiri Alyla yang masih melamun Adam memperhatikan Alyla, sungguh Adam ingin sekali memeluk Alyla Adam benar benar merindukan istrinya.


"Sayang.."


"Pulanglah mas"


"Mas gak mau"


"Disini kamarnya cuma satu"


"Mas bisa tidur dimana pun asal disana ada kamu dan Azka."


"Terserah" Alyla beranjak dan pergi kearah kamar lalu menutup pintu.


Adam merebahkan dirinya diatas tikar tipis dan menjadikan tangannya sebagai bantalan.


Malam semakin dingin namun kali ini Adam pasti bisa tidur karna sudah bertemu Alyla dan Azka,setidaknya kerinduannya sedikit terobati.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan vote 😘 terimakasih🙏 sudah membaca.


__ADS_2