
Dokter sudah memeriksa Adam dan mengatakan bahwa Adam kelelahan dan terlalu stres,namun Adam belum juga sadar selang infus sudah di pasang,Adam masih bergumam nama Aluna.
Karina yang khawatir meminta supir untuk menjemput Aluna agar datang kemari,meski di tentang oleh Arya yang amat tak suka pada Aluna,namun Karina bersi keras karna khwatir dengan keadaan Adam yang terus meracau nama Aluna
"Terserah kamu Mas aku gak mau Adam kenapa napa" karina pun pergi keluar dari kamar Adam.Arya tak punya pilihan lain selain mengiakan Karina.
Ali datang dengan raut tenang meski melihat kediaman atasannya kacau karna sakitnya Adam, "Bagaimana keadaan Adam, Pak?"tanyanya setelah berada di hadapan Arya.
"Sudah di periksa dokter dan hanya perlu beristirahat" Kata Arya.
Ali mengangguk dan memberi isyarat pada Arya menandakan ada hal penting yang harus di sampaikan,Arya yang mengerti segera beranjak ke ruang kerjanya di ikuti oleh Ali.
Alyla sudah sampai di kediaman Adam,mulanya ia kaget karna baru saja akan keluar dari Apartemen Alyla menemuka supir Adam di depan pintu.
Alyla memang berniat pergi ke Restoran lebih siang karna berniat mengundurkan diri tekadnya sudah bulat akan pergi dari jakarta bila perlu menghilang jauh untuk mengubur dalam dalam rasa cintanya.Namun belum sempat merealiasikannya Alyla begitu panik mendengar bahwa Adam sedang sakit,dan tanpa pikir panjang bergegas mengikuti supir Adam.
Dan disinilah akhirnya Alyla berdiri dengan canggung di dalam rumah Adam yang mewah,Alyla melihat ke bawah penampilanya jauh dari kata wah yang selalu Aluna pakai.Alyla hanya memakai kaos oblong putih di balut kardigan rajut abu abu dan celana jeans panjang berwarna blue.
"Kamu sudah datang " sapa Karina yang terlihat ramah yang sangat di paksaan,Alyla tau sejak bertemu di pesta waktu itu kedua orang tua Adam terlihat tak menyukainya,mungkin tak menyukai Kakak nya Aluna.
Alyla tersenyum canggung "I iya tante,apa kabar?"
__ADS_1
"Saya baik,terimakasih sudah mau datang. Saya khawatir adam terus mengigau nama kamu" Karina mempersilahkan Alyla naik kelantai dua dan memasuki kamar Adam.
"Silahkan"Karina menunjuk kursi yang ada di sisi ranjang yang sengaja di taruh untuk orang yang menjaga Adam,"Tolong jaga Adam ya setidaknya sampai Adam sadar saya keluar dulu" dan di jawab anggukan oleh Alyla.
Alyla menatap nanar pada Adam mungkin ia bisa melakukan sesuatu untuk Adam sebelum dia benar benar pergi.Alyla meraih tangan Adam yang ada di sisi tubuhnya mengenggamnya seolah ingin memberi kehangatan pada tubuh Adam yang menggigil.
"Aluna jangan tinggalkan aku" terdengar lirih namun masih terdengar oleh Alyla.
Seketika itu pula genggamannya ia lepas,benar yang Adam rindukan Aluna bukan Alyla, tak terasa air mata mengalir di sudut mata Alyla.
Satu jam berlalu Alyla masih bergeming memperhatikan raut tampan Adam seolah sedang membingkainya dan menempelkannya dalam ingatan.
Adam mengerjapkan matanya meski samar Adam bisa melihat Alyla di hadapannya.
Adam menggeleng "Tolong bantu aku bangun"
Alyla mengalah menempatkan bantal di kepala ranjang agar Adam dapat bersandar nyaman.
"Aku ingin memelukmu" kata Adam.
Alyla terpaku sesaat namun tak urung juga ia mengiakan berpindah ke sisi Adam dan memeluk pria itu.Adam memeluk Alyla erat seolah ini untuk terakhir kalinya Adam takut mimpinya terjadi,bahwa kekasihnya meninggalkannya pergi."Jangan pergi.."
__ADS_1
Deg..
"Jangan pergi,aku mohon jangan tinggalkan aku,Aku bisa mati bila kamu pergi"
Alyla menepuk punggung Adam lembut "Apa maksud kamu?"
"Aku bermimpi kamu pergi.. pergi jauh meninggalkanku"Kata Adam,sambil terus mengeratkan pelukannya.
"Tidak akan itu tidak akan terjadi"kata Alyla meyakinkan,tentu saja benar Aluna tidak akan meninggalkan Adam bukan,setidaknya itulah perkiraan Alyla.
Adam terisak pelan,Alyla pun menangis dalam diam,tanpa mereka sadari Arya dan Karin menderngarnya dari celah pintu yang terbuka.
Karina pergi menjauh dari pintu tak sanggup mendengar tangisan Adam anak satu satunya,Arya pun hanya bisa menenangkan Karin."Aku tidak sanggup Mas bagaimana nanti kalau Adam tau bahwa dia hanya di permainkan oleh gadis itu" Karina menangis di pelukan Arya.
"Adam harus tau sayang,percayalah semua kesedihannya hari ini akan menjadi kekuatannya hari esok, agar ia bisa bertahan dan jeli dalam menilai manusia yang tidak semuanya baik"
"Baiklah tapi jangan sekarang setidaknya kita jangan terlibat,aku takut Adam kecewa pada kita nantinya, biarkan dia tau sendiri cukup lindungi dia dari jauh" kata Karina sambil terisak.
"Baiklah aku berjanji akan menjaga Adam dengan seluruh kekuatanku"
Karina sesungguhnya bukan luka fisik yang Karina takutkan namun luka hati lah yang membuat kita mati perlahan.Ya Arya dan Karin sudah tau bahwa yang ada di kamar Adam bukan Aluna melainkan kembarannya Alyla.
__ADS_1
Yang belum mereka tau adalah motif dibalik ini semua mengapa Aluna dan sodara kembarnya melakukan tukar peran apa sebenarnya yang mereka inginkan.
Tadi pagi kedatangan Ali menemui Arya untuk memberi tahukan bahwa Aluna yang asli berada di Singapur dan yang berada disini sekarang adalah kembarannya bernama Alyla clarissa.Menurut informasi dari orang suruhan Ali yang sejak kemarin mengikuti gerak gerik Alyla dan beberapa informasi yang ia dapatkan dari para pekerja Restoran tempat Alyla bekerja. Ali dengan cepat menggali setiap apa saja yang berhubungan dengan kehidupan Alyla hingga terungkaplah bahwa Alyla adalah saudara kembar dari Aluna.